Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2020 2021 sudah dibuka -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
GENERAL INFORMATION
Kamis, 30 April 2020, 9:34 WIB

ISTILAH-ISTILAH POPULER RAMADHAN

Saat bulan Ramadhan ada istilah-istilah populer yang sering digunakan di Indonesia. Tahukah Sobat SurGa kalau sebagian istilah-istilah itu diserap dari bahasa Arab atau bahasa lainnya? Arti aslinya kadang berbeda dengan pengertian kita selama ini. Yuk kita kupas satu-satu...


PUASA


Kata puasa dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Sanskerta उपवास "upavasa". Sedangkan bahasa Arab untuk kata puasa adalah: الصوم (shaum), yang kemudian diserap menjadi "saum" dalam bahasa Indonesia. Shaum ataupun shiyam terbentuk dari akar kata صام – يصوم yang berarti "imsâk" (menahan), "shamt" (diam tidak bicara), "rukûd" (diam tidak bergerak), dan "wuqûf" (berhenti).


SAHUR


Sahur dalam bahasa Arab diambil dari kata "sahara" (سحر) yang berarti penghujung malam. Makan sahur merujuk pada aktifitas makan dan minum yang sunnah dilakukan di penghujung malam menjelang fajar bagi yang akan melaksanakan ibadah puasa.(آخر الليل قبيل الفجر )


BUKA PUASA


Dalam bahasa Arab, buka puasa adalah Ifthar (إفطار). Aslinya, ifthar berarti sarapan. Intinya adalah makanan pertama. Gak peduli itu di pagi atau senja disebut ifthar. Ini sama dengan breakfast dalam bahasa Inggris. Break-fast: membatalkan puasa. Coba perhatikan Sobat SurGa, dalam bahasa Arab, kata "fitrh" (فطر) bermakna makan atau makanan dan bukan suci. Pembentukan kata dasar ini bisa menjadi makan pagi, yaitu "fathur" (فطور), dan juga bermakna berbuka puasa, yaitu ifthar (إفطار).


IMSAK


Kata "Imsãk" (إمساك) adalah masdar dari kata kerja "amsaka" yang artinya menahan, kebalikan dari kata kerja "arsala" ( ارسل, melepas). Imsãk di sini bukan “waktu imsak” dalam pengertian kita selama ini lho ya, jadi bukan batas waktu makan sahur”.


Dalam kamus al-’Ayn, kamus pertama dalam peradaban Islam karya Khalil bin Ahmad Al-Farahidi (718 – 789 M), shaum ataupun shiyam terbentuk dari akar kata صام – يصوم yang berarti imsâk (menahan), shamt (diam tidak bicara), rukûd (diam tidak bergerak), dan wuqûf (berhenti). Jadi kedua kata tersebut secara bahasa berarti meninggalkan atau tidak makan-minum, tidak berbicara, dan tidak melakukan aktivitas apapun. Makna harfiah ini kemudian menjadi makna pakem yang melekat pada istilah shaum dan shiyam sampai saat ini, sebagaimana yang termaktub dalam kamus kontemporer al-Mu’jam al-Wasîth karya Majma’ul Lughah al-Arabiyah Mesir.


TAKJIL


Banyak yang keliru, mengartikan takjil sebagai makanan atau hidangan berbuka puasa. Padahal arti kata tersebut tidak ada hubungannya dengan makanan baik dalam bahasa Arab sebagai asal ‘kata takjil’ maupun dalam kamus Indonesia. Kata Takjil berasal dari bahasa arab yg seharusnya ditulis TA’JIL yang artinya ‘bersegera atau percepat’. Ta’jil berasal dari kata عَجَّلَ. Jika ditashrif akan menjadi عَجَّلَ – يُعَجِّلُ – تَعْجِيْلاً( تَعْجِيْل ) =Menyegerakan berkedudukan sebagai mashdar


Terkait kata ta'jil dalam hadits disebutkan:


لا يَزَالُ اَلنَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ


“Manusia senatiasa berada dalam kebaikan selama mereka masih menyegerakan buka puasa.”


Pengertian TAKJIL berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia juga memiliki arti ‘Mempercepat atau penyegeraan’ dalam berbuka puasa. Cuma dalam penulisannya saja agak berbeda yang seharusnya Ta’jil huruf mati dari 'Ain (ع) dalam kamus KBBI ditulis huruf mati dari Kaf (ﻙ) menjadi Takjil


TARAWIH


Istilah Tarawih adalah bahasa arab (تراويح) yang merupakan bentuk jamak/plural dari kata Tarwihah (ترويحة) bentuk mashdar/noun dari رَوَّحَ - يُرَوِّح yang bermakna Istirahat, rehat, rahat. Alasan penamaannya adalah karena pada zaman dahulu para shahabat ketika melaksanakan sholat Tarawih selalu istirahat sejenak untuk berdzikir atau yang lain setelah 2 kali salam atau 4 roka'at. Dan bahkan hingga kini sering kita temui di masjid-masjid ketika tarawih dan selesai salam, maka dilanjutkan dengan doa atau dzikir. Ini bentuk dari Tarawih (istirahat) itu sendiri.Dari sini diketahui bahwa istilah tarawih baru muncul di masa shahabat. Artinya, Nabi Muhammad SAW belum menamakan ibadah ini dengan nama Tarawih, akan tetapi Qiyam (قيام رمضان).


NGAJI atau TADARUS


Ngaji sekarang lebih banyak dimaknai sebagai membaca Al-Quran. Padahal, mengaji satu akar kata dengan mengkaji, artinya ya seperti tadarus: mempelajari. Jadi, bukan sekadar membaca Al-Quran. Kata تَدَارُسٌ (tadaarusun) jika diwaqaf menjadi tadaarus berasal dari kata دَرَسَ (darasa) yang artinya adalah belajar. Kemudian mengikuti wazan تَفَاعَلَ (tafaa’ala), sehingga mauzunnya menjadi تَدَارَسَ (tadaarasa). Fi’il yang mengikuti wazan ini salah satunya mempunyai arti لِلْمُشَارِكَةِ fa’il (subjek) dan maf’ulnya (objek) bersamaan dalam melakukan perbuatan, sehingga artinya menjadi saling mempelajari. Kemudian ditashrif :تَدَارَسَ – يَتَدَارَسُ – تَدَارُساًSehingga mendapatkan kata تَدَارُساً tadaarusan, yang berkedudukan sebagai mashdar. Sehingga artinya adalah pembelajaran secara bersama-sama,


ٍSeperti yang terdapat pada kalimat :وَيتَدَارَسُوْنَهُ بَينَهُم“Dan mereka saling mempelajarinya di antara mereka,”


Kata يتَدَارَسُوْنَ (yatadaarasuuna), terdiri dari kata يَتَدَارَسُ (yatadaarasu) dan dhomir muttashil هُمْ (mereka). Sehingga artinya menjadi: mereka saling mempelajari._______


Nah, sudah jelas kan Sobat SurGa berbagai istilah-istilah populer di bulan Ramadhan? Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu kita. (HNC)