Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺

Berita

Jumat, 10 Maret 2017, 10:20 WIB

MTQ se-DIY & JATENG Tingkat SMA sederajat, Mahasiswa/Umum

2-9 APRIL 2017 di KAMPUS STIKES SURYA GLOBAL YOGYAKARTA

Assalamu'alaikum wr.wb.

*Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.*
(Q.S al-baqarah : 2)

...Coming soon...

📖 *MTQ se-DIY & JATENG* 📖
~Tingkat SMA sederajat, Mahasiswa/Umum~
🍃 "Bersama Generasi Islam Membangun Peradaban Dunia Yang Cinta Kepada Al-Qur'an" 🍃
📆 *2-9 APRIL 2017*
🕌 *KAMPUS STIKES SURYA GLOBAL YOGYAKARTA*
-------------------
⏰ *[REMEMBER]* ⏰
-------------------
🎊 *Grand Opening MTQ*
🔺Tanggal: 2 April 2017
🔺Waktu: 08.00-selesai
🔺Tempat: Aula Graha SSG
📖 *Tilawatil Qur'an*
🔺Tanggal: 3 April 2017
🔺Waktu: 08.00-selesai
🔺Tempat: Masjid SSG
🔺HTM: Rp.50.000
📒 *Karya Tulis Al-Qur'an*
🔺Tanggal: 3 April 2017
🔺Waktu: 07.00-selesai
🔺Tempat: Aula Graha SSG
🔺HTM: Rp.50.000
📿 *Tahfidzul Qur'an*
🔺Tanggal: 4 April 2017
🔺Waktu: 08.00-selesai
🔺Tempat: Masjid SSG
🔺HTM: Rp. 50.000
📜 *Puitisasi Al-Qur'an*
🔺Tanggal: 4 April 2017
🔺Waktu: 08.00-selesai
🔺Tempat: Aula Graha SSG
🔺HTM: Rp.30.000
📚 *Fahmil Qur'an*
🔺Tanggal: 5 April 2017
🔺Waktu: 08.00-selesai
🔺Tempat: Aula Graha SSG
🔺HTM: Rp.150.000
🎙 *Syarhil Qur'an*
🔺Tanggal: 6 April 2017
🔺Waktu: 08.00-selesai
🔺Tempat: Aula Graha SSG
🔺HTM: Rp.150.000
✒ *Kaligrafi*
🔺Tanggal: 7 April 2017
🔺Waktu: 08.00-selesai
🔺Tempat: Masjid SSG
🔺HTM: Rp.50.000
👳🏼♀ *Da'i/Da'iyah*
🔺Tanggal: 7 April 2017
🔺Waktu: 08.00-selesai
🔺Tempat: Aula Graha SSG
🔺HTM: Rp.50.000
🎤 *Festifal nasyid*
🔺Tanggal: 8 April 2017
🔺Waktu: 08.00-selesai
🔺Tempat: Kampus SSG
🔺HTM: Rp.Rp.150.000
👳🏻 *Tabligh Akbar*
🔺Tanggal: 9 April 2017
🔺Waktu: 07.30-selesai
🔺Tempat: Kampus SSG
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🎁 *FASILITAS:*
🔹Snack 🍟
🔸Konsumsi 🍱
🔹Penginapan (untuk peserta
luar jawa) 🏠

🏅 *Penghargaan*
🔸Tropi 🏆
🔹E-Sertifikat 📇
🔸Uang Pembinaan 💰
____________________
🔰Let's Join Us! 🔰
☎ *Cara daftar* ☎
Ketik:
*Nama _ Asal sekolah/kampus _ cabang lomba*
📲 Kirim ke:
🙆🏻♂ Ikhwan *(085349486048)*
🙆🏻 Akhwat *(082345177347)*
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

🔴 *Info Khusus* 🔴
📍 *Lomba Karya tulis ilmiah Al-Qur'an*
📚 Pengumpulan Karya Tulis Max: 30 Maret 2017
📧 Kirim e-mail: syiarjakhfi@gmail.com
📞 Pengumuman 10 Besar: 1 April 2017 (via email)
📍Info lebih lanjut mengenai lomba dapat dilihat diblog *www.ldkjakhfissg.blogspot.com*.
📍 *Regristrasi Via ATM*
💳 No.Rek ( *BRI: 3437-01-014781-53-9 an. Iswandi zulpahmiansyah* )
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Yuk! Segera daftarkan dirimu dan terus update Info mengenai MTQ di Sosmed kami...

✔ *Regards*
🐳 Twitter: @ldk_jakhfissg
👥 fb: Ldk Jakhfi
📷 ig: @ldk_jakhfi
📺 Chennel: Al-Kahfi Media
📩 Email: syiarjakhfi@gmail.com
📡 Webside: ldkjakhfissg.blogspot.com
Lihat Selengkapnya
Rabu, 08 Maret 2017, 2:43 WIB

WORKSHOP & SHARING "Strategi Menyiasati Dampak Buruk Fenomena Media Sosial dan Gadget Menjadi Pendorong Keberhasilan Pendidikan"

Bedah Buku "Usaplah gadgetmu untuk (pendidikan) keluargamu"


 


Bertempat di Aula GSP 2 Graha SantriPreneur, diselenggarakan WORKSHOP & SHARING "Strategi Menyiasati Dampak Buruk Fenomena Media Sosial dan Gadget Menjadi Pendorong Keberhasilan Pendidikan" yang dilanjutkan dengan Bedah buku: "Usaplah gadgetmu untuk (pendidikan) keluargamu" yang dihadiri oleh para undangan dari guru-guru sekolah umum seperti dari Madrasah Aliyah Taruna Qur'an Sleman, Madrasah Aliyah Negeri Pelabuhan Ratu Jawa Barat, SMA Prembun, Madrasah Aliyah Nurul Wahid Purworejo, SMAN 1 Gubug Grobogan, SMAN 1 Sulang Rembang, SMAN 1 Bawang Banjarnegara, MAN 2 Banjarnegara, MA Attanwir, MAN Ngraho, SMA Sumberejo, MAN Pacitan, SMA Ngadirojo, MA Firdaus Pengalengan, MA Al Hikmah 2 Bumiayu, SMK Islam Al Madina Bumiayu, SMK Muhammadiyah Wonosari, SMK Yabujah Indramayu, MAN Sukamanah Tasikmalaya, MAN Wonogiri, MAN Wonokromo Bantul, MAN Sabdodadi Bantul, SMA Ibnu Siena Ciamis, MAN 1 Jogja. Pada sesi pertama adalah WORKSHOP & SHARING "Strategi Menyiasati Dampak Buruk Fenomena Media Sosial dan Gadget Menjadi Pendorong Keberhasilan Pendidikan" dengan narasumber: ibu Evi Ni'matuz Zakiyah, MA seorang Psikolog, Pengelola Sekolah Islam, Dosen tetap STIKES Surya Global. Pada sesi kedua adalah Bedah Buku: "Usaplah gadgetmu untuk (pendidikan) keluargamu" dengan narasumber: Ibu Dra. Hj. Eny Harjanty. Pengisi acara di ADI TV, Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY, dan Pemimpin Panti Asuhan An-Nur Bantul.


 

Lihat Selengkapnya
Kamis, 02 Maret 2017, 10:50 WIB

Peringatan Milad ke-4 KSR PMI Unit XI STIKES Surya Global

Kemeriahan terjadi di gedung Balai Desa Potorono Sabtu malam 25 Februari 2017 lalu, Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit XI STIKES SURYA GLOBAL dalam acara peringatan Miladnya yang ke-4. Segenap keluarga besar KSR PMI STIKES Surya Global, para tamu undangan seperti perwakilan dari PMI Markas Kota Yogyakarta, Pembina KSR PMI STIKES Surya Global, KSR PMI dari perguruan tinggi lain di Yogyakarta, BEM dan HMJ STIKES Surya Global, para alumni mantan pengurus KSR PMI STIKES Surya Global, dan para pengurus dan anggota KSR PMI STIKES Surya Global periode 2016-2017.


 Acara dibuka dengan penampilan tarian daerah Lampung, kemudian sambutan dari Ketua KSR PMI STIKES Surya Global saudara Akhyar Ramadhan, sambutan dari perwakilan PMI Kota Yogyakarta bapak Edi, dan sambutan dari Pembina KSR PMI STIKES Surya Global oleh bapak Herbakti. Kemudian dalam acara ini juga ada ceramah dari ustadz Wawan yang bercerita dulu sering juga aktif sebagai Tenaga Sukarela PMI terutama di daerah-daerah bencana sebagai bagian dari Trauma Healing bagi para pengungsi. Acara dilanjutkan dengan pemotonganTumpeng oleh Ketua KSR PMI STIKES Surya Global yang diserahkan kepada perwakilan PMI Kota Yogyakarta dan Pembina KSR PMI STIKES Surya Global


 


 


 


 

Lihat Selengkapnya
Selasa, 21 Februari 2017, 9:28 WIB

Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2017 LDK Jama'ah Al Kahfi STIKES Surya Global



“Yoo.. ayo.., Ayo berhijab, ku ingin, kita masuk surga..”

Yel-yel dan seruan layaknya supporter sepakbola tersebut terdengar pada sepanjang jalanan Yogyakarta, kemarin. LDK Jama’ah Al-Kahfi bersama Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) bekerja sama denagn komunitas muslimah lainnya mengadakan kampanye “Ayo Berjilbab Syar’i” dari Gerakan Menutup Aurat, Jogja, Minggu (19/2).



Agenda Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2017 diawali dengan kajian pagi”Jilbabku, penjaga Kesehatanku” bersama dr. Ferihana (Owner DMBC) dimasjid Gede Kauman Yogyakarta, dilanjutkan menggelar aksi long march dari Masjid Kauman menuju 0 KM  Jogja.


 

Di tengah rintiknya hujan sore itu, mereka tak gentar untuk terus mengobarkan semangat mengajak kepada masyarakat jogja untuk berhijab sesuai syariat Islam. Sebuah gambaran semangat umat muslim dalam menjalankan perintah agama Allah dan sunnah Rasulullah. Turut hadir dan memberikan dukungan serta semangat dalam gerakan tersebut Ketua FSLDK Jogja, Puguh Prasetya.
 
Beragam poster ajakan berhijab terbentang sepanjang aksi. Salah satunya adalah ajakan menjaga diri para muslimah dengan berhijab, “ayo jaga dirimu dengan berhijab”. Selain itu ada juga poster yang bertuliskan “Tak perlu pusing syarat cantik dari manusia, cukuplah penilaian Allah di atas segalanya”. Itu semua menjadi ajakan positif dalam aksi ajakan “Ayo Berjilbab Syar’i” tersebut.
 
Kegiatan yang diisi degan beragam orasi dari sejumlah perwakilan lembaga dakwah kampus, Photoboot, konsultasi dan tutorial seputar jilbab syar’i tersebut, juga turut didukung oleh Solidaritas Peduli Jilbab Yogyakarta. Semoga ini terus bergulir menjadi gerakan positif dalam mengajak masyarakat menegakkan syariat, khususnya dalam hal berpakaian dan mejaga aurat.
Lihat Selengkapnya
Selasa, 14 Februari 2017, 8:49 WIB

Diskusi Umum "BERSATU MELAWAN KANKER PAYUDARA SEJAK DINI" Persatuan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKES Surya Global

     Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tanggal 04 Februari, kali ini PMKM STIKes Surya Global, Divisi POKJA ISMKMI (Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia) mengadakan diskusi umum atau biasa disebut fordis (forum diskusi). Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Februari 2017 lalu di Aula 3 STIKes Surya Global dengan tema: “BERSATU MELAWAN KANKER PAYUDARA SEJAK DINI”. Pemateri dalam forum diskusi ini adalah bapak Nova Maulana, S.Kep., M.Kes., C.IH. yang juga dosen STIKES Surya Global.

    Tujuan utama Hari Kanker Sedunia adalah menyelamatkan jutaan jiwa manusia dengan mencegah kematian akibat kanker, dengan cara mendorong pemerintah dan individu untuk mengambil langkah, meningkatkan kepedulian pada kanker, dan meningkatkan langkah pencegahan, deteksi dini, maupun pengobatannya.

    Tema yang digunakan dalam diskusi kali ini adalah “Bersatu Melawan Kanker Payudara Sejak Dini“. Seperti dikutip oleh ANTARA News – Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Londa Gumelar mengatakan, kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan di seluruh Rumah Sakit di Indonesia.

     Dalam kegiatan forum diskusi yang dilakukan oleh Pokja ISMKMI, dimulai dari penyampaian materi terkait kanker payudara yang dalam hal ini di sampaikan oleh bapak Nova Maulana, S.Kep., M.Kes., C.IH. Setelah penyampaian materi tersebut dilanjutkan dengan forum diskusi peserta yang dalam hal ini  peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari: Tim pembuat program kerja penanganan masalah kanker, tim kedua sebagai tim pro terhadap tim proker dan tim ketiga sebagai tim kontra terhadap tim proker.

     Dalam forum diskusi ini dimulai dari tim proker untuk menyampaikan hasil nya. Sehingga dari diskusi ini didapatkan hasil bahwa dalam penanganan dan upaya menurunkan angka penderita kanker payudara di Indonesia perlu adanya penekanan terhadap promotif dan preventif oleh pemerintah melalui program BPJS. Selain itu dari agenda ini juga didapatkan hasil satu usulan dari pemateri untuk menindak lanjuti hasil dari fordis ini yang dapat diaplikasikan terhadap masyarakat.(PMKM/Siska)
Lihat Selengkapnya
Jumat, 20 Januari 2017, 1:44 WIB

Kebijakan Khilafah di Bidang Kesehatan

Oleh: dr. Muhammad Usman, AFK (Dewan Penasehat HELP-S) dan Yahya Abdurrahman

Kebijakan Khilafah di Bidang Kesehatan

Oleh: dr. Muhammad Usman, AFK (Dewan Penasehat HELP-S) dan Yahya Abdurrahman



Berbagai fakta historis kebijakan di bidang kesehatan yang pernah dijalankan oleh pemerintahan Islam sejak masa Rasul saw. menunjukkan taraf yang sungguh maju. Pelayanan kesehatan gratis diberikan oleh negara (Khilafah) yang dibiayai dari kas Baitul Mal. Adanya pelayanan kesehatan secara gratis, berkualitas dan diberikan kepada semua individu rakyat tanpa diskriminasi jelas merupakan prestasi yang mengagumkan.

Hal itu sudah dijalankan sejak masa Rasul saw. Delapan orang dari Urainah datang ke Madinah menyatakan keislaman dan keimanan mereka. Lalu mereka menderita sakit gangguan limpa. Nabi saw. Kemudian merintahkan mereka dirawat di tempat perawatan, yaitu kawasan penggembalaan ternak milik Baitul Mal di Dzi Jidr arah Quba’, tidak jauh dari unta-unta Baitul Mal yang digembalakan di sana. Mereka meminum susunya dan berada di tempat itu hingga sehat dan pulih.

Raja Mesir, Muqauqis, pernah menghadiahkan seorang dokter kepada Nabi saw. Beliau menjadikan dokter itu untuk melayani seluruh kaum Muslim secara gratis. Khalifah Umar bin al-Khaththab, menetapkan pembiayaan bagi para penderita lepra di Syam dari Baitul Mal. Khalifah al-Walid bin Abdul Malik dari Bani Umayyah membangun rumah sakit bagi pengobatan para penderita leprosia dan lepra serta kebutaan. Para dokter dan perawat yang merawat mereka digaji dari Baitul Mal. Bani Thulan di Mesir membangun tempat dan lemari minuman yang di dalamnya disediakan obat-obatan dan berbagai minuman. Di tempat itu ditunjuk dokter untuk melayani pengobatan.

Will Durant dalam The Story of Civilization menyatakan, “Islam telah menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai rumah sakit yang layak sekaligus memenuhi keperluannya. Contohnya, Bimaristan yang dibangun oleh Nuruddin di Damaskus tahun 1160 telah bertahan selama tiga abad dalam merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan gratis. Para sejarahwan berkata bahwa cahayanya tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun.”

Menurut Ketua Institut Internasional Ilmu Kedokteran Islam, Husain F Nagamia MD, di dunia, rumah sakit yang sebenarnya baru dibangun dan dikembangkan mulai awal kejayaan Islam dan dikenal dengan sebutan ‘Bimaristan’ atau ‘Maristan’. Rumah sakit, meski baru tahap awal dan belum bisa benar-benar disebut RS, pertama kali dibangun pada masa Khalifah al-Walid bin Abdul Malik dari Bani Umayyah. RS Islam pertama yang sebenarnya dibangun pada era Khalifah Harun ar-Rasyid (786 M – 809 M). Konsep pembangunan beberapa RS di Baghdad itu dan pemilihan tempatnya merupakan ide brilian dari ar-Razi, dokter Muslim terkemuka. Djubair, seorang sejarahwan yang pernah mengunjungi Baghdad tahun 1184 M, melukiskan bahwa rumah sakit-rumah sakit itu memiliki bangunan megah dan dilengkapi dengan peralatan modern.



Menurut M. Husain Abdullah, pada masa Khilafah Abbasiyah, banyak rumah sakit dibangun di Baghdad, Kairo, dan Damaskus. Pada masa itu pula, untuk pertama kalinya, ada rumah sakit berjalan (semacam ambulans). (M. Husain Abdullah, Dirasat fi al-Fikri al-Islami, hlm. 88).
Menurut Dr. Hossam Arafa dalam tulisannya, Hospital in Islamic History,pada akhir abad ke-13, RS sudah tersebar di seantero Jazirah Arabia. Rumah sakit-rumah sakit itu untuk pertama kalinya di dunia mulai menyimpan data pasien dan rekam medisnya. Konsep itu hingga kini digunakan RS yang ada di seluruh dunia.

Semua itu didukung dengan tenaga medis yang profesional baik dokter, perawat dan apoteker. Di sekitar RS didirikan sekolah kedokteran. RS yang ada juga menjadi tempat menempa mahasiswa kedokteran, pertukaran ilmu kedokteran, serta pusat pengembangan dunia kesehatan dan kedokteran secara keseluruhan. Dokter yang bertugas dan berpraktik adalah dokter yang telah memenuhi kualifikasi tertentu. Khalifah al-Muqtadi dari Bani Abbasiyah memerintahkan kepala dokter Istana, Sinan Ibn Tsabit, untuk menyeleksi 860 dokter yang ada di Baghdad. Dokter yang mendapat izin praktik di RS hanyalah mereka yang lolos seleksi yang ketat. Khalifah juga memerintahkan Abu Osman Said Ibnu Yaqub untuk melakukan seleksi serupa di wilayah Damaskus, Makkah dan Madinah.

Pada masa Khilafah Abbasiyah itu pula untuk pertama kalinya ada apotik. Yang terbesar adalah apotik Ibnu al-Baithar. Saat itu, para apoteker tidak diijinkan menjalankan profesinya di apotik kecuali setelah mendapat lisensi dari negara. Para apoteker itu mendatangkan obat-obatan dari India dan dari negeri-negeri lainnya, lalu mereka melakukan berbagai inovasi dan penemuan untuk menemukan obat-obatan baru (M. Husain Abdullah, Dirâsât fî al-Fikri al-Islâmî, hlm. 89).

Paradigma Islam Tentang Kesehatan

Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، آمِنًا فِي سِرْبِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

"Siapa saja di antara kalian yang berada di pagi hari sehat badannya; aman jiwa, jalan dan rumahnya; dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan ia telah diberi dunia seisinya." (HR al-Bukhari dalam Adab al-Mufrâd, Ibn Majah dan Tirmidzi).

Dalam hadis ini kesehatan dan keamanan disejajarkan dengan kebutuhan pangan. Ini menunjukkan bahwa kesehatan dan keamanan statusnya sama sebagai kebutuhan dasar yang harus terpenuhi.

Negara bertanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan dasar itu. Nabi saw. bersabda:

اْلإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Imam (Khalifah) laksana penggembala dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya." (HR al-Bukhari).

Tidak terpenuhi atau terjaminnya kesehatan dan pengobatan akan mendatangkan dharar bagi masyarakat. Dharar (kemadaratan) wajib dihilangkan. Nabi bersabda:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارً
Tidak boleh membahayakan orang lain dan diri sendiri (HR Malik).

Dengan demikian, kesehatan dan pengobatan merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak rakyat dan menjadi kewajiban negara.




Kebijakan Kesehatan


Dalam Islam, sistem kesehatan tersusun dari 3 (tiga) unsur sistem.Pertama: peraturan, baik peraturan berupa syariah Islam, kebijakan maupun peraturan teknis administratif. Kedua: sarana dan peralatan fisik seperti rumah sakit, alat-alat medis dan sarana prasarana kesehatan lainnya.Ketiga: SDM (sumber daya manusia) sebagai pelaksana sistem kesehatan yang meliputi dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya. (S. Waqar Ahmed Husaini, Islamic Sciences, hlm. 148).

Kebijakan kesehatan dalam Khilafah akan memperhatikan terealisasinya beberapa prinsip. Pertama: pola baku sikap dan perilaku sehat. Kedua: Lingkungan sehat dan kondusif. Ketiga: pelayanan kesehatan yang memadai dan terjangkau. Keempat: kontrol efektif terhadap patologi sosial. Pembangunan kesehatan tersebut meliputi keseimbangan aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Promotif ditujukan untuk mendorong sikap dan perilaku sehat. Preventif diprioritaskan pada pencegahan perilaku distortif dan munculnya gangguan kesehatan. Kuratif ditujukan untuk menanggulangi kondisi patologis akibat penyimpangan perilaku dan munculnya gangguan kesehatan. Rehabilitatif diarahkan agar predikat sebagai makhluk bermartabat tetap melekat.

Pembinaan pola baku sikap dan perilaku sehat baik secara fisik, mental maupun sosial, pada dasarnya merupakan bagian dari pembinaan kepribadian Islam itu sendiri. Dalam hal ini, keimanan yang kuat dan ketakwaan menjadi keniscayaan. Dr. Ahmed Shawky al-Fangary1 menyatakan bahwa syariah sangat concern pada kebersihan dan sanitasi seperti yang dibahas dalam hukum-hukum thaharah. Syariah juga memperhatikan pola makan sehat dan berimbang serta perilaku dan etika makan seperti perintah untuk memakan makanan halal dan thayyib (bergizi), larangan atas makanan berbahaya, perintah tidak berlebihan dalam makan, makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang, mengisi perut dengan 1/3 makanan, 1/3 air dan 1/3 udara, termasuk kaitannya dengan syariah puasa baik wajib maupun sunah. Syariah juga menganjurkan olah raga dan sikap hidup aktif. Syariah juga sangat memperhatikan masalah kesehatan dan pola hidup sehat dalam masalah seksual.

Jadi, menumbuhkan pola baku sikap dan perilaku sehat tidak lain adalah dengan membina kepribadian Islam dan ketakwaan masyarakat. Tentu hal itu bukan hanya menjadi domain kesehatan tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat umumnya.



Kebijakan kesehatan Khilafah juga diarahkan bagi terciptanya lingkungan yang sehat dan kondusif. Tata kota dan perencanaan ruang akan dilaksanakan dengan senantiasa memperhatikan kesehatan, sanitasi, drainase, keasrian, dsb. Hal itu sudah diisyaratkan dalam berbagai hadis, seperti:

إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ, نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ, كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ, جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ, فَنَظِّفُوا بُيُوْتَكُمْ وَ أَفْنِيَتَكُمْ وَلاَ تَشَبَّهُوْا بِالْيَهُودِ

"Sesungguhnya Allah Mahaindah dan mencintai keindahan, Mahabersih dan mencintai kebersihan, Mahamulia dan mencintai kemuliaan. Karena itu, bersihkanlah rumah dan halaman kalian, dan janganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi." (HR at-Tirmidzi dan Abu Ya’la).

اتَّقُوا الْمَلاَعِنَ الثَّلاَثَةَ الْبَرَازَ فِي الْمَوَارِدِ وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ وَالظِّلِّ

"Jauhilah tiga hal yang dilaknat, yaitu buang air dan kotoran di sumber/saluran air, di pinggir atau tengah jalan dan di tempat berteduh(HR Abu Dawud).

Rasul saw. juga bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian buang air di air yang tergenang.” (HR Ashhab Sab’ah).

Jabir berkata, “Rasulullah melarang buang air di air yang mengalir.” (HR Thabarani di al-Awsath).

Di samping itu juga terdapat larangan membangun rumah yang menghalangi lubang masuk udara rumah tetangga, larangan membuang sesuatu yang berbahaya ke jalan sekaligus perintah menghilangkannya meski hanya berupa duri.

Beberapa hadis ini dan yang lain jelas mengisyaratkan disyariatkannya pengelolaan sampah dan limbah yang baik, tata kelola drainasi dan sanitasi lingkungan yang memenuhi standar kesehatan, dan pengelolaan tata kota yang higienis, nyaman sekaligus asri. Tentu saja itu hanya bisa direalisasikan melalui negara, bukan hanya melibatkan departemen kesehatan, tetapi juga departemen-departemen lainnya. Tata kota, sistem drainase dan sanitasi kota kaum Muslim dulu seperti Baghdad, Samara, Kordoba, dsb telah memenuhi kriteria itu dan menjadi model bagi tata kota seperti London, kota-kota di Perancis dan kota-kota lain di Eropa.

Pelayanan kesehatan berkualitas hanya bisa direalisasikan jika didukung dengan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai serta sumber daya manusia yang profesional dan kompeten. Penyediaan semua itu menjadi tanggung jawab dan kewajiban negara (Khilafah) karena negara (Khilafah) berkewajiban menjamin pemenuhan kebutuhan dasar berupa kesehatan dan pengobatan. Karenanya, Khilafah wajib membangun berbagai rumah sakit, klinik, laboratorium medis, apotik, pusat dan lembaga litbang kesehatan, sekolah kedokteran, apoteker, perawat, bidan dan sekolah lainnya yang menghasilkan tenaga medis, serta berbagai sarana prasarana kesehatan dan pengobatan lainnya. Negara juga wajib mengadakan pabrik yang memproduksi peralatan medis dan obat-obatan; menyediakan SDM kesehatan baik dokter, apoteker, perawat, psikiater, penyuluh kesehatan dan lainnya.

Pelayanan kesehatan harus diberikan secara gratis kepada rakyat baik kaya atau miskin tanpa diskriminasi baik agama, suku, warna kulit dan sebagainya. Pembiayaan untuk semua itu diambil dari kas Baitul Mal, baik dari pos harta milik negara ataupun harta milik umum.

Semua pelayanan kesehatan dan pengobatan harus dikelola sesuai dengan aturan syariah termasuk pemisahan pria dan wanita serta hukum-hukum syariah lainnya. Juga harus memperhatikan faktor ihsan dalam pelayanan, yaitu wajib memenuhi 3 (tiga) prinsip baku yang berlaku umum untuk setiap pelayanan masyarakat dalam sistem Islam: Pertama, sederhana dalam peraturan (tidak berbelit-belit). Kedua, cepat dalam pelayanan. Ketiga, profesional dalam pelayanan, yakni dikerjakan oleh orang yang kompeten dan amanah. Wallâh a’lam bi ash-shawâb.







Catatan Kaki:
1. Dr. Ahmed Shawky al-Fangary, The Impact of Islam and Its Teachings on Preservation of Individual and Public Health, http://www.crescentlife.com/w…/impact_of_islam_on_health.htm

Sumber: http://helpsharia.com/…/kebijakan-khilafah-di-bidang-keseh…/

Lihat Selengkapnya