Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2020 2021 sudah dibuka -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺

Berita

Kamis, 13 Februari 2020, 11:04 WIB

MAHASISWI STIKES SURYA GLOBAL JADI DELEGASI INDONESIA DI ISTANBUL YOUTH SUMMIT (IYS) 2020 DI TURKI

 ISTANBUL - Anita Yustika, mahasiswi program studi Keperawatan STIKes Surya Global asal Bontang, Kalimantan Timur turut hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi Istanbul Youth Summit (IYS) 2020 di Istanbul, Turki.


Anita menjadi salah satu delegasi terpilih dari ratusan pendaftar dari berbagai negara dengan latar belakang yang berbeda-beda seperti akademisi, dosen, mahasiswa, pebisnis, peneliti bahkan dokter.


"Awal mulanya melihat postingan kakak tingkat yang kuliah di UAD (Universitas Ahmad Dahlan) yang ikut program sebelumnya untuk periode 2019. Kemudian menjadi tertarik untuk ikut juga dan mencoba mendaftar untuk periode 2020. Alhamdulillah 'ala kulli hal.. Allah mudahkan segalanya. Alhamdulillah bersyukur diberikan kesempatan untuk bisa mengikuti program IYS sehingga bisa menginjakkan kaki di negeri 2 benua serta bisa berdiskusi dan bertukar pikiran dengan orang-orang hebat", ungkap Anita kepada jurnalis media siber STIKes Surya Global.


Konferensi Pemuda Internasional ini berlangsung selama empat hari dari tanggal 27 - 30 Januari 2020. Kegiatan IYS 2020 dengan tema “Preparing Youth Leaders 2045: a breakthrough in regeneration for strategic position in government and non-government organization” merupakan program yang diselenggarakan oleh Youth Break the Boundaries Foundation bekerjasama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).


Kegiatan hari pertama yaitu Gala Dinner, Opening Ceremony dan Cultural Night yang bertempat di Fatih Belediyesi Nikah Salonu. Pada malam pembukaan acara, sesuai dengan slogan program ini yaitu Collaboration in Diversity, seluruh delegasi mengenakan pakaian adat untuk memperkenalkan adat daerahnya masing-masing serta saling berkenalan dan menikmati jamuan makanan khas Turki.


Hari pertama dihadiri oleh Yanuar Nugroho (Former Deputy Chief of Staff Executive Office of the President, Indonesia 2015-2019), Ilker Astarci (Director of the Center for Europe Union Education and Youth Programmes of the Republic of Turkey), Jeffry (The Representative from Consulate General of the Republic of Indonesia in Istanbul), Analisa Widyaningrum (Psychologist and CEO APDC Indonesia) dan Hofyan Nazakki (Director of Youth Break the Boundaries Foundation).


Pada hari kedua digelar Opening of Symposium yang dimeriahkan oleh beberapa stan dari mahasiswa internasional untuk memberikan informasi mengenai beberapa kampus di turki dan persembahan tarian traditional oleh delegasi, dalam hal ini Anita bersama delegasi wilayah DIY memperkenalkan Kebudayaan Indonesia di Turki dengan membawakan Traditional Medley Dance Performer, persembahan ini terdiri dari 6 gabungan tarian dan lagu nusantara serta diperagakan menggunakan kostum tari Saman, baju Bodo pakaian adat Sulawesi Selatan dan baju adat Bali.


Acara hari kedua ini, dihadiri oleh Enes Efendioglu (Penasihat Beasiswa Pemerintah Turki, Turkiye Burslari Scholarship) dan juga tokoh pembicara Yanuar Nugroho (Former Deputy Chief of Staff Executive Office of the President, Indonesia 2015-2019) selain itu acara ini juga dihadiri oleh K.H Asrorun Ni’am Sholeh (Deputi Pengembangan Kepemudaan Kementrian Pemuda dan Olahraga RI), Analisa Widyaningrum (Psychologist and CEO APDC Indnesia), Turah Parthayana (Diaspora di Rusia and Youth Influencer Youtuber) dan Hofyan Nazakki (Director of Youth Break the Boundaries Foundation).


Para pemateri memaparkan mengenai berbagai permasalahan yang ada, tantangan pemuda di masa depan dalam menyelesaikan polemik permasalahan bangsa dan dunia hingga memberikan contoh dan kisah inspiratif dan motivasi dalam pengembangan kepemudaan.


Sedangkan di hari ketiga diisi dengan Presentation Social Project bertempat di Bağlarbaşi Kongre Ve Kültür Merkezi. Seluruh peserta dibagi kelompok untuk mempresentasikan projek sosial. Anita masuk sebagai kelompok 12 sekaligus sebagai wakil kelompok mempresentasikan proyek sosial yang sudah dirancang bersama kelompoknya, yaitu Kampanye Kesehatan Mental khususnya pada kasus bullying (perudungan).


Acara terakhir pada hari keempat yaitu University Visit. Kali ini para peserta IYS 2020 berkunjung ke Istanbul University dan mendapatkan sambutan hangat dari para petinggi Istanbul University seperti: Prof. Dr. Mahmut AK (Rektor Istanbul University), Prof. Dr. Recep Guloglu (Wakil Rektor Istanbul University), dan Prof. Dr. Murteza Bedir (Dekan Fakultas Ilmu Agama Istanbul University).


Pada pertemuan kali ini semua peserta IYS 2020 diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai apapun, baik itu tentang Turki, kampus, beasiswa, program pertukaran pelajar dan juga cara untuk melanjutkan studi di sana.Pihak Rektorat Istanbul University menyampaikan harapannya agar banyak warga Indonesia yang melanjutkan studi di Istanbul University.


Anita Yustika, delegasi STIKes Surya Global mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti program IYS 2020 ini, sekaligus dapat mengantongi beberapa link diantaranya tbbs.turkiyeburslari.gov.tr situs web resmi informasi beasiswa di Turki dan yos.istanbul.edu.tr/en/ situs web resmi tes ujian masuk perguruan tinggi di Turki, jika di Indonesia sama seperti SBMPTN. (Selfiana Sari)


Lihat Selengkapnya
Selasa, 04 Februari 2020, 2:46 WIB

23 MAHASISWA USC AUSTRALIA BERKUNJUNG KE STIKES SURYA GLOBAL

23 MAHASISWA USC AUSTRALIA BERKUNJUNG KE STIKES SURYA GLOBAL


STIKes Surya Global kembali mendapat kunjungan dari University of The Sunshine Coast (USC) Australia. Sebanyak 23 mahasiswa dan 1 dosen pendamping School of Nursing, Midwifery and Paramedicine University of The Sunshine Coast (USC) yang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Australia ini kemabali berkunjung pada hari Jum'at 31 Januari 2020. Pada kunjungan kali ini juga didampingi oleh Karima Health Care Community. Para mahasiswa Australia yang berkunjung ini juga didampingi oleh Mr. Matthew Francis Masson, dosen Nursing di University of the Sunshine Coast.


Mereka disambut di ruang GSP 1 oleh Ketua STIKes Surya Global bapak Dwi Suharyanta, ST, M.PH., Wakil Ketua I bapak Dedy Koeswoyo,S.IP., M.PH., Ns., M.Kep., dan beberapa mahasiswa program studi Pendidikan Profesi Ners STIKes Surya Global. Dalam kesempatan ini Wakil Ketua I STIKes Surya Global mengucapkan selamat datang kepada para dosen dan mahasiswa USC ke kampus STIKes Surya Global. Pak Deddy Koeswoyo juga memperkenalkan beberapa kegiatan baik kegiatan belajar mengajar, pondok pesantren, kepanduan, dll di STIKes Surya Global kepada para mahasiswa USC.


Mr. Matthew Masson selaku perwakilan dari USC juga mengapresiasi sambutan yang baik dan ramah dari STIKes Surga. Dalam kesempatan ini pula dosen prodi Keperawatan bapak Aris Setyawan, S.Kep., Ns. menyampaikan presentasi tentang Keperawatan Holistik yang diajarkan kepada para mahasiswa Keperawatan STIKes Surga dan juga praktek terapi bekam kepada para mahasiswa USC. Nampak para mahasiswa USC sangat antusias melihat teknik pengobatan Bekam yang baru pertama kali mereka saksikan di depan mata secara langsung. Beberapa mahasiswa termasuk Mr. Matthew tampak antusias menanyakan berbagai hal terkait terapi Bekam yang lazim dilakukan dalam pengobatan di agama Islam tersebut.


Setelah itu kemudian dilanjutkan presentasi dari para mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners STIKes Surya Global tentang Community Nursing di desa Kalasan dan Pleret.


Sebelum pulang para mahasiswa USC diajak meninjau pondok pesantren di maskan Darul Jannah. Maskan pada saat itu tampak sepi hanya beberapa mahasiswa santri prodi Farmasi yang nampak karena sebagian besar mahasiswa prodi Kesehatan Masyarakat sedang Kuliah Kerja Praktek di berbagai fasilitas kesehatan dan mahasisa prodi Keperawatan sedang libur. Satu hal yang menjadi keheranan mereka ketika mereka menanyakan biaya di pondok pesantren mereka sangat terkejut karena begitu murah biaya di ponpes termasuk makan dan listrik bahkan ada yang gratis bagi yang mendapat beasiswa tahfidz. Salah satu mahasiswa USC ternyata juga bisa berbahasa Indonesia dan pernah berkunjung ke Jogja sebelumnya.


Setelah berfoto bersama Ketua, Wakil Ketua I dan dosen STIKes Surya Global para mahasiswa kemudian melanjutkan perjalanan mereka dengan bus ke Dlingo yang rencanya selama 2 pekan mereka melaksanakan program pengabdian masyarakat dan pelayanan kesehatan di sana. (HNC)

Lihat Selengkapnya
Rabu, 29 Januari 2020, 1:58 WIB

CEGAH VIRUS CORONA DENGAN PHBS & GERMAS

Penularan virus Corona bisa dicegah dengan kondisi tubuh yang sehat dan imunitas yang baik. Untuk itu, yuk jaga diri dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) setiap hari.


Berikut langkah penting yang bisa menjadi panduan untuk melakukan PHBS & Germas :


1. Rutin aktivitas fisik. Lakukan minimal 30 menit/hari. Intensitasnya bisa dilakukan bertahap, yang penting konsisten. Tidak harus berat, gerakan ringan seperti jalan kaki juga boleh.



2. Makan dengan gizi seimbang. Saat makan perhatikan komposisi makanan yang dikonsumsi. Pastikan bahwa kebutuhan gizinya mencukupi tubuhmu. Caranya mudah, kamu bisa terapkan pola makan dengan menu Isi PiringKu. Jangan lupa, perbanyak konsumsi buah & sayur juga ya.


3. Cuci tangan pakai sabun. Kuman penyakit mudah ditularkan lewat tangan, secara kasat mata mungkin bersih, padahal ada banyak kuman yg menempel. Setelah dari tempat umum, setelah menyentuh barang publik & sebelum makan, cucilah tangan pakai sabun hingga bersih.


4. Jaga tubuhmu agar tetap terhidrasi dengan minum air mineral 8 gelas/hari. Harus sering-sering minum ya, jangan tunggu haus.


5. Tidak merokok baik rokok elektrik maupun konvensional serta tidak minum minuman beralkohol.


6. Masak makanan dengan tingkat kematangan sempurna dan jangan makan daging dari hewan yang berpotensi menularkan virus.


7. Istirahat cukup. Jangan begadang ya. Kurang tidur berakibat kurang fokus, obesitas, stress makin meningkat dan memperburuk kondisi kesehatan. Jaga stamina, kesehatan & konsentrasimu dengan tidur dan istirahat cukup.


8. Gunakan masker apabila batuk atau tutup mulut dengn lengan atas bagian dalam serta terapkan etika batuk.


9. Jika mengalami demam, batuk, pilek, sesak napas segeralah ke fasilitas kesehatan.


10. Jaga kebersihan lingkungan termasuk sanitasi agar kita tetap sehat. Lingkungan yang sehat bisa mewujudkan masyarakat yang sehat.


Bersama kita cegah virus Corona dengan jaga diri, jaga keluarga, jaga masyarakat dan jaga Indonesia.


Salam sehat, sehat Indonesia! 😷


Sumber: Kementerian Kesehatan RI


Lihat Selengkapnya
Selasa, 05 November 2019, 10:17 WIB

KUNJUNGAN MAHASISWA UNIVERSITY of THE SUNSHINE COAST AUSTRALIA KE STIKES SURYA GLOBAL

Pada hari Jum'at siang tanggal 1 November 2019 STIKes Surya Global kedatangan tamu dari mahasiswa School of Nursing, Midwifery and Paramedicine University of The Sunshine Coast (USC) yang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Australia. Kedatangan mereka didampingi juga oleh beberapa dosen dan perwakilan dari Karima Health Care Community. Mereka diterima di ruang GSP 1 oleh Ketua STIKes Surya Global bapak Dwi Suharyanta, ST, M.PH., Amir Pesantren Surga bapak Sugiono, S.IP., MM.,M.PH., Wakil Ketua I bapak Dedy Koeswoyo,S.IP., M.PH., Wakil Ketua III bapak Suyatno, S.Pd.I.,M.Pd.I., Kepala prodi Pendidikan Prefesi Ners ibu Ani Mashunatul Mahmudah, S.Kep., Ns., M.Kep., dan beberapa dosen lainnya. Dalam kesempatan ini Ketua STIKes Surya Global mengucapkan selamat datang kepada para dosen dan mahasiswa USC ke kampus STIKes Surya Global. Pak Antok juga memperkenalkan STIKes Surya Global dimana nama Surya Global disingkat menjadi Surga yang dalam bahasa Inggris adalah 'heaven'.


Sedangkan perwakilajn dari USC juga mengapresiasi sambutan yang baik dan ramah dari STIKes Surga. Dalam kesempatan ini pula dosen prodi Keperawatan bapak Aris Setyawan, S.Kep., Ns. menyampaikan presentasi tentang Keperawatan Holistik yang diajarkan kepada para mahasiswa Keperawatan STIKes Surga. Saat adzan berkumandang acara dihentikan sementara untuk memberi kesempatan bagi yang muslim untuk sholat Ashar di masjid Baitu Surga. Setelah itu dilanjutkan perkenalan oleh masing-masing mahasiswa dan dosen USC.


Kemudian dilangsunkan penyerahan sertifikat dari USC yang kemudian diterima Ketua STIKes Surya Global. Setelah itu dilangsungkan foto bersama di depan GSP STikes Surga. Para mahasiswa dan dosen USC dengan didampingi beberapa anggota Majelis dan mahasiswi prodi Keperawatan kemudian menuju ke kampus timur untuk mengunjungi Mini Hospital dengan berjalan kaki melewati pesantren mahasiswa STIkes Surga. Sesampainya di Mini Hospital STIKes Surya Global para mahasiswa USC tampak antusias melihat berbagai ruangan seperti ruang rawat inap, Instalasi Bedah Sentral, ruang rawat anak, dll sebagai tempat praktik simulasi bagi para mahasiswa Keperawatan STIKes Surya Global.


Sesampainya di lapangan kampus timur mereka menjumpai mahasiswa Keperawatan STIKes Surya Global sedang latihan simulasi Kegawat Daruratan, bahkan salah satu mahasiswa USC ikut terlibat dalam praktek penanganan fraktur. Keakraban mereka juga terjalin saat mahasiswa prodi Kesehatan Masyarakat keluar dari ruang kuliah dan tidak sungkan untuk berfoto bersama. Setelah berfoto bersama para mahasiswa santri STIKes Surya Global, para dosen dan mahasiswa USC kembali ke bus meninggalkan STIKes Surya Global. Rencananya mereka berada di Jogja selama 2 pekan untuk tinggal bersama masyarakat di desa Dlingo Bantul dalam kegiatan semacam kuliah kerja nyata.


Lihat Selengkapnya