Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2020 2021 sudah dibuka -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
GENERAL INFORMATION
Jumat, 11 September 2020, 2:48 WIB

Perbedaan PENYEMBUH Dengan OBAT

 
Sobat SurGa tahukah arti 𝑆𝑦𝑖𝑓𝑎'? Al-Quran selain punya nama lain Al-Kitab, Al-Furqon, Al-Hikmah, dll juga disebut sebagai Asy-Syifa' (شفاء).

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“𝐷𝑎𝑛 𝐾𝑎𝑚𝑖 𝑡𝑢𝑟𝑢𝑛𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐴𝑙 𝑄𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑎𝑤𝑎𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑟𝑎ℎ𝑚𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔-𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝐴𝑙 𝑄𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔-𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑧𝑎𝑙𝑖𝑚 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑖𝑛 𝑘𝑒𝑟𝑢𝑔𝑖𝑎𝑛." (QS. Al-Isra : 82)

Nah, makna kata syifa' itu adalah penyembuh atau penawar. Silahkan sobat SurGa cek di terjemahan Al-Quran Departemen Agama RI. Di ayat tersebut syifa' diterjemahkan sebagai penawar dan bukan obat.
 
Dalam bahasa Arab, obat adalah 𝑑𝑎𝑤𝑎' (الدواء) dan berobat disebut dengan 𝑎𝑡-𝑡𝑎𝑑𝑎𝑤𝑖 (التداوى). Pasangan obat adalah penyakit yang dalam hadits disebut dengan 𝑎𝑑-𝑑𝑎' (الداء).

Rasulullah ﷺ bersabda:

 بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ

“𝑆𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡 𝑎𝑑𝑎 𝑜𝑏𝑎𝑡𝑛𝑦𝑎. 𝐴𝑝𝑎𝑏𝑖𝑙𝑎 𝑜𝑏𝑎𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑝𝑎𝑡, 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑢ℎ𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡 𝑖𝑡𝑢 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑖𝑧𝑖𝑛 𝐴𝑙𝑙𝑎ℎ ‘𝐴𝑧𝑧𝑎 𝑤𝑎 𝐽𝑎𝑙𝑙𝑎.”(HR. Muslim 4084)

Sedangkan yang disebutkan dalam ayat Al-Quran bukan dawa' dalam arti obat, tetapi syifa' .
Lalu kalau syifa' itu bukan obat, lalu apa maknanya?

Penjelasan tentang apa yang dimaksud di ayat ini ada juga di ayat yang lain, yaitu:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“𝐻𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑛𝑢𝑠𝑖𝑎, 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎𝑚𝑢 𝑝𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑇𝑢ℎ𝑎𝑛𝑚𝑢 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑒𝑚𝑏𝑢ℎ 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡-𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡 (𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑑𝑎) 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑑𝑎𝑑𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑡𝑢𝑛𝑗𝑢𝑘 𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑟𝑎ℎ𝑚𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔-𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑛." (QS. Yunus : 57)

Jadi obat yang dimaksud dalam ayat ini adalah obat penawar hati. Bukan obat dalam arti secara teknis sebagaimana yang kita kenal. Dan secara sunnatullah yang namanya obat itu berupa benda fisik, entah berupa sesuatu yang dimakan, diminum, disuntikkan dan lainnya.

Sedangkan Al-Quran itu secara fisik adalah mushaf berupa kertas. Tidak benar kalau kertas mushaf dibakar lalu dicelupkan ke dalam air lantas diminum sebagai obat. Tapi ketika bicara penyakit secara fisik, maka obatnya pun harus secara fisik juga.

𝑷𝒆𝒏𝒚𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉 𝑫𝒂𝒍𝒂𝒎 𝑨𝒓𝒕𝒊 𝑫𝒐𝒂

Al-Quran secara maknawi, merupakan kalamullah yang bila dibaca mendatangkan pahala. Memang pada sebagian ayatnya ada doa, termasuk doa untuk kesembuhan atas penyakit. Ada banyak hadits yang shahih dimana Rasulullah ﷺ membaca ayat tertentu untuk kesembuhan.

Doa adalah salah satu cara kita menyembah Allah dan cara kita meminta. Kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala meminta kesembuhan. Ketika Nabi ﷺ bersabda bahwa Allah tidak menurunkan penyakit kecuali disertai dengan obatnya, jelas yang dimaksud dengan obat bukan Al-Quran.

Nabi ﷺ dan para shahabat adalah para ahli Al-Quran, tiap hari mereka baca AL-Quran. Bahkan Al-Quran diturunkan memang kepada mereka. Namun ketika mereka sakit, mereka pun berobat baik dengan ℎ𝑎𝑏𝑏𝑎𝑡𝑢𝑠 𝑠𝑎𝑢𝑑𝑎, madu, kurma, air atau apapun yang mereka kenal sebagai obat di masa itu. Bukan hanya tadarusan mengkhatamkan Al-Quran berjuz-juz.

Oleh karena itu Ibnul Qayyim dan banyak lagi ulama menulis buku berjudul pengobatan khas nabawi (الطب النبوي). Di kitab itu kita tahu bahwa ada begitu banyak obat yang dikonsumsi Rasulullah ﷺ dan para shahabat.

Jadi jelas ya, ada perbedaan mendasar tentang kata Asy Syifa dengan Ad Dawa' menurut ahli tafsir, yaitu:

𝑨𝒔𝒚 𝑺𝒚𝒊𝒇𝒂 (𝑷𝒆𝒏𝒚𝒆𝒎𝒃𝒖𝒉)
- Digunakan untuk kondisi lahiriyah/jasmaniyah sekaligus sekaligus rohaniah.
- Bagi segala macam penyakit
- Digunakan dalam kondisi sakit dan sehat.
 
𝑨𝒅 𝑫𝒂𝒘𝒂' (𝑶𝒃𝒂𝒕)
- Digunakan untuk kondisi lahiriyah saja atau rohaniyah saja.
- spesifik bagi penyakit tertentu
- Digunakan saat sakit

Dunia kedokteran modern saat ini berjaya di negeri Barat yang notabene mayoritas penduduknya non-muslim. Tapi jangan lupa bahwa pondasi kedokteran Barat itu justru mengambil hasil karya para dokter-dokter muslim di masa lalu. Abad pertengahan adalah era keemasan Islam. Kiblat kedokteran dunia terletak di pusat peradaban Islam. Di Spanyol, Baghdad, Damaskus, Kufah, dan sebagainya. Tentu kemajuan kedokteran Islam itu diraih bukan cuma dengan membaca Qur'an saja. Mereka melakukan penelitian, observasi, dan berbagai usaha mengenali penyakit dan mengupayakan pengobatannya.

Ibnu Sina, Ibnu An-Nafis, Al-Kindi, Ibu Rusyd dan nama-nama besar lain yang mejadi bapak kedokteran dunia, yang begitu dihormati oleh para dokter di Barat.

Karena itu, jangan menafikan ilmu kesehatan modern dan mengklaim bahwa cukup Al-Quran saja sebagai obat. Padahal justru Al-Quran yang memerintahkan kita untuk melalukan berbagai penelitian, termasuk dalam dunia kesehatan. Maka wajib bagi kita untuk mengikuti sunnatullah dengan berobat kepada dokter. Namun ingatlah selalu bahwa dokter hanya sebagai perantara, sementara kesembuhan berada di tangan Allah Subhanahu wa ta'ala. (HNC)