Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺

Berita

Senin, 23 Oktober 2017, 8:29 WIB

Perjuangan Santri Tentara, Tentara Santri dalam Membela Tanah Air untuk Kemerdekaan RI

TSM-Selama puluhan tahun tidak terjawab siapa sebenarnya yang membunuh Jendral Aubertin Walter Sothern Mallaby di Surabaya tanggal 30 Oktober 1945 malam hari. Selama waktu itu pula belum terjawab mengapa begitu heroiknya rangkaian pertempuran di kota Surabaya, padahal organisasi tentara baru saja dibentuk. Bagaimana mereka para pemuda memobilisasi kekuatan yang demikian hebatnya untuk melawan ribuan tentara Sekutu dari Brigade 49 Divisi 23 The Fighting Cock Inggris yang kenyang pengalaman tempur PD II.
.
Fakta sejarah yang selama ini diabu-abukan dalam buku sejarah kita akhirnya diperjelas hitam putihnya. Faktanya adalah dalam sebuah kemelut yang terjadi di Jembatan Merah Surabaya Jendral Malllaby ditembak oleh seorang pemuda santri. Hal ini juga dipertegas oleh Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo baru-baru ini. Bahwa pertempuran Surabaya 10 Nopember 1945 sesungguhnya didominasi oleh peran para santri dan lasykar santri karena TNI sendiri baru lahir 5 Oktober 1945.
.
Resolusi Jihad yang dikeluarkan di Surabaya dalam pertemuan para ulama se Jawa dan Madura tanggal 21-22 Oktober 1945 adalah pemicu pertempuran besar itu. Resolusi ini memberikan semangat yang luar biasa bagi para pemuda santri untuk berjuang membela tanah airnya. Aliran tentara Sekutu yang merembes di berbagai kota besar di Indonesia khususnya pulau Jawa memberikan kesan seakan proklamasi kemerdekaan Indonesia dianggap pernyataan ompong. Maka puluhan ribu pemuda santri dan lasykar Islam tampil menunjukkan kekuatannya.

Saat ini nilai kejuangan para santri dicatatkan dalam sejarah tanah air dengan menetapkan tanggal 22 Oktober setiap tahun sebagai hari santri nasional, mulai tahun 2015. Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari tanggal 22 Oktober 1845 adalah nilai emasnya. Mengapa baru sekarang ditetapkan. Jawabnya karena baru lima tahun terakhir ini kita “sadar diri”. Baru bisa merenungkan dengan jernih tanpa politisasi makna perjuangan para santri yang selama ini dianggap tidak bergaung di kancah perang kemerdekaan.
Pemerintah saat ini sedang membaguskan kekuatan alutsista tentaranya yang juga berseragam hijau daun. Semua dibenahi, infrastruktur berupa pangkalan militer dibangunbesarkan. Berbagai jenis alutsista canggih didatangkan untuk memperkuat benteng pertahanan republik. Ini dilakukan demi marwah teritori NKRI, demi kedaulatan NKRI, menjaga eksistensi bernegara dengan segala dinamikanya.
.
Para santri kita sesungguhnya juga berjiwa tentara terutama jika disejajarkan bangunan nasionalismenya, semangatnya untuk mencintai tanah airnya. Sejarah santri adalah lembaran-lembaran untuk selalu mencintai Indonesia. Resolusi jihad adalah bukti ketika proklamasi 17 Agustus 1945 dianggap tidak ada. Puluhan ribu pemuda santri dengan lasykar-lasykarnya bersama dukungan ulama melakukan pertempuran hebat di seluruh Indonesia.
.
Kurikulum tentara adalah kontrak mati pada NKRI, garda terdepan untuk melindungi, menjaga dan menjamin eksistensi NKRI. Sesungguhnya karakter tentara dan karakter Santri adalah sama, mencintai tanah air, membela tanah air dan pilar-pilar didalamnya. Tentara hijau daun dan santri hijau daun adalah dua komponen yang saling menguatkan dan menghebatkan. Yang satu dengan kekuatan alutsista, yang satu lagi dengan kekuatan doa.
.
"SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 22 OKTOBER 2017"
.
Sumber: HR/Teknologi & Strategi Militer

Lihat Selengkapnya
Sabtu, 30 September 2017, 9:58 WIB

PELANTIKAN dan SERTIJAB Pengurus KSR PMI Unit XI STIKES SURYA GLOBAL periode 2017-2018

Diiringi hujan rintik-rintik pada Ahad malam 24 September 2107 di Gedung Graha SantriPreuner STIKES Surya Global diselenggarakan acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pengurus Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) periode 2017 -2018. Turut hadir dalam acara ini adalah bapak Suyatno, S.Pd., M.Pd.I selaku Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan STIKES Surya Global, bapak Herbakti Nur Ch.,S.Sos selaku Pembina KSR PMI Surga, bapak Dedi Hartadi selaku pengurus PMI Kota Yogyakarta, Koordinator Relawan KSR PMI se-DIY, Ketua-ketua Unit KSR PMI dari perguruan tinggi lain se-Yogyakarta, Perwakilan Organisasi-organisasi Mahasiswa di lingkungan STIKES Surya Global, Ahyar Ramadhan mantan Ketua Unit KSR PMI STIKES Surga periode 2016-2017, para alumni dan seluruh pengurus KSR PMI STIKES Surya Global. Hal yang menarik pada pengurus KSR PMI Unit XI STIKES Surya Global yang baru sekarang didominasi oleh para putri/akhwat, khususnya baru kali ini Ketua Unit XI STIKES Surya Global adalah putri yakni Ruby Wijayanti, mahasiswi semester VII program studi Kesehatan Masyarakat. Pelantikan dipimpin oleh bapak Suyatno, S.Pd.I, M.Pd.I yang membacakan Surat Keputusan Pelantikan UKM KSR PMI Unit XI STIKes Surya Global Yogyakarta periode 2017/2018


STRUKTUR ORGANISASI


UKM KSR PMI Unit XI STIKes Surya Global Yogyakarta


Tahun 2017/2018


 


Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO)



  1. Ahyar Ramadhan

  2. Eny Chayrurois

  3. Itsna Hidayah


 


Pengurus Harian (PH)


Ketua           : Ruby Wijayanti              14.14.3594


WakilKetua   : Juliana Sari Abidin          04.14.3995


Sekretaris I   : Riska Diasih Oktavianti  14.14.3548


Sekretaris II  : Ana Vita                        14.14.3559


Bendahara    : Lilis Najariah                 04.15.4235


 


Bidang


Pelayanan & Pembedayaan Masyarakat (PPM)


Koordinator : Ana Maya DewiPurnamasari     14.15.3936


Staf              :


1. Fatimah Candra                   04.16.4303


2. Muhammad Rapli                 04.16.


 


Personalia (PPA)                                


Koordinator : Ainur Radhiah      14.15.3848


Staf              :


1. Laili Nur Azizah                    14.16.4186


2. Mujahidin                            04.16.4445


 


Administrasi & Humas (ADHUM)          


Koordinator : Miftahurrohmah    14.15.3964


Staf              :


1. Cen Siufen                          04.14.3886


2. Mujiburrahman                    04.16.4446


Logistik


Koordinator : Arifiatun Noviyani   14.14.3562


Staf              :


1. Aditia Maulana Ishak            14.16.4206


2. Fauzia Wulandari                 14.15.3953


 



Wakil Ketua III STIKES Surya Global bapak Suyatno dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru KSR PMI Unit XI STIKES Surya Global periode 2017-2018 yang telah dilantik dan ucapan terimakasih kepada pengurus lama yang telah menunaikan amanah program-programnya selama 1 tahun. Lebih lanjut pak Yatno menyampaikan bahwa berdasarkan survei National Association of Colleges and Employers (NACE) terhadap 457 pimpinan perusahaan mengenai karateristik unggul seorang calon pekerja, Indeks Prestasi (>=3.0) hanya menempati urutan ke-17, sementara Kemampuan Komunikasi, Kejujuran/Integritas, Kemampuan Bekerja Sama, dst menempati urutan pertama, kedua dan dan ketiga. Dan semua itu bisa didapatkan dan dilatih melalui keaktifan para mahasiswa di organisasi mahasiswa. Sementara Pembina KSR PMI Surga bapak Herbakti Nur Ch.,S.Sos dalam sambutan berikutnya menyampaikan bahwa untuk pertama kalinya pengurus harian dan koordinator KSR PMI Unit XI STIKES Surya Global kali ini perempuan semuanya. Ini menjadi tantangan baru bagi KSR PMI Surga dan harapan agar dapat menjalankan program-programnya lebih baik dari pengurus2 KSR PMI sebelumnya.

Ahyar Ramadhan mantan Ketua Unit KSR PMI STIKES Surga periode 2016-2017 menyampaikan kelegaannya telah menyelesaikan amanah-amanah kepengurusannya dan berharap pengurus yang baru dapat melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh pengurus yang lama. Kemudian Ketua Unit KSR PMI Unit XI STIKES Surya Global periode 2017-2018 Ruby Wijayanti menyampaikan bahwa amanah sebagai Ketua KSR PMI STIKES Surya Global ini begitu berat apalagi sekarang didominasi oleh para perempuan. Karena mahasiswi prodi Kesehatan Masyarakat semester VII yg berasal dari Banjarnegara ini berharap seluruh pengurus dan anggota KSR PMI Surga tetap menjaga semangat dan mensukseskan setiap program kerja yang diamanahkan.



 


(+) Siamo Tutti Fratelli (y)


Lihat Selengkapnya
Senin, 25 September 2017, 4:29 WIB

Upacara Pembukaan Diklat Calon Anggota Baru KSR PMI STIKES Surga


.
Sabtu siang yang cerah tanggal 23 September 2017 di lapangan Kampus timur STIKES Surya Global diselenggarakan upacara Pembukaan Diklat Calon Anggota Baru Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit XI Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global yang dihadiri 120 mahasiswa para calon anggota baru. Hadir dan bertindak selaku Inspektur Upacara adalah bapak Herbakti Nurcahya, S.Sos selaku Pembina KSR PMI STIKES Surya Global. Turut hadir bapak Supriadi dan bapak Dedi Hartadi dari PMI Kota Yogyakarta, Ketua Korkom Relawan PMI DIY, Perwakilan dari KSR PMI Unit-unit perguruan tinggi lain di Jogja, Ketua BEM, dan perwakilan dari Organisasi-organisasi mahasiswa di lingkungan STIKES Surya Global.

.
Dalam sambutannya, bapak Herbakti menyampaikan pentingnya peran KSR PMI sebagai ujung tombak Palang Merah Indonesia dalam tugas-tugas kemanusiaan di Indonesia. Menjadi seorang sukarelawan harus mempunyai rasa “suka” yakni menyukai kegiatan sukarelawan dalam tugas-tugas seperti pertolongan pertama, bantuan kemanusiaan, kegawat-daruratan, dll. Menjadi sukarelawan juga harus “Rela”, yakni rela berkorban, rela meluangkan waktu, tenaga maupun pikiran untuk tugas-tugas kemanusiaan di lingkungan Palang Merah Indonesia. 
.
Dalam acara ini secara simbolis dilakukan acara penyematan tanda calon anggota baru kepada 2 peserta putra dan putri oleh bapak Supriadi dari PMI Kota Yogyakarta berupa topi dan tanda peserta yang nantinya akan dipakai para calon anggota menjalani pendidikan dan pelatihan selama 3 bulan. Selama pendidikan yang berlangsung 3 bulan ini akan diberikan materi-materi dan ujian baik teori maupun praktek dengan instruktur dari Palang Merah Indonesia. Setelah upacara para peserta memasuki ruangan untuk mengerjakan pretest dan materi sejarah Palang Merah Internasional dari PMI Yogyakarta. 
(+) Siamo Tutti Fratelli.

Lihat Selengkapnya
Selasa, 12 September 2017, 2:08 WIB

ISNAYANI YULIANA, SANTRI MAHASISWI BERPRESTASI YANG MENGIKUTI PROGRAM BIDIKMISI KEMENRISTEKDIKTI


Isnayani Yuliana yang biasa dipanggil Yuli, santri mahasiswi semester III program studi Kesehatan Masyarakat konsentrasi Manajemen Rumah Sakit ini yang pada semester ganjil kemarin mendapat IPK 3,83 ini adalah salah satu santri mahasiswi asal Rarang Terara Lombok Timur Nusa Tenggara Barat yang tinggal di Pesantren STIKES Surya Global. Mahasiswi kelahiran Rarang, 11 April 1999 ini ketika masih sekolah di SMA 3 Mataram NTB di setiap kelas selalu mendapat rangking 3 besar. Yuli merupakan salah satu dari 20 santri mahasiswa STIKES Surya Global angkatan 2016 yang lolos seleksi untuk mengikuti program Bidikmisi yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.


Anak pertama dari 3 bersaudara bapak Nurudin dan ibu Mahsan ini juga pernah Juara Harapan 1 Menulis Artikel di NTB, kemudian Juara 3 Cerdas Cermat se Kecamatan Selaparang. Pernah juga mengikuti Lomba Dongeng Bahasa Jerman yang diadakan Goethe Institute. Gadis yang gemar membaca Novel Tere Liye , Rivai Ripan ini juga suka membaca Biografi Tokoh-tokoh Islam.

Santri Mahasiswa yang sekarang tinggal di lantai 3 Graha Santri Pesantren STIKES Surya Global ini menjawab bagaimana kesan selama tinggal di pesantren:

“Enak, rame, bisa belajar bareng dengan sesama santri lain meski beda program studi. “jawabnya.

Karena itulah Yuli biasa belajar jam 03:00 sampai jam 07:00 pagi. Salah satu yang menjadi semangat buat Yuli adalah motivasi dari kedua orang tuannya yang sebelumnya tidak merestui Yuli kuliah di Jawa. Apa pesan Yuli kepada mahasiswa-mahasiswa lain?

“Lebih banyak mengatur waktu, jangan terbebani dengan kuliah.“

Mahasiswi yang makanan favoritnya sambel tempe, ini juga bercita-cita melanjutkanke S-2 Kesehatan Kerja di Luar Negeri ini juga penyuka es krim dan coklat.

Program Bidikmisi

Bidikmisi adalah program  bantuan  biaya  pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu. Penyelenggara Program Bidikmisi ini adalah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Setiap warga  Negara Republik  Indonesia berhak  mendapatkan  pengajaran. Hak  setiap warga  Negara  tersebut  telah  dicantumkan  dalam  Pasal  31  (1) Undang-Undang Dasar 1945.  Berdasarkan  pasal  tersebut,  maka  Pemerintah  dan  Pemerintah  Daerah wajibmemberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi  setiap  warga  negara  tanpa  diskriminasi,  dan  masyarakat  berkewajiban memberikan  dukungan  sumber  daya  dalam  penyelenggaraan  pendidikan.  Untukmenyelenggarakan  pendidikan  yang  bermutu  diperlukan  biaya  yang  cukup  besar. Oleh karena  itu  setiap  peserta  didik  pada  satuan  pendidikan  berhak  mendapatkan  bantuan biaya  pendidikan bagi  mereka  yang  memiliki  potensi  akademik baik dan tidak  mampusecara ekonomi serta berhak mendapatkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi.

Lulusan Program Bidikmisi, diharapkan dapat mengisi  kebutuhan  sumberdaya  manusia  Indonesia  yang  siap  berkompetisi  diera Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Fakta  menunjukkan  bahwa  pemberian  Beasiswa  Bidikmisi  telah  memberikan  dampak ikutan selain bagi mahasiswa itu sendiri, yaitu meningkatnya prestasi dan iklim akademik di suatu perguruan tinggi. Dengan adanya mahasiswa Bidikmisi, maka kualitas perguruan tinggi  juga  meningkat.  Ini  terjadi  karena  mahasiswa  penerima  beasiswa  Bidikmisi memiliki  prestasi  yang  dapat  dibanggakan  (IPK  rata-rata  di  atas  3),  sehingga mampu meningkatkan prestasi atau kualitas perguruan tinggi. Hal ini diperkuat dengan data tahun 2016 menunjukkan bahwa lebih dari 51% mahasiswa Bidikmisi memperoleh IPK antara 3,0-3,5, dan lebih dari 31% memperoleh IPK > 3.5, serta 0.6 % mempunyai IPK 4,0. Ini adalah suatu prestasi yang amat membanggakan.

Tidak hanya itu, prestasi non akademik mahasiswa Bidikmisi juga amat membanggakan; tercatat  lebih  dari  5  mahasiswa  Bidikmisi  berhasil  lolos  seleksi  menjadi Finalis Mahasiswa  Berprestasi  tingkat  nasional  sejak  tahun  2013-2016.  Selain  itu,  beberapamahasiswa Bidikmisi juga berhasil meraih medali di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS),  menjuarai  berbagai  kompetisi  kepenulisan  tingkat  nasional hingga internasional,  mengikuti  kegiatan  pertukaran  pelajar  rtingkat  internasional,  hingga menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai kegiatan kelas dunia di dalam dan luarnegeri.

Hingga pertengahan tahun 2016, lebih dari 200 alumni Bidikmisi berhasil mendapatkan kesempatan  untuk  melanjutkan  pendidikan  kejenjang  S2  dengan  dukungan  penuh beasiswa  dari  Lembaga  Pengelola  Dana  Pendidikan  (LPDP),  Kementerian  Keuangan Republik  Indonesia.  Sebagian  besar  melanjutkan  studi  di  kampus-kampus  terbaik  di Indonesia,  dan  sebagian  lainnya  berkesempatan  berkuliah  di  luar  negeri  di kampus-kampus terbaik dunia seperti di Inggris, Belanda, Australia, Amerika dan lain-lain.Beberapa  capaian  di  atas  membuktikan  bahwa  Bidikmisi  telah  berhasil  menjadi  salahsatu katalis yang strategis dan telah banyak membantu mahasiswa Indonesia untuk secara bebas  mengeksplorasi  diri. Selain  itu,  karena  para  mahasiswa  Bidikmisi  adalah  para mahasiswa  yang  berasal  dari  seluruh  pelosok  Indonesia,  program  ini  telah  turut berkontribusi  terhadap  peningkatan  kohesi  sosial  dan  pemahaman  tentang  keragaman Bangsa Indonesia. Suatu hal yang baik sekali, karena pada waktunya mereka lulus, para mahasiswa ini akan mempunyai persahabatan dan jejaring dari seluruh Indonesia.

Lihat Selengkapnya
Kamis, 24 Agustus 2017, 11:12 WIB

Masa Ta'aruf (MA'RUF) 2017 Mahasiswa Santri STIKES Surya Global

Kampus Timur STIKES Surya Global tampak ramai dan meriah, ada panggung dan berbagai stand-stand yang menampilkan berbagai foto-foto kegiatan dan produk-produk yang digelar oleh mahasiswa. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan dan berbagai Unit-unit Kegiatan Mahasiswa di lingkungan STIKES Surya Global menyelenggarakan MA'RUF (Masa Ta'aruf) 2017 yang bertema "Membentuk Mahasiswa Santri Menjadi Generasi Robbani di Era Digital dan Teknologi". Berbagai atraksi ditampilkan seperti dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan (HIMIKA), Persatuan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (PMKM), Jama'ah Al Kahfi (JAKHFI), Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI), Resimen Mahasiswa (MENWA), Perguruan Setia Hati Terate (PSHT), Paduan Suara Mahasiswa (PSM), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala)SURGAYAPALA, Lembaga Pers Mahasiswa GLOBAL Media, Koperasi Mahasiswa (KOPMA), PIK SAGOPERA, Komunitas Pecinta Lingkungan Hijau (KPLH)Selain menampilkan atraksi-atraksi sebagai pengenalan lembaganya kepada para mahasiswa baru STIKES Surya Global 2017/2018, juga menampilan stand-stand yang berada di lapangan parkir Kampus Timur STIKES Surya Global. Di stand-stand inilah para mahasiswa baru bisa mendaftarakan diri ke lembaga-lembaga yang diminatinya sebagai calon anggota baru.

Lihat Selengkapnya
Minggu, 16 Juli 2017, 10:46 WIB

Masjid Bantuan dari Kuwait Diresmikan

Setelah dilaksanakan pembangunan selama 11 bulan, Masjid yang merupakan bantuan Baituz Zakat dari negara Kuwait di kompleks Graha Santri Pondok Pesantren STIKES Surya Global telah selesai dibangun. Peletakan batu pertama yang menandakan dimulainya pembangunan masjid yang diberi nama Masjid Ali Fahd Abdurrahman Al Zayyid ini dilaksanakan pada hari Jum'at 2 Agustus 2016 dan Alhamdulillah selesai pada hari Jum'at 14 Juli 2017. Pada acara peresmian Masjid yang dihadiri juga bapak Camat Banguntapan, ibu Lurah Desa Wirokerten, perwakilan dari Yayasan Islah Bina Umat, para anggota Majelis STIKES Surya Global, serta santri mahasiswa STIKES Surya Global.Bapak Sugiono Al Munawary selaku Pimpinan Pesantren Mahasiswa STIKES Surya Global secara khusus menyampaikan ucapan terimakasih kepada Direktur Yayasan Islah Bina Umat yang telah memberikan kepercayaan kepada STIKES Surya Global dalam menyalurkan donatur dari Baituz Zakat Kuwait. Harapannya dengan dibangunnya masjid ini masyarakat khususnya jama'ah juga mendapatkan keberkahan, keutamaan dari memakmurkan masjid sebagai rumah Allah. Keluarga yang telah mewakafkan juga menjadi amal jariyah. Dan juga para jamaah yang memakmurkan masjid mudah-mudahan Allah meridhoi dan menjadi asbab dikumpulkannya ke dalam surga-Nya Allah Subhanahu wa Ta'ala.  Ibu Lurah Desa Wirokerten Ibu Hj. Rakhmawati Wijayaningrum, SE dalam sambutannya menyampaikan atas nama pemerintah Desa Wirokerten mengapresiasi STIKES Surya Global yang telah berupaya semaksimal mungkin melaksanakan program pemerintah khususnya pemerintah Desa Wirokerten yaitu dalam rangka meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Di samping mendapatkan ilmu pengetahuan secara umum Alhamdulillah dengan adanya STIKES Surya Global di wilayah pedukuhan Mutihan Desa Wirokerten Kecamatan Banguntapan ditambah dengan keberadaan masjid yang sangat megah ini masyarakat di wilayah sekitar juga bisa menikmati, bisa turut menimba ilmu agama yang bisa meningkatkan ketakwaan masyarakat dengan bekerjasama dengan STIKES Surya Global. Bu Lurah juga menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya telah dibantu dalam program pemberdayaan masyarakat desa. Pemerintah Desa juga turut berbahagia atas selesainya pembangunan masjid dan pondok pesantren semoga bisa memberi manfaat bagi masyarakat secara umum.Camat Banguntapan bapak Drs. Fatoni dalam sambutan berikutnya menyampaikan jajaran pemerintah Kecamatan Banguntapan merasakan dampak positif keberadaan kampus STIKES Surya Global. Khususnya dampak ekonomi berupa kost-kostan dan penjual makanan yang mudah-mudahan menjadi berkah bagi masyarakat Banguntapan. Kemudian tidak kalah pentingnya Masjid ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai tempat pengembangan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Pak Camat menyampaikan bahwa di kecamatan Banguntapan ini terdapat sekitar 4000 keluarga miskin yang harus segera dientaskan, dimana akan dikonsolidasikan dengan pihak-pihak akademisi seperti di STIKES Surya Global.Acara selanjutnya adalah pengguntingan pita, pemberian kunci dan kitab suci Al qur'an sebagai tanda simbolis diresmikannya Masjid Ali Fahd Abdurrahman Al Zayyid oleh bapak Camat yang disaksikan oleh pihak Yayasan Islah Bina Umat, Pemerintah Desa Wirokerten, Ketua STIKES Surya Global, Pimpinan Pondok Pesantren STIKES Surya Global, Anggota Majelis dan santri dan mahasiswa STIKES Surya Global. Semoga keberadaan Masjid ini menjadi keberkahan dan diridhoi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiiin Ya Rabbal 'alamiiin..

Lihat Selengkapnya