Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
CAMPUS NEWS
Sabtu, 29 Desember 2018, 10:38 WIB

Kuliah Pakar: MENJAWAB TANTANGAN PERGURUAN TINGGI ERA DISRUPSI DAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Kuliah Pakar: MENJAWAB TANTANGAN PERGURUAN TINGGI ERA DISRUPSI DAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0Bersama KH. Dr. Abdul Wahid Maktub, Staf Khusus Menteri Riset dan Perguruan tinggiRuang GSP 1 STIKes Surya Global, Rabu 26 Desember 2018


Di hadapan Ketua Yayasan, Ketua, Wakil Ketua I dan III, Pimpinan Pesantren, Kaprodi Ilmu Keperawatan, Kaprodi Kesehatan Masyarakat, Ketua SDIK, Ketua Bidang Akademik, dan beberapa dosen STIKES Surya Global, KH. Dr. Abdul Wahid Maktub menyampaikan bahwa era sekarang ini tantangan Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity (VUCA) menimpa semua pemerintaan. Kita sekarang menemukan realitas baru, yaitu tantangan global. Sekarang sudah connected. World on your finger. Ini adalah karunia, new opportunities tapi juga new challenges. Kita harus berorientasi ke depan, belajar dari masa lalu supaya kita survive. Tidak hanya eksis tapi juga unggul. اَنْـتُمُ الْاَعْلَوْنَ "Kamu yang lebih unggul" (QS Muhammad: 35). Allah benjanji: إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ ("Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji" [QS Ali Imron: 9]). وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ ( Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi [QS An Nuur: 55]). Tapi kalau kamu tidak bermutu وجوده كعدمه ( "Ada-nya sama seperti ketidak beradaannya") maka kamu akan seperti buih, فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاء ( "Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya" [QS.ar-Ra’d:17]) Tapi kalau kita وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ ("tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi.” [QS.ar-Ra’d:17]).


Nah pak Wahid menyampaikan bagaimana caranya Ilmu Kesehatan dikuasai dengan kecepatan dan ketepatan yang tinggi kita tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman diri sendiri. harus mulai melakukan communication and collaboration (ta'aruf dan ta'awun). Bagaimana STIKes Surya Global tidak hanya dikenal di jogja, tapi mulai mengenak dan dikenal di Jawa, luar Jawa, Asia dan Dunia. Harus mulai dibangun paradigma . bagaimana mengatasi tantangan dunia yang penuh dengan Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity Harus ada vision, undertanding, pengetahuan, pemahaman penghayatan. Ilmu tidak sekedar teori harus juga vocational dan professional. tidak hanya akademik, tidak hanya di buku. Harus ada kesadaran baru (new awareness). Tidak lagi terpukau dengan bungkus, kulit, kuantitas, tapi mulai berpikir terhadap mutu, quality, substansi. Sehingga orang merasakan STIKes Surya Global ini memang beda, dosennya beda, mahasiswanya beda, ibadahnya bagus, pergaulannya bagus. Jadi mahasiswa ketika masuk ke STIKes Surya Global merasakan perbedaan, tidak hanya kompetensi, tapi kharakternya juga beda, sehingga punya daya tarik. Sesuatu yang bernilai itu pasti dicari. Nilai itu bukan di fisiknya tapi di visionnya.


إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ"Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk fisik dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)


Siapapun yang akan survive bukan orang yang paling kuat, bukan paling kaya, bukan, bukan paling pintar tapi orang yang paling responsif, yang paling tanggap, paling adaptif terhadap perubahan.


Oleh karena itu kita harus melakukan evaluasi dan refleksi. Kita harus melakuan pembaharuan terus menerus yang dalam istilah agama disebut Tajdid, disamping tahsin dan tazkir. Melakukan pemberdayaan yang tadinya powerless menjadi powerfull, supaya kita bisa survival of the fittest.