Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2020 2021 sudah dibuka -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
CAMPUS NEWS
Selasa, 08 September 2020, 10:43 WIB

TERGERUSNYA PENDIDDIKAN MORAL (Part I)

Oleh: π™°πš›πšπš‘πš’πšŠπš— π™Έπš—πšπš›πšŠ π™³πšŠπš›πš–πšŠπš πšŠπš—, πš‚.π™ΊπšŽπš™., π™½πšœ.
π–£π—ˆπ—Œπ–Ύπ—‡ π–―π—‹π—ˆπ–½π—‚ π–ͺ𝖾𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗍𝖺𝗇 𝖲𝖳𝖨π–ͺπ–Ύπ—Œ π–²π—Žπ—‹π—’π–Ί π–¦π—…π—ˆπ–»π–Ίπ—…
 
PERPESKTIF MORAL
Moral adalah benteng pertahanan bagi individu manusia. Moral merupakan 𝘣𝘒𝘳𝘳π˜ͺ𝘦𝘳 terhadap segala bentuk 𝘴𝘡𝘳𝘦𝘴𝘴𝘰𝘳 yang ada di sekitar individu manusia. Lingkungan sebagai media bagi stressor telah menjadi tempat yang nyaman untuk berkembang. Moral bukan suatu hal yang tiba-tiba ada, melainkan moral ada melalui proses yang panjang dan hadir dari sebuah analisa yang dilakukan tubuh terhadap proses pendidikan yang dijalaninya.
 
Moral berkaitan erat dengan akhlak. Akhlak manusia didapatkan dari keturunan dan lingkungan interaksi individu manusia. Allah Subhanallahu wa ta’ala berfirman dalam surat AT – Tahrim ayat 6:
 
Ψ§ Ψ£ΩŽΩŠΩ‘ΩΩ‡ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ†ΩŽ Ψ’Ω…ΩŽΩ†ΩΩˆΨ§ Ω‚ΩΩˆΨ§ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ΩΩΨ³ΩŽΩƒΩΩ…Ω’ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΩ‡Ω’Ω„ΩΩŠΩƒΩΩ…Ω’ Ω†ΩŽΨ§Ψ±Ω‹Ψ§ ΩˆΩŽΩ‚ΩΩˆΨ―ΩΩ‡ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ§Ψ³Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ψ­ΩΨ¬ΩŽΨ§Ψ±ΩŽΨ©Ω (Ω¦)
 
“π»π‘Žπ‘– π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘”-π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘›, π‘π‘’π‘™π‘–β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘’ π‘‘π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘™π‘’π‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘Žπ‘šπ‘’ π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘Žπ‘π‘– π‘›π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘˜π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘› π‘π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘›π‘¦π‘Ž π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘™π‘Žβ„Ž π‘šπ‘Žπ‘›π‘’π‘ π‘–π‘Ž π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘Žπ‘‘π‘’”.
 
Ayat di atas menjelaskan kepada manusia bahwa memberikan pendidikan kepada keluarga dengan benar memperkenalkan Allah sedari awal individu itu dilahirkan di dunia. Menjaga, memperingatkan dan mencegah mereka untuk berbuat maksiat kepada Allah. Pernyataan ini telah dijelaskan oleh Tabi’in, Qatadah dalam menafsirkan ayat diatas (Tafsir Al-Quran al-Azhim 4/502). Akhlak yang baik akan menjadikan manusia yang memiliki nilai kehidupan yang optimal. Optimal yang dimaksud adalah terjadi keseimbangan antara kecermelangan pikir dan Kebenaran Hati.
Melihat pentingnya penekanan nilai karakter dengan akhlakul kharimah kepada individu manusia, hal ini perlu secara terus menerus untuk digalakkan dan merupakan momentum yang baik untuk mencapai PERADABAN MANUSIA YANG RABBANI.
 
Kemajuan peradaban yang terjadi di masa yang berjalanan ini merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh manusia dalam rentang kelompok usia berapapun. Kemajuan teknologi yang digaungkan dalam era Industri 4.0 seperti tombak yang bermata dua. Sikap yang tepat dalam mengarungi era ini, maka kemajuan SEJATI akan tercapai, namun jika manusia lebay tidak ada keseriusan mengutamakan candaan berfikir maka blunder kesalahan akan terjadi dan berdampak pada maju peradaban tapi mundur nilai morak akhlaknya.
 
Kemajuan peradaban ini telah masuk dalam ruh pola pendidikan yang diarungi oleh manusia. Kecakapan diri aparatur pendidik dalam menyikapi ini penting sehingga tujuan perkembangan peradaban manusia tercapai secara optimal. Nah, kecakapan ini yang menjadi pemikiran kita bersama untuk bijak menggunakan teknologi sebagai media untuk meningkatkan kualitas pendidikan moral bagi manusia.
 
Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abi Thalib R.A memberikan penjelasan kepada kita semua dengan arahan beliau: “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”.
 
Memahami kalimat diatas perlu dipahami maknanya bukan ditelan mentah-mentah. Memahami kalimat diatas dengan saklek mengakibatkan terjadinya kepasrahan dalam mendidik anak, yang artinya bahwa memberikan teknologi secara 𝘭𝘰𝘴𝘴 𝘀𝘰𝘯𝘡𝘳𝘰𝘭 kepada anak yang nantinya beresiko kepada akhlak anak dan berimbas kepada moral kehidupan mereka.