Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2020 2021 sudah dibuka -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
CAMPUS NEWS
Rabu, 29 Juli 2020, 10:05 WIB

KISAH MAHASISWA STIKES SURGA JADI RELAWAN PMI SELAMA PANDEMI COVID-19

Menjadi mahasiswa itu harus kreatif, inovatif serta berjiwa sosial tinggi. Selain itu juga harus memiliki jiwa peduli lingkungan dan memiliki jiwa kemanusian yang tinggi serta peduli terhadap sesama.


Lamanya masa pandemi Covid-19 mempengaruhi proses belajar mengajar secara tatap muka termasuk kegiatan di Pesantren dan Kampus STIKES Surya Global. Hampir sebagian besar mahasiswa santri STIKes Surya Global yang berasal dari Aceh hingga Papua sejak akhir bulan Maret 2020 kembali ke kampung halamannya. Tapi beberapa mahasiswa santri memilih tidak pulang kampung dan tetap tinggal di Pesantren STIKes SurGa.


Seperti yang dialami REZALI RAHMAN (20), mahasiswa santri semester 2 program studi Kesehatan Masyarakat STIKes Surya Global. Sudah 7 bulan ia tidak pulang ke tempat kelahirannya di Kuala Kuayan Mentaya Hulu Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Ditemui di Pesantren STIKes SURGA, Reza panggilan akrabnya, menceritakan awal mula ia menjadi relawan PMI dalam Penanggulangan Covid-19.


Selama tinggal di Pesantren STIKes Surga, Reza yang juga menjadi anggota Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit XI STIKes Surya Global ini aktif sebagai relawan di PMI Markas Kota Yogyakarta. Bersama relawan-relawan lainnya baik KSR maupun TSR (Tenaga Sukarela) PMI, Reza juga turut aktif mengikuti kegiatan 𝘴𝘱𝘳𝘢𝘺𝘪𝘯𝘨 (penyemprotan) disinfektan baik secara sendiri maupun dengan mobil 𝘎𝘶𝘯𝘯𝘦𝘳 𝘚𝘱𝘳𝘢𝘺 milik PMI. Sudah sekitar 50-an kali ia aktif melakukan kegiatan penyemprotan bersama PMI. Reza juga turut standby di Markas Kota PMI Yogyakarta yang terkadang baik siang maupun malam ikut dalam kegiatan pertolongan pertama dengan kru Ambulans PMI seperti saat terjadi kecelakaan lalu lintas bahkan mengangkut korban meninggal dunia pun juga pernah dilakukannya. Tentunya dalam melakukan tugasnya bersama PMI Kota Yogyakarta, Reza juga memakai Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar seperti Hazmat yang sangat gerah karena minimnya sirkulasi udara. Penggunaan APD itu menuntut ia dan para pengguna yang lain untuk bisa menahan diri tidak makan atau minum, agar dapat mengurangi keinginan buang air. Ia juga terlibat di Tim Dekontaminasi PMI Kota Yogyakarta yang berkolaborasi dengan BPBD Kota Yogyakarta. Reza mengaku motivasinya aktif sebagai sukarelawan di PMI datang dari panggilan hati dan rasa ingin membantu sesama.


Awalnya Reza hanya ikut-ikutan mendaftar sebagai calon anggota KSR PMI STIKes Surya Global pada 2019. Semasa sekolah di SMK ia tidak pernah aktif di organisasi manapun. Tapi seiring perjalanan waktu dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) KSR PMI STIKes Surya Global hingga dilantik dan dikukuhkan pada awal Maret 2020, rasa kecintaan dan pengabdiannya sebagai seorang relawan kemanusian mulai merasuk dalam dirinya. Sehingga ia tidak sungkan ketika ditugaskan baik di kampus maupun terjun di lapangan.


Tinggal di pesantren bukan sesuatu hal yang baru bagi Reza karena semasa menjadi siswa SMKN 1 Hanau Seruyan, ia juga tinggal di asrama. Dan di Pesantren STIKes SurGa Reza tinggal di 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 (asrama) Darush Sholihin. Ketika ditanya bagaimana cara ia mengatur jadwal antara menjadi sukarelawan dan mahasiswa santri yang tengah menjalani kuliah secara daring, Reza mengaku belum mendapatkan kendala yang berarti. Selain aktif di KSR PMI, Reza juga mengikuti kegiatan mahasiswa lainnya seperti KAMMI dan KMNU STIKes Surya Global.


Mahasiswa santri yang lahir 7 Februari 2000 di Kuala Kuayan, Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah ini mempunyai hobi antara lain membaca Komik, Novel-novel karya Andrea Hirata, dan sejak di Jogja mulai mempunyai hobi baru mendaki gunung.


Mahasiswa yang gemar makan Mi Ayam Tumini yang legendaris di Jogja ini mengaku selama aktif menjadi relawan tidak pernah timbul rasa bosan, jenuh dan sebagainya. Malah banyak menimba ilmu dan pengalaman baru dari para senior-senior PMI lainnya.


Ada pesan nih dari Reza buat calon-calon mahasiswa santri baru STIKes Surya Global: "Rekan-rekan harus punya 𝘢𝘵𝘵𝘪𝘵𝘶𝘥𝘦, prinsip, kedisiplinan dan mental yang kuat. Jadi kalau punya semua itu, mau di mana pun bisalah sukses."


Itulah pengalaman Rezali Rahman yang bisa menjadi contoh bagi sobat SurGa yang meski dalam keadaan serba terbatas pada masa pandemi Covid1-19 ini ia dengan ikhlas tanpa pamrih turut aktif sebagai relawan PMI berkontribusi di tengah masyarakat. Semoga kisahnya menginspirasi buat Sobat Surga semua...😉 (HNC)