Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺

Berita

Senin, 10 Juli 2017, 9:15 WIB

Pesan KH. Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Gontor) Kepada para Orang Tua yang Anaknya Akan Masuk Pesantren

Pesan KH. Hasan Abdullah Sahal (pimpinan Pondok Modern Gontor) saat pembekalan untuk calon Orang Tua Santri:


"Kalo mau punya anak bermental kuat, orang tua-nya harus lebih kuat, punya anak itu jangan hanya sekedar sholeh tapi juga bermanfaat untuk umat, orang tua harus berjuang lebih.. ikhlas... ikhlas... ikhlas...

Anak-anakmu di pondok pesantren gak akan mati karena kelaparan, gak akan bodoh karena gak ikut les ini dan itu, gak akan terbelakang karena gak pegang "hape/gadget".

Insyaa ALLAH, anakmu akan dijaga langsung oleh ALLAH karena sebagaimana janji ALLAH yang akan menjaga Alqur'an.. yakin.. yakin.. harus yakin..

Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti...

"Yen wes tuwo nangis amargo anak-anakmu lalai urusan akhirat.. kakean mikir dunyo, rebutan bondo, pamer rupo.. lali surgo.." (kalau sudah tua menangis karena anak-anak kamu lalai terhadap urusan akhirat... kebanyakan memikirkan urusan dunia, berebut harta, pamer rupa wajah... lupa surga).Gontor, 16 Juli 2016

Lihat Selengkapnya
Selasa, 06 Juni 2017, 8:02 WIB

SIMULASI BENCANA GEMPA BUMI PRODI NERS STIKES SURYA GLOBAL DI DUSUN SUREN KANOMAN, PLERET, BANTUL

Pada hari Ahad 4 Juni 2017 oleh kelompok IV Program Profesi Ners STIKES Surya Global Angkatan XVIII mengadakan Simulasi Bencana Gempa  yang melibatkan 50 orang masyarakat setempat, Kegiatan ini mendapat antusias dari masyarakat. Program kerja ini merupakan program kerja utama pada kegiatan stase komunitas kelompok IV Profesi Ners STIKES Surya Global sebagai program kerja besar.


Simulasi Bencana Gempa yang diadakan bertujuan supaya masyarakat daerah sekitar, khususnya dusun Suren, Kanoman siap secara materi dan skill jika sewaktu-waktu terjadi gempa. Dalam acara ini masyarakat tidak hanya diajarkan cara berlindung di saat gempa, tapi juga diajarkan tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana  dan bagaimana cara evakuasi dan memberikan Pertolongan Pertama (PP) jika ada korban di sekitarnya.  Dalam acara ini materi simulasi bencana dan Pertolongan Pertama di sampaikan oleh mas Nur Ahmad atau yang sering di sapa mas Bolang dari KSR PMI Kota Yogyakarta, yang juga bekerja sebagai staff di BPBD Provinsi DIY.


Selain itu tujuan dari diadakannya acara ini agar masyarakat mengetahui tentang sepak terjang STIKES Surya Global sebagai kampus yang tidak hanya mengembangkan sayapnya di dunia kesehatan tapi juga pada kemanusiaan.


Dalam kesempatan ini Kepala Dukuh Pungkuran Pleret mengatakan bahwa pada tahun 2006 wilayah Suren. Kanoman yang tergabung dalam pedukuhan Pungkuran termasuk salah satu pedukuhan yang terkena dampak dari kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Dari sekian banyak rumah di dusun Suren dan Kanoman hanya 3 bangunan yang berdiri. Serta adanya korban jiwa yang meninggal.


Acara Simulasi Bencana Gempa yang dilaksanakan dari jam 09.00 pagi ini juga di hadiri oleh Babin Kamtibnas dari Polsek Pleret, Kepala Dukuh Pungkuran, Ketua RT 1 dan 2 Kanoman dan ketua RT 4 Suren. Serta dari delegasi Puskesmas dan Kampus STIKES Surya Global selaku pembimbing Stase Komunitas kelompok IV Profesi Ners STIKES Surya Global. Dalam kesempatan ini Nur Ahmad selaku pemateri berharap adanya tindak lanjut ke depannya yang dapat melibatkan dan bekerjasama dengan pihak BPBD Kabupaten Bantul untuk mengelola dusun Suren dan Kanoman sebagai Dusun Tanggap Bencana.


"Dengan adanya antusias dari seluruh kalangan baik masyarakat dan pihak-pihak terkait, kami mengapresiasi dan berharap ke depannya ilmu yang didapatkan dapat berguna, bermanfaat serta berkelanjutan bagi masyarakat sekitar" kata Nyoman Hariadi selaku ketua panitia.(Syabib/2017)

Lihat Selengkapnya
Kamis, 01 Juni 2017, 5:24 WIB

Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan Oleh Dr. Ahzami Sami’un Jazuli, MA

 


وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ


“Dan sesungguhnya al-Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab” (QS Az-Zukhruf: 44).


 Ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan Islam sebagai rahmat buat alam semesta; ketika Allah Swt. menghendaki dari umat Islam menjadi umat terbaik; ketika Allah Swt. menghendaki agar umat Islam mampu memikul amanah untuk memimpin dunia ini; ketika Allah menghendaki agar umat Islam menjadi saksi bagi seluruh umat manusia, maka ketika itulah Allah Swt. mempersiapkan umat Islam sedemikian rupa, agar umat Islam ini layak menjadi umat yang terbaik. Di antara sarananya adalah dengan pembentukan manusia yang bertaqwa. Pembentukan manusia yang bertaqwa inilah yang banyak dilupakan manusia, sehingga ukuran kemajuan atau ukuran kesejahteraan hidup diukur dengan paradigma materi. Lupa bahwa manusia itu bukan hanya dari unsur materi saja, tetapi manusia punya nurani yang harus diperhatikan, yang harus dibina sehingga pantas untuk menjadi manusia yang terbaik. Oleh karena itu Ramadhan hadir di tengah-tengah kita dalam rangka untuk menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik yang layak memimpin dunia ini.


Di dalam bulan Ramadhan banyak sekali kebajikan ilahi yang harus kita dapatkan, sehingga kita keluar dari bulan Ramadhan ini benar-benar menjadi manusia terbaik, manusia yang berkualitas, manusia yang berprestasi. Oleh karena itu marilah kita berupaya benar-beanr memahami puasa itu sebagaimana yang diharapkan Allah Swt.


Pertama, puasa membentuk manusia yang mengoptimalkan kontrol diri (self control). Mengapa? Karena puasa sangat terkait dengan keimanan seseorang. Seseorang bisa saja mengatakan dirinya sedang berpuasa, sekalipun sebenarnya tidak. Oleh karena itu puasa disebut ‘ibaadah sirriyyah (ibadah yang bersifat rahasia). Rahasia antara seorang hamba dengan Al-Kholiq. Sampai-sampai Allah Swt. mengatakan dalam sebuah hadits Qudsi yang sering kita dengar “Kulluu ‘amali ibnu aadama lahu illash-shiyaam. Fa innahu lii wa ana ajzii bihi (setiap amal manusia untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk aku. Dan akulah yang membalasnya)”. Pertanyaannya adalah apakah amal selain puasa tidak dibalas Allah? Dibalas. Tetapi kenapa dalam masalah puasa Allah menegaskan bahwa Dia yang akan membalasnya sehingga seolah-olah amal yang lain itu bukan Allah yang membalasnya? Ini merupakan isyarat Rabbaniyah bahwa amal manusia yang bernama ash-shiyam benar-benar insya Allah akan dijamin diterima oleh Allah Swt. Apakah yang lain tidak dijamin? Ini karena puasa itu adalah ibadah sirriiyyah, dimana orang tidak mengetahui dan tidak melihat ketika dia berpuasa. karean ketika kita berpuasa, tidak ada orang lain yang tahu. Maka ibadah yang sirriyyah itu adaah sangat dekat dengan keikhlasan. Dan syarat agar suatu amal itu diterima oleh Allah, selain harus benar sesuai dengan ajaaran Rasulullah Saw., harus ikhlas. Makanya kalau ingin menjadi orang yang populer, tidak bisa melewati pintu puasa. Kalau terkenal sebagai seorang mubaligh, bisa. Terkenal menjadi qori’ dan qori’ah, bisa. Terkenal menjadi politikus, bisa. Dan itu semuanya sangat rawan dengan riya’, dan riya’ itu menjadikan amal tidak diterima oleh Allah Swt. Itulah  sebabnya mengapa dalam kaitannya dengan puasa ini Allah menegaskan bahwa Dia sendiri yang akan membalasnya. Inilah yang dikatakan bahwa puasa akan melatih kita untuk mempunyai tingkat kontrol yang tinggi, baik ketika kita menjadi seorang pemimpin, atau karyawan, ulama’ atau yang lainnya. Kita tidak merasa dikontrol oleh yang lainnya, akan tetapi yang terpentinga dalah bahwa kita sadar bahwa kita dikontrol oleh Allah Swt.


Yang kedua, lembaga shiyam ini mendorong kita agar kita agar obsesi kita tentang kehidupan akherat itu lebih dominan daripada obsesi dunia. Jadi obsesi ukhrowi kita, agar kita menjadi hamba Allah yang akan mendapatkan kenikmatan abadi, itu harus lebih dominan daripada kesenangan yang sifatnya sementara. Karena seluruh kenikmatan yang ada di dunia ini, nikmat apa pun namanya, harta, pangkat, dan sebagainya itu semuanya bersifat sementara. Makanya dalam bahasa Al-Qur’an kenikmatan dunia itu tidak disebut nikmat, akan tetapi disebut mata’. Mata’ itu arti adalah maa yatamatta’u bihil insan tsumma yazulu qoliilan-qoliilan (mata’ adalah sesuatu yang disukai oleh manusia, akan tetapi sedikit demi sedikit akan hilang)”. Kalau kita ditakdirkan Allah mempunyai istri yang sangat cantik, ketika sudah berusai 60 tahun, maka kecantikannya pasti akan luntur, sehingga mungkin kita berpikir mencari yang masih muda lagi. Kenapa? karena kenikmatan dunia itu pasti ada batasnya. Ini adalah halyang manusiawi. Puasa itu melatih kita agar obsesi yang ada dalam diri kita itu obsesi yang tentang kehidupan yang abadi di akhirat. Makanya makanan, minuman, istri, dan semua yang halal itu kita gapai dalam rangka untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi.


Di negara kita yang sedang terkena krisis multi dimensional ini dan dipenuhi dengan kerusuhan, disebabkan karena banyak manusia di negara ini ytang obsesinya bukan obsesi ukhrowi. Ada orang yang ingin menjatuhkan orang lain, ada orang yang khawatir kalau-kalau dijatuhkan. Kalau obsesi duniawi ini dominan, bisa-bisa kita akan kehilangan kehidupan ukhrowi kita. Ketika kita memasuki bilan Ramadhan, maka kita akan ditarbiyah oleh Allah agar obsesi kit aadalah obsesi ukhrowi. Namun ini bukan berarti kehidupan duniawi dilarang. Akan tetapi duniawi itu bukan yang dominan dalam kehidupan kita. Makanya kita diajarkan untuk berdo’a “Walaa taj’al mushiibatana fii diinina, walaa taj’aliddun-yaa akbaro hammina (jangan jadikan dunia sebagai obsesi terbesar dalam kehidupan kami), walaa mablagho ‘ilmina, walaa ilannaari mashiirona. Do’a ini sering dibaca, akan tetapi dalam perbuatannya warnanya lain.


Yang ketiga, dari lembaga shiyam ini akan melahirkan manusia-manusia yang benar-benanr mempunyai al-hasasiyyah al-ijtima’iyyah (mempunyai kepekaan sosial yang tinggi). Dari mana bisa kita ketahui? Ketika kita berpuasa sunnah, baik Senin-Kamis atau puasa ayyamul bidh, kita merasakan berpuasa sendirian. Dibandingkan dengan puasa di bulan Ramadhan, puasa sunnah ini perasaan kita lebih berat, karena dilaksanakan sendirian. Ini yang harus kita perhatikan, sekarang ini bangsa kita (sebagian besar) sudah kehilangan kepekaan sosial. Kalau ada tindak kejahatan di tempat keramaian, sangat langka kita temukan orang yang peduli dengan membantu melawan penjahat. Kalau ada wanita yang sangat cantik lewat dan hampir semua mata melihat, apakah ada orang yang memprotes hal itu? Padahal, bukankah wanita itu isterinya orang yang haram untuk dipelototi? Bahkan perbuatan seperti ini kadangkala diberikan pembenaran dengan dalih ‘mubadzir’ kalau tidak dilihat. Ini menunjukkan rendahnya sensitifitas keimanan (hasasiyah imaniyah). Yang ada adalah kerawanan dalam kehidupan sosial, karena kemaksiatan sudah melembaga dan orang diam saja ketika melihatnya. Padahal di masa Rasulullah SAW, orang tidak akan tinggal diam ketika melihta suatu kemungkaran. Bahkan ketika jauh setelah kehidupan Rasulullah, baik di jaman tabi’in maupun tabi’it tabi’in, tetapi mereka masih komitmen dengan ajaran Allah, maka sensitifitas sosial itu sangat tinggi. Misalnya, di jaman dahulu kalau kita shalat jama’ah di masjid, kemudian kita melihat ada tetangga atau saudara kita tidak datang, maka setelah selesai shalat, semua jama’ah langsung mendatangi orang yang tidak shalat berjama’ah tadi untuk menziarahinya, seolah-olah orang yang tidak shalat jama’ah itu adalh orang yang mati sehingga perlu dita’ziyahi. Kalau seandainya kita tidak shalat jama’ah dan kemudia kita dita’ziyahi, maka kita akan termotivasi untuk selalu shalat jama’ah. Dan shalat jama’ah adalah ibadah yang sangat terkait dengan sensitifitas sosial. Ironisnya di negara ini ketika ada orang diganggu, dicopet, atau digoda, yang lainnya diam saja, dan bisikan yang ada dalam dirinya adalah ‘yang penting saya selamat’. Orang seperti ini adalah orang yang mati dalam kehidupannya, karena bahasa masing-masing itu bahasa akhirat, bahasa ketika kiamat tiba, sehingga orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Suami lari dari istri dan anaknya, anak lari dari orang tuanya. Allah berfirman:


 فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ ٣٣ يَوۡمَ يَفِرُّ ٱلۡمَرۡءُ مِنۡ أَخِيهِ ٣٤  وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ ٣٥  وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ ٣٦ لِكُلِّ ٱمۡرِيٕٖ مِّنۡهُمۡ يَوۡمَئِذٖ شَأۡنٞ يُغۡنِيهِ ٣٧


 “Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkalala yang kedua). Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya” (QS ‘Abasa: 33-37).


 


Jadi kehidupan masing-masing itu adalah kehidupan akherat. Akan tetapi sekarang ini sudah ada di dunia., Berarti seolah-olah sebagian masyarakat sudah merindukan kematian, padahal masih hidup. Makanya banyak kebajikan yang tidak jalan, keadilan tidak tegak. Dalam kondisi demikian, puasa hadir di tengah-tengah kita untuk memperlihatkan bagaimana Islam itu benar-benar mempunyai kepedulian terhadap kehiduapan bermasyarakat.


Pada masa Rasulullah Saw., ada juga kemaksiatan. Ada juga shahabat yang berbuat maksiat, karena mereka bukan malaikat. Sekalipunsebaik-baik generasi adalah genarasi Rasulullah Saw., akan tetapi ada saja yang berbuat maksiat. Ada yang pernah mencuri, ada yang pernah berbuat zina dan yang lainnya. Akan tetapi kriminalitas itu masih sangat kecil sekali, sehingga jarang ditemui. Itu pun bersifat pribadi dan dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Ironisnya, sekarang maksiat itu dilakukan ramai-ramai dan secara terang-terangan tanpa malu-malu. Sehingga yang benar itu tertutup, keamanan tidak nampak. Yang nampak adalah sesuatu yang menakutkan. Bahkan kadang-kadang sampai di tempat yang suci seperti masjid, kadang-kadang orang tidak bisa khusyu’ shalatnya karena takut sepatu atau sandalnya hilang. Kalau di masjid saja orang masih tidak khusyu’ beribadah karena khawatir menjadi korban kejahatan, bagaimana di tempat yang lain? Ini semua karena bayak orang yang telah kehilangan kepedulian sosialnya. Inilah bedanya antara jaman kita dengan jaman Rasulullah Saw. Bahkan di masa Rasulullah Saw., ketika ada seorang berbuat zina dan kemudian dia hamil, dia sendiri kemudian bertaubat dan malah dia sendirilah yang melakukan perbuatannya itu kepada Rasulullah Saw., karena ketika dia berzina, itu terjadi karena kelemahamn iamnnya. Dalam hadits dijelaskan “Laa yadri azzani ila yazni wahuwa mu’min (tidaklah seseorang berani berbuat zina ketika zina, sementara dia dalam keadaan beriman)”. Ketika seorang perempuan tadi berzina, dan setelah itu ia sadar bahwa ia telah berbuat dosa, langsung dia datang kepada Rasulullah Saw. minta agar dia dihukum sesuai dengan ajaran Islam. mari kita merenung. Memang benar bahwa pada masa Raulullah pun ada orang yang berbuat salah. Akan tetapi ketika ada diantara mereka yang berbuat salah, dia langsung mengaku dan minta dihukum, padahal oranmg lain tidak tahu. Sekarang bagaimana kondisinya? Jadi kalau kita bersalah, hendaklah kita datang untuk minta dihukum. Kenapa? Karena seorang mukmin yang benar-benar beriman, benar-benar yakin bahwa siksa akhirat itu lebih pedih. Dengan demikian, benar-benar akan efisien tenaga itu. Kalau seandainya semua orang sama dengan wanita yang bertaubat ini, maka aparat hukum tidak perlu capai-capai.


Ash-shiyam secara bahasa artinya adalah al-habsu (menahan diri), menahan diri dari seluruh bentuk kemaksiatan. Kalau setiap kita menahan diri, jangankan terhadap yang haram, yang mubah saja akan kita tinggalkan. Makanan, minuman, istri itu kan boleh. Akan tetapi di bulan Ramadhan pada siang harinya semua bisa kita tahan. Kalau yang halal saja bisa kita tahan, apalagi yang haram? Oleh karena itu jangan dalam berpuasa malah terbalik, yaitu yang mubah ditinggalkan tetapi yang haram dilakukan. Makanan, minuman ditinggalkan, ghibah dilakukan, korupsi jalan terus, dengan alasan untuk persiapan lebaran.


Inilah kepekaan-kepekaan ruhani yang benar-beanr mengalir dalam setiap diri kita ketika kita berpuasa sebagaimana yang dikehendaki Allah Swt. Dan jangan sampai ada di antara kita yang menganggap bahwa puasa itu berat. Bahkan Rasulullah Saw. dan para shahabat serta para tabi’in, banyak yang menggunakan Ramadhan untuk berjihad di jalan Allah Swt. Perang Badar, Perang Fathu Makkah, Perang ‘Iinu Jaalut yang terjadi pada abad ke-7 Hijriyah, dimana tentara-tentara Islam di bawah pimpinan mamaalik (jama’ dari mamluk) bisa mengalahkan tentara-tentara salib, terjadi di bulan Ramadhan. Saking hebatnya kemenangan yang dicapai umat Islam pada bulan Ramadhan, Allah Swt. mengabadikannya dalam Al-Qur’an, sebagaimana yang terdapat pada QS Al-Anfal, dimana perang Badar dikatakan sebagai yaumal furqoon, sebagaimana yang terdapat pada firmanNya:


 


۞وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا غَنِمۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُۥ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ إِن كُنتُمۡ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا يَوۡمَ ٱلۡفُرۡقَانِ يَوۡمَ ٱلۡتَقَى ٱلۡجَمۡعَانِۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ٤١


 “Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan Ibnu sabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) dihari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Penguasa segala sesuatu” (QS Al-Anfal: 41).


 


Pasukan kebenaran yang jumlahnya sedikit, tetapi dimenangkan oleh Allah Swt. dalam melawan kekuatan bathil yang mempunyai kekuatan besar dan jumlah tentara yang sangat banyak. Oleh karena itu Ramadhan yang akan kita lalui ini semoga mengantarkan kita pada kemenenagan, kemenangan melawan hawa nafsu, kemenangan bangsa ini dalam melawan krisis, kemenangan umat Islam dalam melawan perselisihan, percekcokan antara sesama umat Islam, kemenangan bangsa ini dalam menghadapi konspirasi dunia internasional yang dimotori oleh Yahudi, yang mereka tidak senang melihat Indonesia maju karena negara ini adalah negara Islam. oleh karena itu marilah kita jadikan Ramadhan ini kita jadikan momentum Islam untuk kembali kepada Allah sehingga mencapai kemenangan yang hakiki. Wallahu a’lam bishshawab.

Lihat Selengkapnya
Kamis, 18 Mei 2017, 2:38 WIB

PEMILIHAN UMUM RAYA PRESMA- WAPRESMA & ANGGOTA DPM KELUARGA MAHASISWA STIKES SURYA GLOBAL PERIODE 2017-2018

Pesta demokrasi mahasiswa Stikes Surga telah usai dilaksanakan pada 28 April 2017. Berbagai tahapan Pemira ini telah dijalankan untuk menuju terciptanya sebuah perubahan, sesuai dengan tema yang diusung oleh Panitia Pemira tahun ini  yaitu “ Pemira Sebagai Sarana Terciptanya Demokrasi STIKes Surya Global Menuju Pemerintahan Mahasiswa Yang Amanah ” dan untuk keberlanjutannya kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM)  di periode kedepan. Dimulai dari 13 hari Registration calon kandidat Presma-Wapresma BEM Kema dan calon anggota DPM Kema yakni tepatnya pada tanggal 5 sampai dengan 17 april 2017. Tahapan pemira berlanjut pada sosialisasi calon kandidat yang dilaksanakan pada tanggal 18 april 2017.



Berlanjut di hari berikutnya dilaksanakannya Debat Capresma dan Waprema BEM Kema dari dua Pasangan kandidat pada hari rabu 19 april 2017 dan Orasi Calon kandidat Capresma- Wapresma dan Calon Anggota DPM Kema pada hari Kamis 20 april 2017. Kemudian masa kampanye pada hari kamis tanggal 20 sampai dengan senin 24 april 2017 dan berlanjut 2 hari berikutnya tanggal 25 – 26 april yaitu masa tenang.




Sampai pada acara puncaknya kemarin pada hari kamis tanggal 27 april 2017 terlaksananya pemungutan suara mulai pukul 8.00 sampai dengan 16.30 wib serempak di seluruh jurusan baik S-1 Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, S-1 Ilmu Keperawatan dan D3 Farmasi. Panitia pemira telah menyediakan sebayak 4 tempat pemungutan suara (TPS) yang letaknya strategis yaitu lokasi TPS 1 berada di depan ruang kelas 1-5, TPS 2 berada di depan perpustakaan kampus, TPS 3 berada di depan TK little care surya global dan TPS 4 berada di depan aula graha santri di kampus baru.



Kemudian setelah pemungutan suara ditutup, pada malam harinya dilanjutkan untuk perhitungan suara yang berlansung pada pukul 19.30 wib sampai dengan pukul 04.45 wib tanggal 28 april 2017. Berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara adalah dari Calon Kandidat Pasangan No urut 1 yaitu Diki Amir Sholeh sebagai Capresma dan Nur Andi Prasetia sebagai Cawapresma BEM memperoleh suara yang sah sebanyak 552 suara dan Calon Kandidat Pasangan no urut 2 yaitu Deden Kurniawan Saputra sebagai Capresma dan Sri Rizky Toyyibah sebagai Cawapresma BEM memperoleh suara yang sah sebanyak 273 dari total keseluruhan suara sesuai daftar pemilih tetap yaitu 1737. Dengan hasil ini ditetapkan bahwa Presma –Wapresma terpilih pada Pemira periode 2017/2018 adalah Pasangan No urut 1 yaitu Diki Amir Sholeh dan Nur Andi Prasetia.



Sedangkan untuk hasil rekapitulasi perhitungan suara dari Calon Kandidat Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa atau DPM Kema adalah No urut 1 yaitu Silmi Haq Sabri diperoleh suara sebanyak 89 suara, No urut 2 yaitu Afrianti Pakalessy memperoleh suara sebanyak 115 suara, No urut 3 yaitu Hindun Sholihat memperoleh suara sebanyak 148 suara, No urut 4 yaitu Nur Azizah memperoleh suara sebanyak 38  suara, No urut 5 yaitu Nida Fitri Ulfiana,  memperoleh suara sebanyak 45 suara, No urut 6 yaitu Permata dewi Chania memperoleh suara sebanyak 28 suara, No urut 7 yaitu Novia anjani memperoleh suara sebanyak 58 suara dan No urut 8 yaitu Fadillah Rizky Irawan memperoleh suara sebanyak 291 suara dari total keseluruhan suara sesuai daftar pemilih tetap yaitu 1737. Sedangkan untuk Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa terpilih adalah semua calon kandidat yang telah memperoleh suara yang sah dan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Karena sesuai Undang-Undang pemira tahun 2017 pada pasal 25 tentang ketentuan Calon DPM.



Harapannya dengan adanya Pemira tahun ini sebagaimana seperti tahun-tahun sebelumnya adalah sebuah pesta demokrasi kampus yang dapat menjadikan pembelajaran, pengalaman dan  untuk evaluasi kedepannya mengenai siyasiyah atau politik kampus, baik masyarakat kampus pada umumnya dan seluruh mahasiswa pada khususnya. Sehingga pemimpin yang telah terpilih saat ini dapat memimpin pemerintahan mahasiswa di kampus sesuai dengan harapan semua masyarakat kampus yakni menjadi pemimpin yang amanah dan bersinergi untuk mahasiswa, masyarakatnya dan kampusnya (irm).



Dikeluarkan oleh:
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surga.

Lihat Selengkapnya
Kamis, 27 April 2017, 3:54 WIB

Seminar Nasional: PELUANG KERJA TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN ADANYA DOKTER LAYANAN PRIMER

Ahad 9 April 2017 diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (PMKM) STIKES Surya Global

Kesehatan masyarakat di Indonesia memiliki berbagai masalah kesehatan yang kompleks seperti angka kematian bayi dan ibu hamil, burden penyakit menular belum selesai ditambah dengan penyakit tidak menular. Selain itu, dilihat dari latar belakang penguatan  layanan primer peran Kesehatan Masyarakat sebagai tenaga kesehatan layanan primer sangat penting hanya saja banyak profesionlisme SKM di dinas kesehatan serta di institusi pelayanan kesehatan tetapi belum menduduki jabatan strategis.


Dimana Peran SKM?


Seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat tetap memiliki berbagai peran dalam layanan kesehatan primer berdasar kompetensi meskipun adanya Dokter Layanan Primer. Semua itu dapat dilihat dari berbagai faktor seperti kompetensi DLP sendiri dan kompetensi SKM serta banyaknya permasalahan kesehatan yang ada. Salah satu peluang SKM adalah seperti konsultan kesehatan, menjadi dosen, akademisi, peneliti, tenaga ahli di Rumah Sakit, tenaga penyuluh kesehatan, administrasi kesehatan di institusi kesehatan, ahli informatika kesehatan, tenaga teknis di institusi pelayanan kesehatan, serta keterlibatan dalam upaya pencegahan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja.Untuk itulah Persatuan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (PMKM) menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertema "PELUANG KERJA TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN ADANYA DOKTER LAYANAN PRIMER" yang diselenggarakan di Hotel Satya Graha pada hari Ahad 9 April 2017 lalu dengan pemateri antara lain:


1.    Drg. Usman Sumantri, M.Sc (Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Kementrian Kesehatan RI)


2.    Hanifa M. Denny, SKM, MPH, Ph.D (Ketua Umum PERSAKMI 2013 – 2017)


3.    dr. Fitri Indah Setyawati, M.Sc (Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi DIY)



 


 


 



Apakah itu Dokter Layanan Primer?


Dokter Layanan Primer atau DLP adalah dokter setara dokter spesialis (KKNI 8) di bidang generatif yang secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip ilmu kedokteran keluarga ditunjang dengan ilmu kedokteran komunitas danilmu kesehatan masyarakat dan mampu memimpin maupun menyelenggarakan pelayanan kesehatan primer.


Apakah perbedaan kompetensi Dokter dan kompetensi Dokter Layanan Primer?


Kompetensi seorang dokter, yaitu:


a.    Profesionalitas yang luhur


b.    Mawas diri dan pengembangan diri


c.    Komunikasi efektif


d.    Pengelolaan informasi


e.    Landasan ilmiah ilmu kedokteran


f.    Ketrampilan klinis


g.    Pengelolaan masalah kesehatan


 


Kompetensi seorang Dokter Layanan Primer, yaitu:


a.    Etika, Hukum dan profesionalisme di pelayanan primer


b.    Komunikasi Holistik, Komprehensif dan Kecakapan Budaya


c.    Pengelolaan kesehatan yang berpusat pada individu dan keluarga


d.    Ketrampilan klinis


e.    Manajemen fasilitas pelayanan kesehatan primer


f.    Pengelolaan kesehatan yang beorientasi pada komunitas dan masyarakat


g.    Kepemimpinan


 

Lihat Selengkapnya
Senin, 24 April 2017, 7:30 WIB

Up-Grading KSR PMI Unit XI STIKes Surya Global

Yogyakarta (08/04/2017), KSR PMI Unit XI STIKes Surya Global Yogyakarta melaksanakan kegiatan Upgrading anggota, dimana kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan memupuk totalitas anggotanya sehingga bisa menjadikan organisasi KSR lebih maju. Kegiatan ini dilaksanakan di Bunker Kaliadem Sleman Yogyakarta

Dalam kegiatan Upgrading ini,hadir Bapak Herbakti selaku pembina KSR PMI Unit XI STIKes Surya Global Yogyakarta, turut hadir juga beberapa alumni KSR PMI Unit XI. Kegiatan yang diawali dengan shalat magribyang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al ma’surot dan pembacaan surat yasin yang menjadikan Upgrading lebih menenangkan. Sebelum memasuki pada agenda inti, anggota KSR PMI Unit XI selanjutnya melaksanakan makan malam bersama yang kemudian dilanjutkan dengan Shalat isya berjama’ah.

 Memasuki acara inti, sebelum dilaksanakan proses evaluasi kepengurusan, terlebih dahulu diputarkan video dokumenter perjuangan yang sudah pernah dilalui oleh para anggota untuk persyaratan menjadi anggota setiap periode, sehingga semangat anggota kembali berkobar.

Dalam pelaksanaan evaluasi kepengurusan, panitia dibantu oleh alumni dalam memfasilitasi pengurus dan anggota KSR PMI Unit XI dalam melakukan evaluasi, kegiatan evaluasi dilaksanakan dengan sistem kompas method, dimana alumni memfasilitasi agar pengurus dan alumni dapat bekerjasama dalam mengevaluasi KSR PMI Unit XI.

Mechanical Upgrading pada hari kedua diisi dengan Outbond pada pagi hari Sebelum memulai upgrading ini, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok yang  nantinya semua kelompok akan bermain games yang telah disiapkan oleh panitia. Lokasi outbond tepatnya dibawah bunker kaliadem. Games diisi dengan 3 permainan yang meningkatkan kerjasama, kekompakan, kepercayaan yang akan meningkatkan kerja tim dan bermanfaat untuk anggota KSR PMI Unit XI dalam menjalankan amanah ke depannya. Setelah games berakhir, semua anggota pun berkumpul. Agenda selanjutnya adalah ISHOMA. Setelah sholat dilanjutkan dengan makan siang bersama yang telah disediakan oleh panitia. Selanjutnya adalah setelah seluruh acara berakhir, upgrading ditutup dengan sesi foto bersama anggota dan juga pembina KSR PMI Unit XI.

Setiap permainan dan rangkaian dalam upgrading ini memiliki makna. Upgrading ini sebagai bentuk penguatan internal KSR PMI Unit XI. Harapannya setiap anggota dapat mengambil makna dan manfaat dari upgrading kali ini. Secara umum, upgrading kali ini berjalan cukup lancar.

Lihat Selengkapnya