Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2020 2021 sudah dibuka -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
CAMPUS NEWS
Selasa, 21 Juli 2020, 10:45 WIB

CARA TERAPKAN GAYA HIDUP NOL SAMPAH (ZERO WASTE)

Oleh: 𝐍𝐨𝐫 π–π’π£πšπ²πšπ§π­π’, 𝐒.𝐊.𝐌., 𝐌.𝐊𝐞𝐬.
π·π‘œπ‘ π‘’π‘› π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘‘π‘– πΎπ‘’π‘ π‘’β„Žπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘€π‘Žπ‘ π‘¦π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘‘ 𝑆𝑇𝐼𝐾𝑒𝑠 π‘†π‘’π‘Ÿπ‘¦π‘Ž πΊπ‘™π‘œπ‘π‘Žπ‘™ π‘Œπ‘œπ‘”π‘¦π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘‘π‘Ž


Gaya hidup nol sampah salah satu solusi yang dapat diterapkan oleh masyarakat, berangkat dari keprihatinannya mengetahui fakta bahwa Indonesia merupakan negara penyumbang sampah terbesar di dunia yang dibuang ke lautan. Gaya hidup nol sampah (π‘§π‘’π‘Ÿπ‘œ π‘€π‘Žπ‘ π‘‘π‘’) menekankan pada cara manusia meminimalisasi, memilah dan mengelola sampah yang dihasilkan sehari-hari. Harapan di masa milenial ini bukan hanya “dianggap” sebagai tren belaka, tetapi kemudian benar-benar menerapkannya sebagai gaya hidup sehari-hari baik di lingkup rumah tangga maupun aktivitas manusia lainnya.



Manifestasi gaya hidup zero waste yang bisa dilakukan masyarakat sehari-hari bahwa zero waste terdiri dari πŸ“π‘, yakni 𝒓𝒆𝒇𝒖𝒔𝒆 (menolak), 𝒓𝒆𝒖𝒔𝒆 (menggunakan kembali), 𝒓𝒆𝒅𝒖𝒄𝒆 (mengurangi), π’“π’†π’„π’šπ’„π’π’† (memisah dan daur ulang) dan terakhir adalah 𝒓𝒐𝒕 (kompos). Perilaku yang dapat diterapkan sebagai berikut:


1. Menolak penggunaan plastik sekali pakai atau 𝑠𝑖𝑛𝑔𝑙𝑒 𝑒𝑠𝑒 π‘π‘™π‘Žπ‘ π‘‘π‘–π‘, seperti sedotan plastik dan kantong plastik. Berkomitmen menolak penggunaan plastik sekali pakai, setiap individu telah berkontribusi mengurangi konsumsi plastik.


2. Gunakan kembali barang-barang yang dimiliki sebagai pengganti dari 𝑠𝑖𝑛𝑔𝑙𝑒 𝑒𝑠𝑒 𝑠𝑑𝑒𝑓𝑓. Tanpa disadari, banyak hal yang telah kita miliki yang bisa digunakan kembali, seperti tas kain yang didapat dari acara seminar, botol-botol, tempat makan, alat makan, sapu tangan dan lain-lain.


3. Konsumsi dengan sadar, dan kurangi yang tidak dibutuhkan. Habiskan makanan, gunakan listrik dan air dengan hemat. Upayakan untuk selalu menggunakan transportasi publik, bersepeda, atau jalan kaki.


4. Pilah sampah dan distribusikan ke bank sampah atau TPA pemilahan sampah terdekat.


5. Kompos bahan-bahan organik di rumah. Indonesia merupakan negara ke-2 yang menghasilkan sampah makanan terbesar di dunia. Pembuatan kompos, maka berkontribusi membantu permasalahan sampah di Indonesia sebanyak lebih dari 50%.


Respons masyarakat terhadap gaya hidup nol sampah terbilang positif, bukan berarti untuk menerapkannya dalam keseharian adalah perkara yang mudah. Kendali berada di tangan masing-masing individu sebagai konsumen. Kesadaran perilaku masyarakat yang harus benar-benar memilah sendiri sampah dan melakukan 5R dalam kehidupan sehari-hari merupakan proses edukasi yang secara kontinue dilakukan dengan pemberian contoh perilaku oleh tokoh masyarakat dan edukasi dari dampak sampah sebagai faktor penyebab pencemaran lingkungan dan penularan penyakit.


πŸ—‘