Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2020 2021 sudah dibuka -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
CAMPUS NEWS
Selasa, 13 Oktober 2020, 2:57 WIB

Bagaimana Memilih dan Menggunakan Hand Sanitizer yang Tepat

Oleh: ᴀᴘᴛ. Yᴜʟɪ Nᴜʀᴜʟʟᴀɪʟɪ Eғᴇɴᴅɪ, S.Fᴀʀᴍ., M.Fᴀʀᴍ.
𝖣𝗈𝗌𝖾𝗇 𝖯𝗋𝗈𝖽𝗂 Farmasi 𝖲𝖳𝖨𝖪𝖾𝗌 𝖲𝗎𝗋𝗒𝖺 𝖦𝗅𝗈𝖻𝖺𝗅 𝖸𝗈𝗀𝗒𝖺𝗄𝖺𝗋𝗍𝖺

Di era pandemi Covid-19 ini, mayoritas kita lebih sadar akan kebersihan diri terutama kebersihan tangan. Salah satu alternatif membersihkan tangan yaitu dengan memakai 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘪𝘵𝘪𝘻𝘦𝘳. Selain dapat membunuh mikroba, pemakaian 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘪𝘵𝘪𝘻𝘦𝘳 dirasa praktis dan dapat dibawa ke manapun kita pergi. Namun tahukah kita jika 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘪𝘵𝘪𝘻𝘦𝘳r dapat berbahaya bagi kulit bahkan kesehatan tubuh? Mengapa demikian?

Jenis hand sanitizer berdasarkan bahan aktifnya yaitu 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘪𝘵𝘪𝘻𝘦𝘳 alkohol dan non-alkohol. Dalam hand sanitizer non-alkohol, bahan aktif yang bisa digunakan adalah 𝑏𝑒𝑛𝑧𝑎𝑙𝑘𝑜𝑛𝑖𝑢𝑚 𝑘𝑙𝑜𝑟𝑖𝑑𝑎 dan 𝑡𝑟𝑖𝑐𝑙𝑜𝑠𝑎𝑛. 𝐵𝑒𝑛𝑧𝑎𝑙𝑘𝑜𝑛𝑖𝑢𝑚 𝑘𝑙𝑜𝑟𝑖𝑑𝑎 merupakan bahan aktif yang tidak mudah terbakar dan tidak beracun, namun kurang efektif dalam mencegah penularan patogen. Dalam 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘪𝘵𝘪𝘻𝘦𝘳 dengan bahan aktif alkohol, 𝘞𝘰𝘳𝘭𝘥 𝘏𝘦𝘢𝘭𝘵𝘩 𝘖𝘳𝘨𝘢𝘯𝘪𝘻𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 (WHO) merekomendasikan penggunaan etil alkohol (etanol), dan isopropil alkohol. Kedua jenis alkohol tersebut aman digunakan dan efektif membunuh mikroba pada konsentrasi 60–95 persen.

Lantas, apa yang membuat 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘪𝘵𝘪𝘻𝘦𝘳 berbahaya?
Jenis alkohol yang tidak boleh ada di dalam hand sanitizer adalah metanol karena menyebabkan kebutaan bahkan kematian. Dalam kurun waktu bulan Mei sampai Juni 2020, tercatat ada 15 orang di Amerika Serikat dilarikan ke rumah sakit setelah menenggak 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘪𝘵𝘪𝘻𝘦𝘳 yang mengandung metanol, empat di antaranya meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami kebutaan. 𝘛𝘳𝘪𝘤𝘭𝘰𝘴𝘢𝘯 juga efektif membunuh mikroba, tetapi dapat masuk jauh ke dalam kulit dan memasuki aliran darah yang menyebabkan reaksi alergi. Penggunaannya dibatasi maksimal 0,3% dalam produk kosmetik.

Jadi, telitilah kandungannya sebelum membeli 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘪𝘵𝘪𝘻𝘦𝘳. Walaupun 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘪𝘵𝘪𝘻𝘦𝘳 dengan kandungan etanol, isopropil alkohol, dan hidrogen peroksida direkomendasikan WHO, tetap ada resiko keracunan jika digunakan terlalu sering. Pada tahun 2020 ini, 𝘈𝘮𝘦𝘳𝘪𝘤𝘢𝘯 𝘈𝘴𝘴𝘰𝘤𝘪𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 𝘰𝘧 𝘗𝘰𝘪𝘴𝘰𝘯 𝘊𝘰𝘯𝘵𝘳𝘰𝘭 𝘊𝘦𝘯𝘵𝘦𝘳 melaporkan 7593 kasus paparan 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘪𝘵𝘪𝘻𝘦𝘳 mengandung alkohol kepada anak-anak di bawah usia 12 tahun. Walaupun terpapar dalam jumlah sedikit, mereka mengalami pusing, mual, rasa kantuk, dan pada beberapa kasus anak-anak ini mengalami pernafasan berhenti bahkan kematian. Selain itu, dilaporkan dalam jurnal 𝑆𝑐𝑖𝑒𝑛𝑐𝑒 𝑜𝑓 𝑡ℎ𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑛𝑣𝑖𝑟𝑜𝑛𝑚𝑒𝑛𝑡 terjadi peningkatan resistensi mikroba akibat terlalu sering menggunakan 𝘩𝘢𝘯𝘥 𝘴𝘢𝘯𝘪𝘵𝘪𝘻𝘦𝘳 selama 30 hari secara terus menerus dengan kandungan alkohol. Kulit menjadi kering dan mengalami iritasi hingga kerusakan kulit yang menyebabkan kulit kehilangan fungsinya sebagai penangkal mikroba, bahkan terjadinya kanker kulit. Namun, kejadian kanker kulit akibat paparan alkohol ini masih diperdebatkan peneliti dan perlu penelitian lebih lanjut.

Bagaimana kita menyikapi permasalahan ini? Bijaklah menggunakan hand sanitizer dan tunggu artikel selanjutnya.