Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2019 2020 masih dibuka sampai akhir September 2019 -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
GENERAL INFORMATION
Selasa, 05 Maret 2013, 2:35 WIB

Ketika Pendidikan Melupakan Iman, Takwa dan Akhlak

UNTUK Meningkatkan keahlian para pendidiknya dalam mengajar, MAdrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjung Redeb menggelar seminar pendidikan dia aula sekloah Jum'at (1/3) kemarin. dalam seminar yang digelar sejak pukul 13.00 Wita itu mengangkat tema, "Implementasi Konsep Pendidikan Berkharakter Religius," dengan mendatangkan Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Seolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Surya Global Yogyakarta, M. Sholeh Pranowo sebagai nara sumber.

"Sekolah itu bertujuan membangun anak bermanfaat, kitalah sebagai pendidik yang ditugaskan mewujudkan tujuan itu," ujar M. Sholeh di hadapan puluhan guru MAN. Dikatakan M Sholeh dalam Pasal 3 Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20/2003 disebutkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepda Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

"Jadi sudah jelas, dalam undang-undang ini yang pertama harus dibentuk adalah watak dan martabat, tujuannya agar beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, " tegasnya. M. Sholeh mengumpamakan, guru sama halnya dengan koki. Saat memasak ada bumu yang harus dimasukkan agar menghasilkan masakan yang enak. Begitu pula dalam mendidik, bumbu tidak boleh dilupakan adalah keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan akhlak yang baik barulah intelektual.

Namun realita yang terjadi di lapangan, selama ini pendidikan hanya mencerdaskan intelektual siswa. "Coba kita lihat pendidikan, jika ada siswa yang nilainya 9 tapi akhlaknya jelek dan tidak sholat pasti naik kelas, itulah pendidikan kita saat ini, bumbu utamanya tidak dimasukkan," bebernya.

Menurut M. Sholeh siswa hanya dididik watak dan akalnya saja, sehingga ketika dia menjadi seorang pejabat hanya ditunggangi nafsu, dan yang akhirnya terjadi adalah kerusakan. Lebih lanjut M Sholeh mengatakan, persoalan iman, takwa dan akhlak ini tidak menjadi persoalan di sekolah selama nilai siswa bagus, bisa diterima di perguruan tinggi yang hebat. Namun saat mereka berhasil menjadi seorang pejabat, kepintaran yang ada malah digunakan untuk memuaskan nafsu belaka.

"Apakah selama ini guru-guru lupa membuka undang-undang ini (pasal 3 UU Sisdiknas Nomor 20/2003, Red)," ujarnya.

Selain itu, M Sholeh juga mengingatkan para guru dengan ayat Al Qur'an surat Al A'raaf ayat 96, "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa pasti akan kami limpahkan pada mereka berkah dari langit dan bumi. tpi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat kami, maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan," sebutnya.

Maka jika hujan yang turun dari langit, selain dapat memberikan manfaat juga dapat menjadi musibah. "Semua itu akibat rusaknya akhlak dan tidak memiliki iman dan takwa, karena selam ini sekolah hanya mencerdaskan intelektualnya saja, bahkan musibah hanya diselesaikan dengan akal padahal yang salah adalah akhlaknya, "jelasnya.

Lebih lanjut M. Sholeh menjelaskan, untuk membangun dan membimbing murid menjadi manusia dengan nilai-nilai yang sempurna, yaitu berpadunya antara intelektual pengetahuan dan kesalehan agama. (*/eff)


sumber: Berau Pos (1/3)