Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2020 2021 sudah dibuka -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
CAMPUS NEWS
Rabu, 27 November 2019, 4:51 WIB

KULIAH PAKAR BERSAMA PROF. DR. ADI UTARINI, MSC, MPH, PHD

Bertempat di ruang GSP 1 (8/11/2019), program studi Kesehatan Masyarakat STIKes Surya Global menyelenggarakan Kuliah Pakar bersama Prof. Dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD dari Fakultas Kedokteran UGM membahas mengenai Metode Penelitian Kualitatif.


Metode penelitian kualitatif kadang masih kurang mendapat perhatian dibanding metode penelitian kuantitatif. tapi sekarang dengan perkembangan metodologi sudah berkembang baik metode penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif dan bahkan sekarang juga ada metode penelitian mixed methods (metode penelitian kombinasi). Sampai jenjang S-3 pun prodi Kesehatan masyarakat sudah tidak ada keraguan sedikit pun bahwa metode penelitian kualitatif bisa digunakan. Sehingga persoalannya bagaimana kita bisa mengenal metode ini lebih baik


Pendekatan kualitatif bersifat subyektif dan kesimpulan hipotesis dalam menilai suatu masalah. Pendekatan ini mendorong penulis mengemukakan pendapat, menjelaskan dan berargumentasi secara bebas tetapi logis. Pendekatan kuantitatif lebih terukur secara nilai (obyektif), bersifat deskriptif dan berujung pada kesimpulan umum (generalisasi).


Bu Utari yang menyelesaikan program Doktornya di Umea University, Swedia ini menambahkan di penelitian kualitatif setiap orang, setiap kelompok, setiap unit mempunyai cara pandang yang berbeda-beda. Hal ini mempunyai implikasi terhadap penelitinya, karena kalau penelitinya terbiasa dengan metode penelitian kuantitatif yang cirinya benar atau salah yang digunakan hanya satu jawaban. Implikasinya bagi peneliti metode penelitian kualitatif adalah tidak boleh cepat-cepat menghakimi. Peneliti harus berlatih mendengarkan betul tanpa menghakimi atau mengelompokkan bahwa itu benar atau salah, banyak atau sedikit.


Di penelitian kualitatif cara pandang yang dipakai adalah naturalistik atau alamiah. Yang digali dalam penelitian ini adalah maknanya apa, bukan semata-mata misalnya prosentase seperti di metode penelitian kuantitatif.


Memetakan kausalitas di metode penelitian kuantitatif dengan cara diukur korelasinya, sebab akibat. Mana faktor yang paling berpengaruh. Dilihat daari teorinya Variabelnya ditentukan, kalaupun ada variabel yang lain bisa diabaikan, bisa dikontrol, bisa disamakan.


Nah, kalau di metode penelitian kualitatif itu dipetakan, makanya istilahnya adalah jejaring laba-laba, karena masing-masing faktor itu dipetakan, dideskripsikan. Apa saja faktor-faktornya kemudian dicari keterkaitannya. Jadi peneliti tidak mengukur kekuatan hubungan, tetapi menemukan, mengidentifikasi faktor-faktornya baru kemudian dipetakan.