Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺
GENERAL INFORMATION
Rabu, 16 Januari 2019, 10:47 WIB

Tenaga Kesehatan Wajib Mempunyai STR

BANJARMASIN – | Perawat merupakan seorang yang telah lulus pendidikan tinggi Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan (UUK. No. 38 tahun 2014). Perawat harus memiliki sertifikasi profesi, sebagai jaminan mutu dan standarisasi komepetensi pada program Diploma III Kebidanan, Diploma III Keperawatan dan Profesi Ners yang akan bekerja di intansi kesehatan.


Uji kompentensi (UK) yang harus diikuti mahasiswa kesehatan, terlebih dulu di setiap kampusnya sudah memiliki izin penyelenggaraan dari Kemenristekdikti yang masih berlaku, Menjalani Uji Kompetensi agar mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR). Apabila tidak memiliki STR, bisa dianggap ilegal melakukan praktek klinik di pelayanan kesehatan. “Adapun kriterianya antara lain: lulus setelah 1 Agustus 2013 sudah memiliki ijazah dari perguruan tinggi. Tenaga kesehatan yang tamat kuliah di bawah tahun 2012, mendapatkan pemutihan, memperoleh STR tanpa ujian.


STR dikeluarkan oleh Pemerintah dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kompetensi dalam rangka melindungi masyarakat. Tidak hanya perawat, seluruh tenaga kesehatan yang ada di Indonesia wajib memiliki STR. Kepastian peraturan itu, tertuang dalam PERMENKES RI NO. 1796/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. STR merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) kepada perawat yang telah lulus uji kompetensi (telah memiliki sertifikat kompetensi). UKOM (Uji Kompetensi) diselenggarakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti. Dengan memiliki STR menandakan perawat tersebut kompoten dan bisa bekerja di pelayanan keperawatan baik di fasilitas kesehatan ataupun mandiri. Persyaratan pengurusan STR perawat cukup menyediakan berkas (Fotokopi Ijazah Ners/Diploma, Sertifikat Kompetensi, & surat rekomendasi dari PPNI Provinsi) dan diajukan ke Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) yang berkantor di Dinas Kesehatan Provinsi.


Bagi yang belum mendapat pekerjaan dan yang akan tamat, jika ingin jadi Perawat yang kompeten harus mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI). MTKI memiliki kewenangan penuh mengeluarkan sertifikat, dan apabila punya sertifikat kompetensi, maka berhak mendapatkan STR. STR ini penting, selain keharusan sebagai warga negara yang taat hukum, juga penting untuk syarat melamar kerja, tanpa STR, pihak Klinik atau Rumah Sakit tidak dibenarkan merekrut tenaga kesehatan. STR berlaku 5 tahun, setelah masa habis, wajib diperpanjang. Syarat memperpanjang STR ini terasa memberatkan. Perawat harus mengumpulkan Satuan Kredit Profesi (SKP) minimal 25 SKP selama 5 tahun. SKP didapatkan melalui pelatihan, seminar, workshop dan kegiatan ilmiah. Nilai SKP ditentukan oleh organisasi profesi.


Selain tujuan tertulis, penulis berpendapat Peraturan ini lahir sebagai tameng untuk menangkis lulusan STIKes yang menjamur bak cendawan tumbuh setelah hujan. Tidak ada jaminan lulusan tersebut memiliki kompetensi yang bagus.

FITRIANA KARTIKASARI, S.Kep., Ns
Mahasiswa Magister Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin 
Alumni S1-Ilmu Keperawatan STIKes Surya Global