PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺

Beranda

Konsultasi

Kategori konsultasi


CAMPUS NEWS

Seminar Nasional PELAYANAN KEFARMASIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN STROKE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS

Jumat, 06 April 2018, 10:43 WIB - CAMPUS NEWS

Program Studi Farmasi STIKes Surya Global menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertema PELAYANAN KEFARMASIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN STROKE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS. Seminar Nasional yang dihadiri 218 peserta diselenggarakan di Ashwini Ballroom Hotel Tara Jogjakarta 25 Maret 2018.

Selaku Keynote Speaker adalah Prof. Datuk Dr. Hjh. Bibi Florina Abdullah selaku Direktur Lincoln University College Malaysia. Beliau juga Direktur Keperawatan di Kementerian Kesehatan Malaysia, lulusan Royal College of Nursing London, memperoleh gelas Master in Business Administration (MBA) dan Fellow di John Moores University and University of Northumbria, Inggris. Beliau memdapatkan banyak penghargaan, diantaranya ‘Nurse Icon Malaysia’, ‘Sayidatina Khadijah’ di negara bagian Sabah Malaysia, in conjunction of the Maal Hijrah. Beliau juga pernah menjabat sebagai Presiden untuk Sabah Nurses Associates (SANA) selama lebih dari 12 years dan sekarang menajdi Penasehat. Pada seminar kali ini beliau membawakan tema “Good Pharmacy Practice”.  Dalam paparannya Prof. Datuk Dr. Hjh. Bibi Florina Abdullah menyampaikan semua praktisi apoteker berkewajiban untuk memastikan bahwa layanan yang mereka berikan kepada setiap pasien memiliki kualitas yang sesuai. Good pharmacy practice (GPP) adalah sarana penjelasan dan pemenuhan kewajiban. Praktek Farmasi di The New Millennium Signatory penting untuk semua perjanjian internasional termasuk liberalisasi perdagangan global terkait dengan organisasi perdagangan dunia (WTO). Kontrol atas kelebihan persediaan obat (tidak ada pemborosan obat-obatan yang tidak perlu)
Secara tradisional, misi praktek farmasi adalah menyediakan obat dan produk dan layanan perawatan kesehatan lainnya. Namun dalam beberapa tahun terakhir istilah "perawatan farmasi" telah memantapkan dirinya sebagai filsafat pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP). GPP dengan pasien dan masyarakat sebagai penerima manfaat utama tindakan apoteker.
Semua personil harus dilatih dan dilengkapi literatur dan materi pendukung untuk memberikan saran tentang masalah kesehatan umum serta informasi dan layanan yang lebih spesifik terkait dengan obat-obatan yang disediakan oleh mereka.

Jika apoteker terlibat dalam memberikan saran tentang pengobatan mandiri dan merespon terhadap gejala, protokol harus dirancang untuk memastikan bahwa saran tersebut akurat dan tepat. Secara tegas, apoteker harus yakin bahwa rata-rata, klien yang mengobati secara mandiri harus mematuhi GPP.

Pada akhir paparannya Prof. Datuk Dr. Hjh. Bibi Florina Abdullah menyampaikan apoteker dan institusi farmasi harus berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memperbarui GPP. Pengetahuan baru tentang filosofi yang mendasari GPP harus ditingkatkan dengan cara akademis.

Pembicara Pertama dalam Seminar Nasional ini adalah DR. dr. Probosuseno, SpPD, K.Ger, FINASIM, Ketua KSM Geriatri/Lektor  Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM. Materi yang beliau sampaikan adalah Penyakit Jantung Koroner, Stroke pada pasien Diabetes Melitus. Bertindak sebagai moderator adalah ibu Kuswardani Dwi Atmini, M.Sc., Apt., yang juga dosen Farmasi STIKes Surya Global.

Dokter Probo menjelaskan tentan apa itu DM. Diabetes Melitus adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat kadar gula dalam darah yg lebih tinggi dari normal ßkrn kekurangan insulin (absolut/relatif) Insulin ? Tugasnya ibarat anak kunci, sedang reseptor insulin pada sel adalah lobang kunci-nya.

Macam DM & penyebabnya:
1.  Tipe 1 (sejak kecil karena pankreas ada kelainan, sifatnya kebanyakan genetik, pasien kekurangan sangat banyak insulin bahkan tak punya insulin)
2. Tipe 2 (à gangguan sekresi &/ resistensi insulin; 90% dari total penderita DM) yang muncul setelah dewasa, pada pasien jumlah insulin normal atau bahkan kelebihan tetapi tidak  berfungsi maksimal karena reseptor insulin pada sel kurang.
3. Tipe lain (à gangg.genetik :fungsi sel beta/kerja insulin; penyakit eksokrin pankreas; endokrinopati; ok zat (zat kimia); infeksi; imunologi; genetik lain)
4.  Tipe gestasional (karena hamil)


Faktor Risiko
1. keturunan, ada yang muncul sewaktu hamilà melahirkan bayi > 4 kg,
2. diakibatkan karena kurang gizi,
3. peradangan pada pankreas,
4. reaksi tubuh yang justru merusak tubuh sendiri (penyakit autoimun),
5. sehabis operasi/kecelakaan sehingga pankreas tidak ada (rusak),
6. kegemukan,
7. proses menua (> 40 tahun), dll.

Faktor Pencetus:
1. kurang gerak/ malas,
2. makan berlebihan,
3. kehamilan,
4. kekurangan produksi hormon  insulin.
5. Stres

LANGKAH ANTISIPASI
• Pencegahan primer à cegah timbulnya hiperglikemia pada yang berisiko.
• Pencegahan Sekunder à temukan DM sedini mungkin, cegah komplikasi & jika ditemukan
komplikasi masih reversibel.
• Pencegahan Tersier à cegah komplikasi & cacat akibat komplikasi à cegah progresi agar tak terjadi gagal organ & cegah cacat tubuh

PILAR UTAMA TERAPI DM
1. Penyuluhan …. Awas KAKI
2. Makan-Minum dengan OTAK (tahu ilmu gizi praktis)
3. Olah raga
4. Obat berkhasiat Hipoglikemi à taati dosis dari dokter
5. Doa & Berbuat baik (suka menolong)
6. Dukungan keluarga & ”masyarakat”

Terapi Farmakologis
Obat Hipoglikemik Oral (OHO) ßJIKA BELUM BAIK dengan DIET & olah raga.
(1) pembagian golongan OHO,
(2) prinsip pemakaian OHO,
(3) sampai kapan harus minum OHO?,
(4) apakah OHO dapat merusak ginjal?
(5) Efek samping OHO,
(6) Kegagalan terapi OHO,
(7) pengaturan minum obat selama puasa,

Insulin
1. cara pemberian insulin  à SK ? dosis?
2. arah jarum tegak lurus terhadap cubitan.
3. Pasien kurus, kulit dicubit, suntikkan dengan sudut 45 derajat.
4. Terasa sakit / berdarah àtekan daerah tersebut 5-8 detik.
5. PEN INSULIN mudah & nyaman.
6. POMPA INSULIN (continuous subcutanueous insulin infusion, CSII)
7. Aksi pendek (jernih: Actrapid, Humulin S, insulin reguler, novorapid);
8. Aksi sedang (keruh: Insulatard, Humulin I, Insulin NPH);
9. Aksi panjang (basis Zn/keruh: Monotard HM, Humulin N, Ultratard); dan dalam bentuk campuran (keruh; Mixtard 30/70, Humulin M3)

STROKE
Bencana otak à mati; cacat; sembuh. Penyebab kecacatan No 1
• 200/100.000 penduduk (no 2 ssd PJK).
• Indonesia 500.000/tahun à 25% (125.000) mati, sisa cacat R-B
• No 1 penyebab kematian di RS di Indonesia
• USA 700.000 kasus /tahunà 500.000 kasus baru , 200.000 kasus ulangan
• Lebih dari 160.000 meninggal dalam 1 bulan pertamaà penyebab kematian ke 3 di USA
• 5,4 juta penduduk hidup dengan stroke-> merupakan penyebab kedua disabilitas.
• Biaya perawatan tahunan untuk stroke di USA > $56 juta

Gejala Stroke:

S- senyum merot; sulit berbicara; sulit menelan; sakit (nyeri); sempoyongan
T-tangan lemah/lumpuh separuh; tersedak-mual-muntah- cegukan; tidur terus
R-rasa baal (hilang sensasi)
O-mongan kacau; orientasi kacau (bingung)
K-kaki lemah/lumpuh; Kejang; kabur penglihatan (total atau parsial satu sisi); kaku kuduk;
E-emosi/mental berubah

Terapi farmakologi untuk mencegah stroke ulangan
• Agen anti platelet : Penggunaan aspirin atau kombinasi aspirin dan dan dipiridamol dapat mengurangi risiko stroke ulangan sebesar 21-35%. Klopidogrel sama efektifnya.
• Anti koagulan : Warfarin lebih efektif daripada terapi anti platelet sebagai terapi pencegahan terhadap efek sekunder stroke pada kondisi kardial tertentu, seperti atrial fibrilasi. lebih dipilih sebagai pencegahan terhadap stroke trombotik dan stroke lakunar.
• Penghambat Hidroksimetilglutaril –CoA (HMGCoA) reduktase atau statin
• Terapi anti hipertensi , DM, dll

Penyakit Jantung Koroner

Jantung 250-360 gr, > sedikit kepalan pemilik, memompa darah 8500L/hari, dihidupi 2
pembuluh arteri

GEJALA & TANDA
-Nyeri dada
-Sesak nafas
- Nggliyer
- Nyeri ulu hati merembet ke
- leher , dagu, lengan kiri

Berita Lain