PENDAFTARAN MAHASISWA SANTRI BARU STIKES SURYA GLOBAL 2018 2019 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Manajemen Jaminan & Asuransi Kesehatan Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺

Beranda

Konsultasi

Kategori konsultasi


Polling

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan menyejahterakan bangsa harus dimulai dari mencerdaskan melalui pendidikan. Oleh karena itu pendidikan agama menempati posisi yang vital dalam menigkatkan kesejahteraan bangsa.




Lihat Hasil

CAMPUS NEWS

ISNAYANI YULIANA, SANTRI MAHASISWI BERPRESTASI YANG MENGIKUTI PROGRAM BIDIKMISI KEMENRISTEKDIKTI

Selasa, 12 September 2017, 2:08 WIB - CAMPUS NEWS


Isnayani Yuliana yang biasa dipanggil Yuli, santri mahasiswi semester III program studi Kesehatan Masyarakat konsentrasi Manajemen Rumah Sakit ini yang pada semester ganjil kemarin mendapat IPK 3,83 ini adalah salah satu santri mahasiswi asal Rarang Terara Lombok Timur Nusa Tenggara Barat yang tinggal di Pesantren STIKES Surya Global. Mahasiswi kelahiran Rarang, 11 April 1999 ini ketika masih sekolah di SMA 3 Mataram NTB di setiap kelas selalu mendapat rangking 3 besar. Yuli merupakan salah satu dari 20 santri mahasiswa STIKES Surya Global angkatan 2016 yang lolos seleksi untuk mengikuti program Bidikmisi yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.


Anak pertama dari 3 bersaudara bapak Nurudin dan ibu Mahsan ini juga pernah Juara Harapan 1 Menulis Artikel di NTB, kemudian Juara 3 Cerdas Cermat se Kecamatan Selaparang. Pernah juga mengikuti Lomba Dongeng Bahasa Jerman yang diadakan Goethe Institute. Gadis yang gemar membaca Novel Tere Liye , Rivai Ripan ini juga suka membaca Biografi Tokoh-tokoh Islam.

Santri Mahasiswa yang sekarang tinggal di lantai 3 Graha Santri Pesantren STIKES Surya Global ini menjawab bagaimana kesan selama tinggal di pesantren:

“Enak, rame, bisa belajar bareng dengan sesama santri lain meski beda program studi. “jawabnya.

Karena itulah Yuli biasa belajar jam 03:00 sampai jam 07:00 pagi. Salah satu yang menjadi semangat buat Yuli adalah motivasi dari kedua orang tuannya yang sebelumnya tidak merestui Yuli kuliah di Jawa. Apa pesan Yuli kepada mahasiswa-mahasiswa lain?

“Lebih banyak mengatur waktu, jangan terbebani dengan kuliah.“

Mahasiswi yang makanan favoritnya sambel tempe, ini juga bercita-cita melanjutkanke S-2 Kesehatan Kerja di Luar Negeri ini juga penyuka es krim dan coklat.

Program Bidikmisi

Bidikmisi adalah program  bantuan  biaya  pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu. Penyelenggara Program Bidikmisi ini adalah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Setiap warga  Negara Republik  Indonesia berhak  mendapatkan  pengajaran. Hak  setiap warga  Negara  tersebut  telah  dicantumkan  dalam  Pasal  31  (1) Undang-Undang Dasar 1945.  Berdasarkan  pasal  tersebut,  maka  Pemerintah  dan  Pemerintah  Daerah wajibmemberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi  setiap  warga  negara  tanpa  diskriminasi,  dan  masyarakat  berkewajiban memberikan  dukungan  sumber  daya  dalam  penyelenggaraan  pendidikan.  Untukmenyelenggarakan  pendidikan  yang  bermutu  diperlukan  biaya  yang  cukup  besar. Oleh karena  itu  setiap  peserta  didik  pada  satuan  pendidikan  berhak  mendapatkan  bantuan biaya  pendidikan bagi  mereka  yang  memiliki  potensi  akademik baik dan tidak  mampusecara ekonomi serta berhak mendapatkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi.

Lulusan Program Bidikmisi, diharapkan dapat mengisi  kebutuhan  sumberdaya  manusia  Indonesia  yang  siap  berkompetisi  diera Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Fakta  menunjukkan  bahwa  pemberian  Beasiswa  Bidikmisi  telah  memberikan  dampak ikutan selain bagi mahasiswa itu sendiri, yaitu meningkatnya prestasi dan iklim akademik di suatu perguruan tinggi. Dengan adanya mahasiswa Bidikmisi, maka kualitas perguruan tinggi  juga  meningkat.  Ini  terjadi  karena  mahasiswa  penerima  beasiswa  Bidikmisi memiliki  prestasi  yang  dapat  dibanggakan  (IPK  rata-rata  di  atas  3),  sehingga mampu meningkatkan prestasi atau kualitas perguruan tinggi. Hal ini diperkuat dengan data tahun 2016 menunjukkan bahwa lebih dari 51% mahasiswa Bidikmisi memperoleh IPK antara 3,0-3,5, dan lebih dari 31% memperoleh IPK > 3.5, serta 0.6 % mempunyai IPK 4,0. Ini adalah suatu prestasi yang amat membanggakan.

Tidak hanya itu, prestasi non akademik mahasiswa Bidikmisi juga amat membanggakan; tercatat  lebih  dari  5  mahasiswa  Bidikmisi  berhasil  lolos  seleksi  menjadi Finalis Mahasiswa  Berprestasi  tingkat  nasional  sejak  tahun  2013-2016.  Selain  itu,  beberapamahasiswa Bidikmisi juga berhasil meraih medali di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS),  menjuarai  berbagai  kompetisi  kepenulisan  tingkat  nasional hingga internasional,  mengikuti  kegiatan  pertukaran  pelajar  rtingkat  internasional,  hingga menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai kegiatan kelas dunia di dalam dan luarnegeri.

Hingga pertengahan tahun 2016, lebih dari 200 alumni Bidikmisi berhasil mendapatkan kesempatan  untuk  melanjutkan  pendidikan  kejenjang  S2  dengan  dukungan  penuh beasiswa  dari  Lembaga  Pengelola  Dana  Pendidikan  (LPDP),  Kementerian  Keuangan Republik  Indonesia.  Sebagian  besar  melanjutkan  studi  di  kampus-kampus  terbaik  di Indonesia,  dan  sebagian  lainnya  berkesempatan  berkuliah  di  luar  negeri  di kampus-kampus terbaik dunia seperti di Inggris, Belanda, Australia, Amerika dan lain-lain.Beberapa  capaian  di  atas  membuktikan  bahwa  Bidikmisi  telah  berhasil  menjadi  salahsatu katalis yang strategis dan telah banyak membantu mahasiswa Indonesia untuk secara bebas  mengeksplorasi  diri. Selain  itu,  karena  para  mahasiswa  Bidikmisi  adalah  para mahasiswa  yang  berasal  dari  seluruh  pelosok  Indonesia,  program  ini  telah  turut berkontribusi  terhadap  peningkatan  kohesi  sosial  dan  pemahaman  tentang  keragaman Bangsa Indonesia. Suatu hal yang baik sekali, karena pada waktunya mereka lulus, para mahasiswa ini akan mempunyai persahabatan dan jejaring dari seluruh Indonesia.

Berita Lain