Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2020 2021 sudah dibuka -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺

Berita

Senin, 03 Agustus 2020, 9:43 WIB

AMALAN-AMALAN DI HARI TASYRIK

 

Istilah tasyrik Tasyrik (تشريق) berasal dari kata 𝘴𝘺𝘢𝘳𝘢𝘲𝘢 (شرق) yang artinya adalah terbit. Kata ini diidentikan dengan matahari. Yakni matahari terbit, terbitnya matahari atau sinar matahari. Dulu di Madinah, kaum muslimin biasa menjemur daging pada waktu pagi, memanfaatkan sinar matahari agar dagingnya awet untuk dibuat masakan semisal dendeng.

Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Ada juga yang menyatakan, bahwa hari tasyrik meliputi empat hari, hari Idul Adha dan 3 hari setelahnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang hari tasyrik:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“𝘏𝘢𝘳𝘪-𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘴𝘺𝘳𝘪𝘬 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮.” (HR. Muslim)

Abu Ubaid mengatakan: "Ada dua pendapat ulama tentang alasan penamaan hari-hari tersebut dengan hari tasyrik: Pertama, dinamakan hari tasyrik karena kaum muslimin pada hari itu menjemur daging kurban untuk dibuat dendeng. Kedua, karena kegiatan berqurban, tidak dilakukan, kecuali setelah terbit matahari." (𝘓𝘪𝘴𝘢𝘯𝘶𝘭 𝘈𝘳𝘢𝘣, 10:173).

𝗞𝗲𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗧𝗮𝘀𝘆𝗿𝗶𝗸

Allah berfirman,
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“𝘐𝘯𝘨𝘢𝘵𝘭𝘢𝘩 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪-𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨.” (QS. Al-Baqarah: 203).

Yang dimaksud dengan “hari-hari yang terbilang” adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu hari Tasyrik. Ini merupakan pendapat Ibnu Umar dan mayoritas ulama. Sementara Ibnu Abbas dan Atha berpendapat bahwa “hari-hari yang terbilang” jumlahnya empat hari; Idul Adha dan 3 hari setelahnya. (𝘓𝘢𝘵𝘩𝘢𝘪𝘧𝘶𝘭 𝘔𝘢’𝘢𝘳𝘪𝘧, hlm. 314).

Allah Ta’ala mengistimewakan hari tasyrik, dengan Allah jadikan hari ini sebagai waktu istimewa untuk berdzikir. Sehingga Allah perintahkan kaum muslimin untuk memperbanyak dzikir di hari ini.

Dalam hadis dari Abdullah bin Qurth radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

“𝘏𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘢𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘴𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘲𝘶𝘳𝘣𝘢𝘯 (𝘐𝘥𝘶𝘭 𝘈𝘥𝘩𝘢) 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘭-𝘲𝘢𝘳𝘳.” (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan dishahihkan al-Albani. Al-A’dzami mengatakan dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah: Sanadnya Sahih).

Yang dimaksud hari ‘𝘢𝘭-𝘲𝘢𝘳𝘳’ adalah tanggal 11 Dzulhijjah. Ini berdasarkan keterangan Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar mengatakan:
يَوْمَ الْقَرِّ يَعْنِي يَوْمَ الثَّانِي مِنْ يَوْمِ النَّحْرِ

“Hari ‘al-qarr’ adalah hari kedua setelah hari qurban”

𝗗𝗶 𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗧𝗮𝘀𝘆𝗿𝗶𝗸, 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗣𝘂𝗮𝘀𝗮

Di hari tasyrik, kita dilarang untuk berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai hari makan dan minum, serta banyak berdzikir kepada Allah.
Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“𝘏𝘢𝘳𝘪 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘳𝘪𝘬 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯, 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮, 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Ibnu Rajab mengatakan:

و إنما نهى عن صيام أيام التشريق لأنها أعياد للمسلمين مع يوم النحر فلا تصام بمنى و لا غيرها عند جمهور العلماء، خلافا لعطاء في قوله : إن النهي يختص بأهل منى

“Kita dilarang berpuasa pada hari tasyrik karena hari tasyrik adalah hari raya kaum muslimin, disamping hari raya qurban. Karena itu, tidak boleh puasa di Mina maupun di daerah lainnya, menurut mayoritas ulama. Tidak sebagaimana pendapat Atha yang mengatakan, sesungguhnya larangan puasa di hari tasyrik, khusus bagi orang yang tinggal di Mina.” (𝘓𝘢𝘵𝘩𝘢𝘪𝘧𝘶𝘭 𝘔𝘢’𝘢𝘳𝘪𝘧, hlm. 509).

Selanjutnya Ibnu Rajab menjelaskan rahasia di balik larangan puasa di hari tasyrik.

Ketika orang-orang yang bertamu ke Baitullah telah mengalami keletihan karena perjalanan berat yang mereka lalui, di samping kelelahan setelah ihram dan melaksanakan manasik haji dan umrah, Allah mensyariatkan kepada mereka untuk beristirahat dengan tinggal di Mina pada hari qurban dan 3 hari setelahnya. Allah perintahkan mereka untuk makan daging sembelihan mereka. Di saat itulah, mereka mendapatkan jamuan dari Allah, karena kasih sayang Allah kepada mereka.

Sementara itu, kaum muslimin di belahan negeri yang lain, turut menyemarakkan ibadah seperti yang dilakukan jamaah haji. Kaum muslimin memperbanyak amalan ibadah selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Mereka juga disyariatkan untuk memperbanyak dzikir, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan bersama-sama berusaha menggapai ampunan Allah, dengan menyembelih hewan qurban. Setelah itu, mereka bersama-sama merayakan Idul Adha dan hari tasyrik. Setelah mereka lelah dengan memperbanyak ibadah, selanjutnya mereka beristirahat, menikmati hidangan daging qurban di hari tasyrik.

Allah syariatkan kaum muslimin untuk menjadikan hari ini sebagai hari makan-makan dan minum, agar mereka bisa membantu mereka untuk semakin giat dalam berdzikir mengingat Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya. Dan itu merupakan bentuk syukur nikmat yang paling sempurna. Dimana, nikmat yang kita terima, menjadi sarana untuk membantu agar semakin giat melakukan ibadah.

𝗔𝗺𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗧𝗮𝘀𝘆𝗿𝗶𝗸

Ada beberapa amalan yang disyariatkan untuk dilakukan di hari Tasyrik:

𝟭. 𝗠𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗕𝗲𝗿𝗱𝘇𝗶𝗸𝗶𝗿
Allah berfirman,
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“𝘐𝘯𝘨𝘢𝘵𝘭𝘢𝘩 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪-𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨.” (QS. Al-Baqarah: 203). Yaitu di hari tasyrik.

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ
“𝘏𝘢𝘳𝘪 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘳𝘪𝘬 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯, 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮, 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Menyemarakkan dzikir pada hari tasyrik, bisa dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya (𝘓𝘢𝘵𝘩𝘢𝘪𝘧𝘶𝘭 𝘔𝘢’𝘢𝘳𝘪𝘧, 504 – 505):

𝟮. 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗸𝗯𝗶𝗿𝗮𝗻 𝘀𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 𝘀𝗲𝗹𝗲𝘀𝗮𝗶 𝘀𝗵𝗮𝗹𝗮𝘁 𝘄𝗮𝗷𝗶𝗯.
Ini sebagaimana yang dilakukan para sahabat. Sebagaimana praktek Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dzuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi dan sanadnya dishahihkan al-Albani)

Demikian juga dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR. Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi. Al-Albani mengatakan: “Shahih dari Ali”).

𝟯. 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗱𝘇𝗶𝗸𝗶𝗿 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝗺𝗯𝗲𝗹𝗶𝗵. Karena penyembelihan qurban, bisa dilaksanakan sampai hari tasyrik berakhir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“𝘋𝘪 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘴𝘺𝘳𝘪𝘬, 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘮𝘣𝘦𝘭𝘪𝘩.” (HR. Ahmad, ibn Hibban, Ad-Daruquthni, dan yang lainnya).

𝟰. 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗯𝗮𝘀𝗺𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗺𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗵𝗮𝗺𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗮𝗸𝗮𝗻.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله عزَّ وجل يرضى عن العبد أن يأكل الأكلة فيحمده عليها ، ويشرب الشَّربة فيحمده عليها
“𝘚𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘳𝘪𝘥𝘩𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘮𝘣𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘱 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘫𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘨𝘶𝘬 𝘢𝘪𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘫𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢𝘯𝘺𝘢.” (HR. Muslim 2734)

𝟱. 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗸𝗯𝗶𝗿 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗺𝗲𝗹𝗲𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗷𝘂𝗺𝗿𝗮𝗵 𝗱𝗶 𝗵𝗮𝗿𝗶 𝘁𝗮𝘀𝘆𝗿𝗶𝗸.
Yang hanya dilakukan jamaah haji.

𝟲. 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝘁𝗮𝗸𝗯𝗶𝗿𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗺𝘂𝘁𝗹𝗮𝗸, 𝗱𝗶 𝗺𝗮𝗻𝗮𝗽𝘂𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻𝗽𝘂𝗻.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Umar radhiyallahu ‘anhu. Beliau melakukan takbiran di kemahnya di Mina, kemudian diikuti oleh banyak orang, sehingga Mina bergetar karena gema takbir. (HR. Bukhari sebelum hadis no.970)

𝟳. 𝗠𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗕𝗲𝗿𝗱𝗼𝗮 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵
Sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak berdoa di hari ini.
Ikrimah (murid Ibn Abbas) mengatakan:

كان يستحب أن يقال في أيام التشريق : { رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ }

Doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyrik: RABBANAA AATINAA FID-DUN-YAA HASANAH WA FIL AA-KHIRATI HASANAH, WA QINAA ADZAABAN-NAAR. (𝘓𝘢𝘵𝘩𝘢𝘪𝘧𝘶𝘭 𝘔𝘢’𝘢𝘳𝘪𝘧, hlm. 505).

Doa ini kita kenal dengan doa sapu jagad. Dan memang demikian, doa ini dianggap sebagai doa yang isinya mengumpulkan semua bentuk kebaikan dan menolak semua bentuk keburukan. Karena itulah, doa ini menjadi pilihan yang sangat sering dilantunkan oleh manusia terbaik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam.

Anas bin Malik mengatakan:

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»

𝘋𝘰𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘕𝘢𝘣𝘪 𝘴𝘩𝘢𝘭𝘭𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶 ‘𝘢𝘭𝘢𝘪𝘩𝘪 𝘸𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘭𝘢𝘮 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘙𝘈𝘉𝘉𝘈𝘕𝘈𝘈 𝘈𝘈𝘛𝘐𝘕𝘈𝘈 𝘍𝘐𝘋-𝘋𝘜𝘕-𝘠𝘈𝘈 𝘏𝘈𝘚𝘈𝘕𝘈𝘏 𝘥𝘴𝘵.. (HR. Bukhari 6389 dan Muslim 2690).

Disamping itu, doa merupakan bentuk mengingat Allah yang sangat agung. Berisi pujian dan harapan manusia kepada Tuhannya. Sehingga, hari ini menjadi hari yang istimewa untuk memperbanyak doa.

Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah al-Qurasyi, bahwa beliau mendengar Abu Musa al-Asy’ari berceramah dalam khutbahnya ketika Idul Adha:

بعد يوم النحر ثلاثة أيام التي ذكر الله الأيام المعدودات لا يرد فيهن الدعاء فارفعوا رغبتكم إلى الله عز و جل

Setelah hari raya qurban ada tiga hari, dimana Allah menyebutnya sebagai al-Ayyam al-Ma’dudat (hari-hari yang terbilang), doa pada hari-hari ini, tidak akan ditolak. Karena itu, perbesarlah harapan kalian. (𝘓𝘢𝘵𝘩𝘢𝘪𝘧𝘶𝘭 𝘔𝘢’𝘢𝘳𝘪𝘧, hlm. 506).

Demikian sobat SurGa, semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa istiqamah dalam menggapai ampunan-Nya.
Aamiin 🤲

Lihat Selengkapnya
Rabu, 29 Juli 2020, 10:05 WIB

KISAH MAHASISWA STIKES SURGA JADI RELAWAN PMI SELAMA PANDEMI COVID-19

Menjadi mahasiswa itu harus kreatif, inovatif serta berjiwa sosial tinggi. Selain itu juga harus memiliki jiwa peduli lingkungan dan memiliki jiwa kemanusian yang tinggi serta peduli terhadap sesama.


Lamanya masa pandemi Covid-19 mempengaruhi proses belajar mengajar secara tatap muka termasuk kegiatan di Pesantren dan Kampus STIKES Surya Global. Hampir sebagian besar mahasiswa santri STIKes Surya Global yang berasal dari Aceh hingga Papua sejak akhir bulan Maret 2020 kembali ke kampung halamannya. Tapi beberapa mahasiswa santri memilih tidak pulang kampung dan tetap tinggal di Pesantren STIKes SurGa.


Seperti yang dialami REZALI RAHMAN (20), mahasiswa santri semester 2 program studi Kesehatan Masyarakat STIKes Surya Global. Sudah 7 bulan ia tidak pulang ke tempat kelahirannya di Kuala Kuayan Mentaya Hulu Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Ditemui di Pesantren STIKes SURGA, Reza panggilan akrabnya, menceritakan awal mula ia menjadi relawan PMI dalam Penanggulangan Covid-19.


Selama tinggal di Pesantren STIKes Surga, Reza yang juga menjadi anggota Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit XI STIKes Surya Global ini aktif sebagai relawan di PMI Markas Kota Yogyakarta. Bersama relawan-relawan lainnya baik KSR maupun TSR (Tenaga Sukarela) PMI, Reza juga turut aktif mengikuti kegiatan 𝘴𝘱𝘳𝘢𝘺𝘪𝘯𝘨 (penyemprotan) disinfektan baik secara sendiri maupun dengan mobil 𝘎𝘶𝘯𝘯𝘦𝘳 𝘚𝘱𝘳𝘢𝘺 milik PMI. Sudah sekitar 50-an kali ia aktif melakukan kegiatan penyemprotan bersama PMI. Reza juga turut standby di Markas Kota PMI Yogyakarta yang terkadang baik siang maupun malam ikut dalam kegiatan pertolongan pertama dengan kru Ambulans PMI seperti saat terjadi kecelakaan lalu lintas bahkan mengangkut korban meninggal dunia pun juga pernah dilakukannya. Tentunya dalam melakukan tugasnya bersama PMI Kota Yogyakarta, Reza juga memakai Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar seperti Hazmat yang sangat gerah karena minimnya sirkulasi udara. Penggunaan APD itu menuntut ia dan para pengguna yang lain untuk bisa menahan diri tidak makan atau minum, agar dapat mengurangi keinginan buang air. Ia juga terlibat di Tim Dekontaminasi PMI Kota Yogyakarta yang berkolaborasi dengan BPBD Kota Yogyakarta. Reza mengaku motivasinya aktif sebagai sukarelawan di PMI datang dari panggilan hati dan rasa ingin membantu sesama.


Awalnya Reza hanya ikut-ikutan mendaftar sebagai calon anggota KSR PMI STIKes Surya Global pada 2019. Semasa sekolah di SMK ia tidak pernah aktif di organisasi manapun. Tapi seiring perjalanan waktu dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) KSR PMI STIKes Surya Global hingga dilantik dan dikukuhkan pada awal Maret 2020, rasa kecintaan dan pengabdiannya sebagai seorang relawan kemanusian mulai merasuk dalam dirinya. Sehingga ia tidak sungkan ketika ditugaskan baik di kampus maupun terjun di lapangan.


Tinggal di pesantren bukan sesuatu hal yang baru bagi Reza karena semasa menjadi siswa SMKN 1 Hanau Seruyan, ia juga tinggal di asrama. Dan di Pesantren STIKes SurGa Reza tinggal di 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 (asrama) Darush Sholihin. Ketika ditanya bagaimana cara ia mengatur jadwal antara menjadi sukarelawan dan mahasiswa santri yang tengah menjalani kuliah secara daring, Reza mengaku belum mendapatkan kendala yang berarti. Selain aktif di KSR PMI, Reza juga mengikuti kegiatan mahasiswa lainnya seperti KAMMI dan KMNU STIKes Surya Global.


Mahasiswa santri yang lahir 7 Februari 2000 di Kuala Kuayan, Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah ini mempunyai hobi antara lain membaca Komik, Novel-novel karya Andrea Hirata, dan sejak di Jogja mulai mempunyai hobi baru mendaki gunung.


Mahasiswa yang gemar makan Mi Ayam Tumini yang legendaris di Jogja ini mengaku selama aktif menjadi relawan tidak pernah timbul rasa bosan, jenuh dan sebagainya. Malah banyak menimba ilmu dan pengalaman baru dari para senior-senior PMI lainnya.


Ada pesan nih dari Reza buat calon-calon mahasiswa santri baru STIKes Surya Global: "Rekan-rekan harus punya 𝘢𝘵𝘵𝘪𝘵𝘶𝘥𝘦, prinsip, kedisiplinan dan mental yang kuat. Jadi kalau punya semua itu, mau di mana pun bisalah sukses."


Itulah pengalaman Rezali Rahman yang bisa menjadi contoh bagi sobat SurGa yang meski dalam keadaan serba terbatas pada masa pandemi Covid1-19 ini ia dengan ikhlas tanpa pamrih turut aktif sebagai relawan PMI berkontribusi di tengah masyarakat. Semoga kisahnya menginspirasi buat Sobat Surga semua...😉 (HNC)


Lihat Selengkapnya
Sabtu, 25 Juli 2020, 11:20 WIB

PENDAFTARAN PROGRAM TRANSFER KREDIT PRODI KEPERAWATAN STIKES SURYA GLOBAL DENGAN BCNKK THAILAND TAHUN 2020

Program transfer kredit merupakan salah satu bentuk program mobilitas mahasiswa yang digagas untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa terkait atmosfir akademik dan kehidupan kampus di perguruan tinggi mitra. Pengetahuan dan pengalaman ini diharapkan dapat mengembangkan wawasan internasional mahasiswa dan meningkatkan peluang mahasiswa untuk menjalin jejaring dengan mitra dalam skala luas.



Program ini menawarkan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi mitra luar negeri, dalam hal ini adalah 𝐁𝐨𝐫𝐨𝐦𝐚𝐫𝐚𝐣𝐨𝐧𝐚𝐧𝐢 𝐂𝐨𝐥𝐥𝐞𝐠𝐞 𝐨𝐟 𝐍𝐮𝐫𝐬𝐢𝐧𝐠 𝐊𝐡𝐨𝐧 𝐊𝐚𝐞𝐧 (𝐁𝐂𝐍𝐊𝐊) 𝐓𝐡𝐚𝐢𝐥𝐚𝐧𝐝. Program ini akan dilaksanakan secara daring keseluruhan (𝑓𝑢𝑙𝑙 𝑜𝑛𝑙𝑖𝑛𝑒).


Jumlah mata kuliah yang dapat diambil mahasiswa minimal 6 SKS, dilaksanakan dalam jangka waktu maksimal 1 (satu) semester atau 5 (lima) bulan. Jenis mata kuliah yang diambil diprioritaskan untuk mata kuliah yang dapat ditransfer ke dalam kurikulum STIKes Surya Global semester 5 (lima). Terkait mata kuliah yang akan dilakukan transfer kredit, akan dikordinasikan oleh koordinator program dari kedua pihak (SSG-BCNKK).


Mahasiswa calon peserta program transfer kredit Internasional akan diseleksi dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Mahasiswa program Sarjana (S1); 2. Mahasiswa peserta transfer kredit internasional adalah mahasiswa semester 5 (lima); 3. Terdaftar dan aktif sebagai mahasiswa; dan 4. Memiliki sertifikat TOEFL dengan skor minimum 450 atau IELTS minimum 5.0. atau sertifikat kemampuan bahasa Inggris lainnya yang setara.


Adapun berkas yang harus mahasiswa siapkan adalah sebagai berikut: 1. Curriculum vitae; 2. Transkrip akademik; dan 3. Sertifikat kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL atau IELTS).


Komponen bantuan biaya yang akan diberikan kepada mahasiswa terpilih adalah sebagai berikut: 1. Biaya hidup/ 𝑙𝑖𝑣𝑖𝑛𝑔 𝑐𝑜𝑠𝑡 selama program transfer kredit berjalan; 2. Kuota internet/biaya komunikasi per bulan bagi mahasiswa; dan 3. Bantuan pembelian buku bagi mahasiswa.


Mekanisme seleksi meliputi 𝑑𝑒𝑠𝑘 𝑒𝑣𝑎𝑙𝑢𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 (seleksi berkas) dan wawancara. Wawancara dilaksanakan bagi mahasiswa yang lulus tahap desk evaluation . Kriteria wawancara meliputi sikap, prestasi akademik, dan kemampuan bahasa. Kelulusan calon peserta diumumkan paling lambat 1 minggu setelah proses wawancara.


Bagi mahasiswa yang tertarik mengikuti program ini, silakan dapat melakukan pendaftaran dan pengumpulan berkas dalam bentuk pdf pada link berikut: 𝐡𝐭𝐭𝐩𝐬://𝐛𝐢𝐭.𝐥𝐲/𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫𝐚𝐧𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐟𝐞𝐫𝐊𝐫𝐞𝐝𝐢𝐭𝐒𝐒𝐆𝟐𝟎𝟐𝟎


𝐁𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐇𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐈𝐧𝐭𝐞𝐫𝐧𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥 𝐒𝐓𝐈𝐊𝐞𝐬 𝐒𝐮𝐫𝐲𝐚 𝐆𝐥𝐨𝐛𝐚𝐥


I Made Moh. Yanuar Saifudin, S.Kep.,Ns.



Narahubung: 0812 2543 8514


𝑁𝐵: 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑢𝑚𝑝𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 30 𝐽𝑢𝑙𝑖 2020. 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑢𝑚𝑢𝑚𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑤𝑎𝑤𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑙𝑎𝑘𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 3-4 𝐴𝑔𝑢𝑠𝑡𝑢𝑠 2020


Lihat Selengkapnya
Senin, 20 Juli 2020, 1:02 WIB

TIM STIKES SURYA GLOBAL RAIH JUARA 1 KTI DAN JUARA 1 POSTER ILMIAH PILKETANNAS 2020

 


Prestasi demi prestasi kembali diraih mahasiswa santri STIKES SURYA GLOBAL khususnya mahasiswa santri program studi Keperawatan. Kali ini tim-tim dari STIKes SurGa berhasil meraih Juara 1 pada ajang Pekan Ilmiah Keperawatan Nasional (PILKETANNAS) 2020 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak. Tema PILKETANNAS tahun ini adalah: "Nursing Care Of Complementary Therapy".


Pengumpulan karya PILKETANNAS 2020 digelar sejak tanggal 19 April sampai 13 Juli 2020. Setelah melalui penilaian oleh Juri pada 14 - 16 Juli 2020, kemudian diumumkanlah tim-tim yang masuk Finalis pada 17 Juli 2020. Tiga tim dari STIKes Surya Global berhasil masuk finalis bersama tim-tim dari Universitas Brawijaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Nasional, Universitas Riau dan Universitas Tanjungpura.


Pada tanggal 18 Juli 2020 diumumkanlah para pemenang dari hasil 5 besar Finalis Lomba KTI dan 5 besar Lomba Poster Nasional. Dan akhirnya Syukur Alhamdulillah tim dari STIKes Surya Global berhasil meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Juara I Lomba Poster Nasional PILKETANNAS 2020. Berikut data tim-tim yang meraih Juara 1 selengkapnya.


🥇𝗝𝗨𝗔𝗥𝗔 𝟭 𝗞𝗔𝗥𝗬𝗔 𝗧𝗨𝗟𝗜𝗦 𝗜𝗟𝗠𝗜𝗔𝗛 Tim SSG MANTAB a. 𝘼𝙣𝙙𝙞 𝙎𝙪𝙠𝙢𝙖 (Kelas : E/Kp/4) Asal : Masamba,Makassar, Sulawesi Selatan b. 𝙄𝙨𝙢𝙖 𝙉𝙪𝙧 𝙃𝙞𝙠𝙢𝙖𝙝 (Kelas : E/KP/4) Asal : Indramayu, Jawa Barat c. : 𝗞𝗵𝗼𝗹𝗶𝘀𝘀𝗵𝗼𝘁𝘂𝗻 𝗡𝗮𝗳𝗶𝗮𝗵 (Kelas : C/KP/4) Asal : Klaten Selatan, Klaten, Jateng


📌Judul KTI: "𝑩𝒆𝒌𝒂𝒎 𝑶𝒕𝒘 𝑨𝒑𝒑" (Pengembangan aplikasi Bekam On The Way sebagai inovasi Layanan Berbekam di Masa Pandemi)


🥇𝗝𝗨𝗔𝗥𝗔 𝟭 𝗣𝗢𝗦𝗧𝗘𝗥 𝗜𝗟𝗠𝗜𝗔𝗛 Tim ACTION: a. 𝙆𝙖𝙧𝙣𝙖𝙣𝙙𝙤 𝙍𝙤𝙨𝙞𝙦𝙪𝙡 𝙄𝙡𝙢𝙞 (Kelas : D/KP/4) Asal :Bengkulu b. 𝘼𝙣𝙙𝙞 𝙎𝙪𝙠𝙢𝙖 (Kelas : E/KP/4) Asal : Masamba, Makassar, Sulawesi Selatan c. 𝙄𝙗𝙧𝙖𝙝𝙞𝙢 (Kelas : D/KP/4) Asal : Tomini Barat, Sulawesi Tengah Tengah


📌Judul Poster Ilmiah : "𝑹𝒂𝒎𝒖𝒂𝒏 𝑻𝑬𝑴𝑼𝑲𝑨𝑵𝑮𝑬𝑵 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊 𝒊𝒎𝒖𝒏𝒐𝒅𝒖𝒍𝒂𝒕𝒐𝒓 𝒅𝒊 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒑𝒂𝒏𝒅𝒆𝒎𝒊 𝑪𝑶𝑽𝑰𝑫 -19"


𝘉𝘢𝘳𝘳𝘢𝘬𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶 𝘧𝘪𝘪𝘬𝘶𝘮, selamat buat para mahasiswa santri STIKes Surya Global yang berhasil meraih Juara 1 maupun yang masuk finalis. Semoga bisa diikuti juga oleh para mahasiswa-mahasiswa santri lain dengan tetap berkarya dan berprestasi secara daring di masa pandemi ini. 😍👍


𝑟𝑒𝑝𝑜𝑟𝑡𝑒𝑟: 𝑌𝑒𝑡𝑖 𝑃𝑎𝑟𝑖𝑑𝑎

Lihat Selengkapnya
Selasa, 05 November 2019, 10:17 WIB

KUNJUNGAN MAHASISWA UNIVERSITY of THE SUNSHINE COAST AUSTRALIA KE STIKES SURYA GLOBAL

Pada hari Jum'at siang tanggal 1 November 2019 STIKes Surya Global kedatangan tamu dari mahasiswa School of Nursing, Midwifery and Paramedicine University of The Sunshine Coast (USC) yang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Australia. Kedatangan mereka didampingi juga oleh beberapa dosen dan perwakilan dari Karima Health Care Community. Mereka diterima di ruang GSP 1 oleh Ketua STIKes Surya Global bapak Dwi Suharyanta, ST, M.PH., Amir Pesantren Surga bapak Sugiono, S.IP., MM.,M.PH., Wakil Ketua I bapak Dedy Koeswoyo,S.IP., M.PH., Wakil Ketua III bapak Suyatno, S.Pd.I.,M.Pd.I., Kepala prodi Pendidikan Prefesi Ners ibu Ani Mashunatul Mahmudah, S.Kep., Ns., M.Kep., dan beberapa dosen lainnya. Dalam kesempatan ini Ketua STIKes Surya Global mengucapkan selamat datang kepada para dosen dan mahasiswa USC ke kampus STIKes Surya Global. Pak Antok juga memperkenalkan STIKes Surya Global dimana nama Surya Global disingkat menjadi Surga yang dalam bahasa Inggris adalah 'heaven'.


Sedangkan perwakilajn dari USC juga mengapresiasi sambutan yang baik dan ramah dari STIKes Surga. Dalam kesempatan ini pula dosen prodi Keperawatan bapak Aris Setyawan, S.Kep., Ns. menyampaikan presentasi tentang Keperawatan Holistik yang diajarkan kepada para mahasiswa Keperawatan STIKes Surga. Saat adzan berkumandang acara dihentikan sementara untuk memberi kesempatan bagi yang muslim untuk sholat Ashar di masjid Baitu Surga. Setelah itu dilanjutkan perkenalan oleh masing-masing mahasiswa dan dosen USC.


Kemudian dilangsunkan penyerahan sertifikat dari USC yang kemudian diterima Ketua STIKes Surya Global. Setelah itu dilangsungkan foto bersama di depan GSP STikes Surga. Para mahasiswa dan dosen USC dengan didampingi beberapa anggota Majelis dan mahasiswi prodi Keperawatan kemudian menuju ke kampus timur untuk mengunjungi Mini Hospital dengan berjalan kaki melewati pesantren mahasiswa STIkes Surga. Sesampainya di Mini Hospital STIKes Surya Global para mahasiswa USC tampak antusias melihat berbagai ruangan seperti ruang rawat inap, Instalasi Bedah Sentral, ruang rawat anak, dll sebagai tempat praktik simulasi bagi para mahasiswa Keperawatan STIKes Surya Global.


Sesampainya di lapangan kampus timur mereka menjumpai mahasiswa Keperawatan STIKes Surya Global sedang latihan simulasi Kegawat Daruratan, bahkan salah satu mahasiswa USC ikut terlibat dalam praktek penanganan fraktur. Keakraban mereka juga terjalin saat mahasiswa prodi Kesehatan Masyarakat keluar dari ruang kuliah dan tidak sungkan untuk berfoto bersama. Setelah berfoto bersama para mahasiswa santri STIKes Surya Global, para dosen dan mahasiswa USC kembali ke bus meninggalkan STIKes Surya Global. Rencananya mereka berada di Jogja selama 2 pekan untuk tinggal bersama masyarakat di desa Dlingo Bantul dalam kegiatan semacam kuliah kerja nyata.


Lihat Selengkapnya