Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2020 2021 sudah dibuka -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
CAMPUS NEWS
Rabu, 23 September 2020, 10:37 WIB

MEMULAI POLA MAKAN SEHAT

Oleh: Nᴏʀ Wɪᴊᴀʏᴀɴᴛɪ, S.K.M., M.Kᴇs,
𝖣𝗈𝗌𝖾𝗇 𝖯𝗋𝗈𝖽𝗂 𝖪𝖾𝗌𝖾𝗁𝖺𝗍𝖺𝗇 𝖬𝖺𝗌𝗒𝖺𝗋𝖺𝗄𝖺𝗍 𝖲𝖳𝖨𝖪𝖾𝗌 𝖲𝗎𝗋𝗒𝖺 𝖦𝗅𝗈𝖻𝖺𝗅

Pola makan yang sehat adalah perilaku untuk mengonsumsi makanan yang mengandung semua unsur gizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Dikatakan memiliki pola makan yang sehat jika konsumsi sehari-hari sudah terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air dalam jumlah seimbang yang didapatkan dari bahan alami.
Perilaku dalam menerapkan pola makan sehat, berikut ini:

𝟏. 𝐇𝐢𝐧𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐢𝐧𝐠𝐠𝐢 𝐋𝐞𝐦𝐚𝐤
Pastikan untuk membatasi asupan lemak, biasanya terdapat pada makanan yang dimasak dengan minyak, mentega, margarin dan santan. Apakah itu artinya manusia tidak membutuhkan lemak? Manusia tetap butuh lemak, namun dalam jumlah yang cukup dan berasal dari sumber alami. Jadi, daripada makan gorengan atau asupan bersantan, lebih baik pilih sumber lemak alami seperti kacang-kacangan atau biji-bijian.

𝟐. 𝐇𝐢𝐧𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐁𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐰𝐞𝐭
Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet dapat memicu efek jangka panjang berupa munculnya kanker. Bahan pengawet sering ditemukan dalam makanan kemasan, termasuk makanan dalam kaleng. Kalaupun terpaksa harus membeli makanan dalam kemasan, pilihlah yang mencantumkan dengan jelas label “Tanpa Pengawet” pada kemasannya.

𝟑. 𝐏𝐢𝐥𝐢𝐡 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐨𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐩𝐚𝐭
Menggoreng, memanggang dan dibakar kurang dianjurkan sebagai teknik mengolah makanan. Sebab, cara-cara tersebut dapat merusak nilai gizi yang ada di dalam makanan. Oleh karena itu, akan lebih baik jika memilih makanan yang diolah dengan cara kukus, rebus atau tumis dengan sedikit minyak.

𝟒. 𝐇𝐢𝐧𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐚𝐦𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐮𝐦𝐛𝐮 𝐏𝐞𝐧𝐲𝐞𝐝𝐚𝐩 𝐒𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐁𝐞𝐫𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡𝐚𝐧
Batasi penggunaan bumbu penyedap dalam mengolah makanan. Jika memang bisa, hindari sepenuhnya karena unsur senyawa 𝑀𝑜𝑛𝑜𝑠𝑜𝑑𝑖𝑢𝑚 𝐺𝑙𝑢𝑡𝑎𝑚𝑎𝑡 (MSG) yang ada di dalam bumbu penyedap bisa menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.

𝟓. 𝐏𝐞𝐫𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐮𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐒𝐚𝐲𝐮𝐫
Mayoritas buah dan sayur mengandung serat yang mampu mengikat zat karsinogen yang merupakan penyebab kanker. Namun, bukan berarti semua buah itu menyehatkan. Salah satu buah yang sebaiknya dihindari adalah durian, karena mengandung lemak yang sangat tinggi. Selain itu, hindari juga melinjo atau emping, karena mengandung purin tinggi sehingga bisa mencetuskan asam urat tinggi. Perlu selalu dilakukan, cucilah dengan bersih buah dan sayur sebelum dimakan untuk mengindari kontaminasi bakteri dan residu pestisida.

𝟔. 𝐇𝐢𝐧𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐉𝐞𝐫𝐨𝐚𝐧, 𝐋𝐞𝐦𝐚𝐤, 𝐎𝐭𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐮𝐥𝐢𝐭 𝐀𝐲𝐚𝐦
Jeroan, lemak, otak dan kulit ayam adalah beberapa makanan yang tinggi purin dan lemak. Jika dikonsumsi teralu sering, berisiko mengalami penyakit asam urat dan jantung. Alihkan dengan pilihan makanan pada daging tanpa lemak, makanan berkuah bening, susu rendah lemak, susu kedelai, yoghurt, putih telur serta ikan sebagai sumber protein terbaik.

𝟕. 𝐏𝐞𝐫𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐌𝐢𝐧𝐮𝐦 𝐀𝐢𝐫 𝐏𝐮𝐭𝐢𝐡
Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari cairan. Jika kita kekurangan cairan, kinerja organ vital akan ikut terganggu. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tersebut, air putih adalah asupan yang paling baik. Jika ingin sedikit variasi, konsumsilah jus sayur atau buah yang tidak ditambah apapun. Sebaliknya, wajib menghindari minuman beralkohol, bersoda, atau mengandung gula dan kafein yang tinggi.

𝟖. 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐫𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚 𝐌𝐞𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐦𝐢𝐧𝐮𝐦 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐞𝐫𝐰𝐚𝐫𝐧𝐚
Hindari memilih makanan atau minuman yang memiliki warna modifikasi atau telah ditambahkan zat-zat kimia. Pilihlah makanan atau minuman yang berwarna bening alami. Makanan yang memiliki warna alami dari bahan makanan tersebut sendiri, seperti cokelat, merahnya stroberi dan lain-lain.

𝟗. 𝐀𝐭𝐮𝐫 𝐏𝐨𝐫𝐬𝐢
Makanan sehat yang dikonsumsi, tetap harus memerhatikan porsi agar tidak berlebihan. Faktanya, mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah terlalu banyak malah akan menyebabkan pada risiko obesitas dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

𝟏𝟎. 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐖𝐚𝐤𝐭𝐮
Pastikan untuk selalu makan di waktu yang sama setiap hari. Dengan ini, sistem pencernaan akan lebih teratur dalam memproses makanan yang masuk sehingga tidak menumpuk di dalam tubuh.

𝟏𝟏. 𝐌𝐢𝐧𝐮𝐦 𝐒𝐮𝐩𝐥𝐞𝐦𝐞𝐧 𝐉𝐢𝐤𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐥𝐮
Suplemen bertujuan untuk melengkapi zat gizi yang tidak sepenuhnya didapatkan dari makanan. Oleh karena itu, sebagai pelengkap pola makan sehat, dianjurkan untuk minum suplemen secara teratur. Untuk mengetahui dosis dan jenis suplemen yang sepenuhnya sesuai, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter.
Jangan ragu untuk segera menerapkan pola makan sehat mulai saat ini. Agar terhindar dari penyakit yang akan mengganggu kehidupan.