Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
GENERAL INFORMATION
Selasa, 03 November 2020, 2:15 WIB

KHARAKTERISTIK PEREMPUAN PENGHUNI SURGA


 



Sobat SurGa, ada empat karakteristik yang disebutkan Rasulullah ﷺ sebagai ciri perempuan penghuni surga. Apa sajakah itu? Yuk kita simak.




Rasulullah ﷺ bersabd:




“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.




“𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑒𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑢𝑛𝑎𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑠ℎ𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑙𝑖𝑚𝑎 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢, 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑑𝑖 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑅𝑎𝑚𝑎𝑑ℎ𝑎𝑛, 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑙𝑢𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑎𝑡𝑖 𝑠𝑢𝑎𝑚𝑖𝑛𝑦𝑎; 𝑛𝑖𝑠𝑐𝑎𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑘𝑎𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎𝑛𝑦𝑎: “𝑀𝑎𝑠𝑢𝑘𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑢𝑟𝑔𝑎 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑖𝑛𝑡𝑢 𝑚𝑎𝑛𝑎𝑝𝑢𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑎𝑢 𝑚𝑎𝑢”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany)




𝟭. 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗴𝗮 𝘀𝗵𝗮𝗹𝗮𝘁 𝘄𝗮𝗷𝗶𝗯 𝗹𝗶𝗺𝗮 𝘄𝗮𝗸𝘁𝘂.

Dengan menjaga shalat wajib lima waktu, secara tidak langsung juga sedang menjaga amalan-amalan baik lainnya. Sebab shalat adalah satu hal yang bisa menjadi penentu dalam hidup seseorang. Jika shalatnya bagus, maka amal yang lain pun baik. Tetapi jika shalatnya bermasalah, maka amal yang lain juga bermasalah.




𝟮. 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗽𝘂𝗮𝘀𝗮 𝗱𝗶 𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗱𝗮𝗻.

Berpuasa di bulan Ramadan adalah sebuah keawajiban yang termasuk dalam rukun Islam yang ketiga. Perempuan yang berpuasa di bulan Ramadan adalah perempuan yang sedang mengharap ridha Allah. Mengapa demikian? Sebab tiada lagi yang ia harapkan kecuali ridha dari Allah.




𝟯. 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝘂𝗵𝗶 𝘇𝗶𝗻𝗮.

Maryam binti Imran, ibunda Nabi Isa mendapat kemuliaan sebagai teladan para perempuan dunia akhirat. Maryam adalah contoh perempuan yang menjaga kehormatan dirinya.




“𝑀𝑎𝑘𝑎 𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑑𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑏𝑖𝑟 (𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑙𝑖𝑛𝑑𝑢𝑛𝑔𝑖𝑛𝑦𝑎) 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎; 𝑙𝑎𝑙𝑢 𝐾𝑎𝑚𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑢𝑡𝑢𝑠 𝑟𝑜ℎ 𝐾𝑎𝑚𝑖 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎𝑛𝑦𝑎, 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑒𝑙𝑚𝑎 𝑑𝑖 ℎ𝑎𝑑𝑎𝑝𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 (𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑛𝑡𝑢𝑘) 𝑚𝑎𝑛𝑢𝑠𝑖𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑚𝑝𝑢𝑟𝑛𝑎. 𝑀𝑎𝑟𝑦𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑡𝑎, ‘𝑆𝑒𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑏𝑒𝑟𝑙𝑖𝑛𝑑𝑢𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑎𝑑𝑎𝑚𝑢 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑇𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑌𝑎𝑛𝑔 𝑀𝑎ℎ𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑢𝑟𝑎ℎ, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑎𝑘𝑤𝑎.’ 𝐼𝑎 (𝑗𝑖𝑏𝑟𝑖𝑙) 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑡𝑎, ‘𝑆𝑒𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑖𝑛𝑖 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑢𝑡𝑢𝑠𝑎𝑛 𝑇𝑢ℎ𝑎𝑛𝑚𝑢, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟𝑖𝑚𝑢 𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑙𝑎𝑘𝑖-𝑙𝑎𝑘𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑢𝑐𝑖.’ 𝑀𝑎𝑟𝑦𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑡𝑎, ‘𝐵𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑑𝑎 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑘𝑢 𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑙𝑎𝑘𝑖-𝑙𝑎𝑘𝑖, 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑎𝑛𝑢𝑠𝑖𝑎𝑝𝑢𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑒𝑛𝑡𝑢ℎ𝑘𝑢 𝑑𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑢 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 (𝑝𝑢𝑙𝑎) 𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑧𝑖𝑛𝑎!” (QS. Maryam 17-20).




Bahkan ketika yang mendatangi dirinya berupa malaikat yang suci yang menjelma sebagai pria, Maryam tetap meminta perlindungan Allah. Inilah salah satu ciri perempuan penghuni surga. Dia sangat berhati-hati terhadap kehadiran pria. Dia menjaga kehormatannya, dia tidak sembarangan bergaul dengan pria yang bukan mahramnya. Di situlah kemuliaan perempuan muslimah.




Di surat Al Mumtahanah ayat 12 juga disebutkan bahwa Nabi ﷺ menerima janji para perempuan untuk tidak berbuat syirik dan tidak berbuat zina. Janji inilah yang mengantarkan para perempuan kepada derajat paling mulia dan mengantarkanya menuju surga.




Menjaga kehormatan diri perempuan itu dimulai dari menutupi auratnya. Dia tutupi jika keluar rumah atau ia tutupi dari pandangan pria yang bukan mahramnya. Karena aurat itulah awal dari perbuatan dosa. Jika ia terbuka, ia menjadi dosa dan bahkan dosa bertumpuk karena pria lain juga mendapat dosa atas terlihatnya aurat perempuan.




𝟰. 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗮𝗮𝘁 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝘀𝗮𝗻𝗴 𝘀𝘂𝗮𝗺𝗶.

Allah ta’ala berfirman,




فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ




“𝑀𝑎𝑘𝑎 𝑤𝑎𝑛𝑖𝑡𝑎-𝑤𝑎𝑛𝑖𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠ℎ𝑎𝑙𝑖ℎ𝑎ℎ, 𝑖𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑎𝑡 (𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝐴𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑢𝑎𝑚𝑖) 𝑙𝑎𝑔𝑖 𝑚𝑒𝑚𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎 𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑘𝑎 𝑠𝑢𝑎𝑚𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑎𝑑𝑎, 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝐴𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑚𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎 (𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎).” [An-Nisa: 34]




Rasulullah ﷺ juga bersabda:




أَلَا أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ




“𝑀𝑎𝑢𝑘𝑎ℎ 𝑎𝑘𝑢 𝑏𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎𝑚𝑢 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑖𝑘-𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ𝑎𝑟𝑎𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑒𝑙𝑎𝑘𝑖, 𝑦𝑎𝑖𝑡𝑢 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑠ℎ𝑎𝑙𝑖ℎ𝑎ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎 𝑑𝑖𝑝𝑎𝑛𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎, 𝑏𝑖𝑙𝑎 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑖𝑛𝑡𝑎ℎ 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑎𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎, 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑙𝑎 𝑖𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑠𝑖 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑖𝑛𝑖 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑔𝑎 𝑑𝑖𝑟𝑖𝑛𝑦𝑎.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)




Itulah empat kharakter perempuan penghuni surga. Maka dari itu, sudah seharusnya para muslimah bercermin dan meneladani kehidupan dari wanita-wanita penghuni surga seperti Maryam, Khadijah, Asyiah dan lain-lainnya.




Dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma, Nabi ﷺ bersabda:




أفضل نساء أهل الجنة خديجة بنت خويلد وفاطمة بنت محمد ومريم بنت عمران

وآسية بنت مزاحم امرأة فرعون




"𝑃𝑒𝑟𝑒𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛-𝑝𝑒𝑟𝑒𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝑠𝑢𝑟𝑔𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝐾ℎ𝑎𝑑𝑖𝑗𝑎ℎ 𝑏𝑖𝑛𝑡𝑢 𝐾ℎ𝑢𝑤𝑎𝑖𝑙𝑖𝑑, 𝐹𝑎𝑡ℎ𝑖𝑚𝑎ℎ 𝑏𝑖𝑛𝑡𝑢 𝑀𝑢ℎ𝑎𝑚𝑚𝑎𝑑, 𝑀𝑎𝑟𝑦𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑛𝑡𝑢 𝐼𝑚𝑟𝑎𝑛, 𝑑𝑎𝑛 𝐴𝑠𝑖𝑦𝑎ℎ 𝑏𝑖𝑛𝑡𝑢 𝑀𝑢𝑧𝑎ℎ𝑖𝑚 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖 𝐹𝑖𝑟'𝑎𝑢𝑛" (HR. Ahmad [1/293], dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no.1508).