Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺

Berita

Rabu, 04 November 2015, 1:50 WIB

Tentang FARMAKOGNOSI



Kata Farmakognosi berasal dari dua perkataan Yunani yaitu Pharmakon yang berarti obat dan gnosis yang berarti ilmu atau pengetahuan.

Jadi farmakognosi berarti pengetahuan tentang obat, di Indonesia farmakognosi dikhususkan ilmu yang mempelajari tentang obat dari bahan nabati, hewani dan mineral.

Farmakognosi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tanaman atau hewan yang dapat digunakan sebagai obat alami yang telah melewati berbagai macam uji seperti uji farmakodinamik, uji toksikologi dan uji biofarmasetika.

Farmakognosi adalah sebagai bagian biofarmasi, biokimia dan kimia sintesa, sehingga ruang lingkupnya menjadi luas seperti yang diuraikan dalam definisi Fluckiger. Sedangkan di Indonesia saat ini untuk praktikum Farmakognosi hanya meliputi segi pengamatan makroskopis, mikroskopis dan organoleptis yang seharusnya juga mencakup indentifikasi, isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan bila perlu penyelidikan dilanjutkan ke arah sintesa. Sebagai contoh Chloramphenicol dapat dibuat secara sintesa total, yang sebelumnya hanya dapat diperoleh dari biakkan cendawan Streptomyces venezuela.

Alam memberikan kepada kita bahan alam darat dan laut berupa tumbuhan, hewan dan mineral yang jika diadakan identifikasi dan menentukan sistematikanya, maka diperoleh bahan alam berkhasiat obat. Jika bahan alam yang berkhasiat obat ini dikoleksi, dikeringkan, diolah, diawetkan dan disimpan, akan diperoleh bahan yang siap pakai atau yang disebut dengan simplisia, disinilah keterkaitannya dengan farmakognosi.

Beberapa istilah dalam pelajaran farmakognosi antara lain:

Simplisia : adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga, kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan.

Simplisia Nabati : adalah simplisia berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman.

Eksudat tanaman : Adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau isi sel dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya, atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya dan belum berupa zat kimia murni.

Simplisia hewani : adalah simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-zat yang berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni.

Simplisia mineral : adalah simplisia yang berupa mineral (pelikan) yang belum diolah atau dioleh dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni.

Alkaloida : adalah suatu basa organik yang mengandung unsur Nitrogen (N) pada umumnya berasal dari tanaman , yang mempunyai efek fisiologis kuat/keras terhadap manusia.

Glikosida : adalah suatu zat yang oleh enzim tertentu akan terurai menjadi satu macam gula serta satu atau lebih bukan zat gula. Contohnya amigdalin, oleh enzim emulsin akan terurai menjadi glukosa + benzaldehida + asam sianida.

Enzim : Adalah suatu biokatalisator yaitu senyawa atau zat yang berfungsi mempercepat reaksi biokimia / metabolisme dalam tubuh organisme.

Vitamin : adalah suatu zat yang dalam jumlah sedikit sekali diperlukan oleh tubuh manusia untuk membentuk metabolisme tubuh. Tubuh manusia sendiri tidak dapat memproduksi vitamin.

Hormon : adalah suatu zat yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin yang mampengaruhi faal, tubuh dan mempengaruhi besar bentuk tubuh.

Pemerian : Adalah uraian tentang bentuk, bau, rasa, warna simplisia, jadi merupakan informasi yang diperlukan pada pengamatan terhadap simplisia nabati yang berupa bagian tanaman (kulit, daun, akar, dan sebagainya)


Sumber: www.artikelfarmasi.com

Lihat Selengkapnya
Jumat, 16 Oktober 2015, 10:28 WIB

16 Fakta Menarik Tentang Perawat Dari Berbagai Negara

Seperti kata pepatah, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Berbagai hal di suatu daerah sangat berbeda satu sama lain. Begitu pula dengan dunia keperawatan, ada hal-hal menarik dari berbagai negara. Berikut adalah beberapa fakta menarik seputar perawat dari berbagai negara yang disadur dari blog gracefullycare.com

1. Lisensi Registered Nurse – Jepang
Di Jepang, seorang perawat tidak perlu memperbaharui lisensi tanda Registered Nurse (Kalau di Indonesia semacam STR). Sekali berhasil mendapatkannya maka lisensi tersebut akan berlaku untuk seumur hidup. Namun, jika perawat tersebut terbukti melanggar hukum dan menyalahgunakan profesi sebagai perawat, maka lisensinya tersebut akan dicabut.

2. Kerja lembur – Jepang
Jepang termasuk salah satu negara dengan tingkat bekerja penduduknya yang tinggi. Satu dari 23 perawat di Jepang bekerja dengan lebih dari 60 jam lembur perbulannya.

3. Antri untuk berobat – Cina
Mayoritas unit pelayanan kesehatan di Cina (Tiongkok), seorang pasien harus menggambil nomor antrian agar mendapatkan pelayanan kesehatan. Anda harus memulai berbaris jam 3 pagi di luar rumah sakit, dan ketika pintu buka maka semua orang akan masuk sambil berdesakan.

4. Rumah sakit pemerintah – Cina
Perawat yang bekerja di rumah sakit yang disubsidi oleh pemerintah harus menggunakan kembali alat-alat kesehatan seperti sarung tangan dan bahkan jarum suntik.

5. Mahasiswa keperawatan – Vietnam
Mahasiswa keperawatan tidak diperbolehkan untuk berbicara dengan profesor mereka di Vietnam. Mereka belajar melalui ceramah-ceramah, buku dan bacaan. Mereka tidak memiliki pengalaman bertemu dengan pasien kecuali jika mereka sudah bekerja.

6. Sarung tangan – Meksiko
Rumah sakit di negara meksiko hanya menggunakan sarung tangan ketika diperlukan.

7. Tanpa Pelatihan – Meksiko
Setelah bekerja sebagai perawat selama satu tahun, perawat Meksiko dapat memilih untuk spesialisasi yang diinginkan (tanpa melalui pelatihan tambahan) di daerah kedokteran, seperti critical care atau emergency nursing.

8. Ujian kesehatan fisik – Australia
Perawat yang bekerja di Australia harus terlebih dahulu lulus ujian kesehatan fisik, termasuk lulus X-ray agar dapat bekerja di rumah sakit.

9. Kopi penyelamat – Brazil
100 tahun yang lalu orang-orang di brazil mencari kesembuhan pada pemyembuh rakyat dan obat-obatan yang berbasis turun temurun. Saat industri kopi berkembang mereka berusaha merombak sistem kesehatan dengan membawa 31 perawat dari Amerika Utara untuk membantu memulainya.

10. Privasi – Saudi Arabia
Ketika menangani pasien yang berasal dari kalangan bangsawan maka perawat di Arab Saudi tidak diizinkan untuk memberitahu siapa pasien yang mereka tanggani ketika melalukan evaluasi dan saat mengambil obat. Kalangan bangsawan biasanya berpergian dengan 20 staf yang mengerti kebutuhan pengobatan sang bangsawan.

11. Waktu kerja – Saudi Arabia
Rumah Sakit di Arab Saudi jika perawat bekerja dalam shift 12 jam, maka perawat akan bekerja “tidak resmi” selama 8 jam dan baru bekerja secara resmi untuk 4 jam selanjutnya.

12. Perawat perempuan – Irak

Perempuan Irak yang bekerja sebagai perawat harus pulang sebelum pukul 02:00 dan tidak diperbolehkan untuk menyentuh orang-orang yang bukan suami atau anak-anaknya. Tetapi itu tidak berlaku bagi seorang dokter yang melakukan pekerjaan perawat.

13. Jumlah perawat – Tanzania
Di Tanzania, hanya tersedia 4 perawat dan bidan untuk setiap 10.000 orang.

14. Mitos fase bulan - Amerika
Dalam sebuah penelitian di sebuah rumah sakit di Amerika, lebih dari 80% dari ED (Emergency Nurse) percaya bahwa pada fase bulan akan dapat mempengaruhi pasien dan kesehatan mental mereka.

15. Mitos kata “tenang” – Amerika
Empat puluh delapan persen dari perawat yang merawat di sebuah rumah sakit Chicago percaya bahwa mengatakan kata “tenang” dengan suara keras akan membawa kutukan kepada mereka dan membuat pekerjaan dalam shift mereka menjadi lebih sulit.

16. Dokter menjadi perawat – Filipina
Sejumlah besar dokter di Filipina kembali bersekolah untuk menjadi perawat. Setelah lulus mereka kemudian datang ke Amerika Serikat untuk mendapatkan lebih banyak uang sebagai perawat dari pada menjadi dokter di negeri sendiri.

Lihat Selengkapnya
Rabu, 09 September 2015, 12:37 WIB

MASKER DIPAKAI TERBALIK? HOAX!

Di media sosial beredar cara penggunaan masker yang berbeda apabila digunakan secara terbalik. Benarkah demikian?

Akibat kurangnya curah hujan dan terbakarnya lahan-lahan di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya membuat daerah Riau diselimuti asap sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Masyarakat dihimbau menjaga kesehatan dengan memakai masker pada waktu beraktivitas di luar ruangan. Berkaitan dengan hal itu, di media sosial sempat muncul tentang penggunaan masker dengan cara terbalik. Berikut bunyi pesan yang muncul:



"Tahukah kamu bagaimana menggunakan masker yang benar? Masker itu sendiri terdiri atas 2 warna, warna hijau dan putih. Masing-masing warna memiliki fungsi tersendiri. Warna hijau yang di luar berfungsi mencegah keluarnya bakteri dan virus. Sehingga digunakan ketika kita sakit. Warna putih yang diluar berfungsi untuk mencegah masuknya udara kotor. Dan digunakan saat udara kotor seperti saat ini. Jadi, untuk udara berasap saat ini kita menggunakan masker dengan warna putih di luarnya."

Lalu bagaiamana cara menggunakan masker yang baik dan benar?

Udara   yang  tercemar  sangat  berbahaya  bagi  kesehatan manusia, terutama bagi pengendara sepeda motor di jalan raya. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan preventif untuk mencegah terjadinya akumulasi gas-gas berbahaya di dalam paru-paru yang bisa mencegah  infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Salah satunya dengan menggunakan masker yang dapat menyaring partikel-partikel dan molekul-molekul beracun yang terdapat di udara. Pemakaian masker merupakan salah satu upaya yang sangat efektif untuk melindungi system pernapasan dari bahayanya kabut asap.


Ada beberapa macam-macam masker yang sering dipakai dan umum kita jumpai di kehidupan sehari-hari.

Masker Bedah/ Masker Biasa


Masker jenis ini lebih dikenal oleh masyarakat karena masker ini lebih gampang untuk di dapat. Masker ini selalu digunakan oleh tenaga medis yang berada di ruang operasi untuk menutup mulut dan hidungnya.

Tujuannya supaya mereka tidak menularkan bakteri dan virus kepada pasien yang sedang dioperasi.

Di dalam masker ini terdiri dari  tiga lapisan:

  • Lapisan paling dalam yang berwarna putih. Ini adalah lapisan yang paling nyaman karena bersentuhan dengan kulit wajah kita.
  • Lapisan tengah adalah filter statis.  lapisan ini terbuat dari bahan yang disebut spunbond non woven. Fungsinya adalah untuk menghalangi apabila air liur yang mengandung penyakit menyebar seperti batuk atau bersin.
  • Lapisan luar yang merupakan material khusus mencegah masuknya mikropartikel.
Dengan demikian, maka menggunakan masker sebaiknya bagian hijau masker berada diluar dan bagian putihnya berada di dalam. Jika posisi masker terbalik (bagian putih di luar) dan bagian kawat berada di atas, maka arah lipatannya juga ikut terbalik. Bagian kantong akan mengarah ke atas. Hal itu justru akan menampung debu. Supaya tidak membentuk kantong, maka gunakanlah masker dengan posisi kawat di atas, dan bagian yang berwarna putih berda di bagian dalam. Dikarenakan, air, udara dan debu masih bisa masuk melalui pori-pori. Masker jenis ini harus diganti setiap 4 jam sekali, karena uap air dari pernapasan bisa membuat masker basah dan dapat merusak pori-pori. Meski demikian, penggunaan masker ini masih lebih baik daripada tidak sama sama sekali asalkan dipasang dengan rapat.

Kawat pada bagian hidung dibengkokkan agar tidak ada celah pada pinggir-pinggir masker sehingga udara yang dihirup disaring oleh masker.

Pada situasi seperti kabut asap, Masker yang cocok untuk mencegah masuknya partikel beracun pada saat bernafas adalah  Masker N-95.

Masker N95



Masker jenis ini merupakan masker yang bagus untuk menyaring debu dan partikel beracun sehingga 95% dari seluruh partikel yang berada di udara. Masker yang berbentuk bulat dan memiliki struktur solid ini merupakan masker yang tepat untuk dipakai pada saat kondisi kabut asap. Pemakaiannya juga harus benar-benar rapat, sehingga tidak ada celah bagi udara luar masuk .
Hanya saja masker N95 ini memiliki kekurangan antara lain bagi yang tidak terbiasa menggunakan, mungkin akan merasa gerah dan sesak sehingga hanya bertahan beberapa jam saja memakainya. Dan untuk mendapatkan masker ini agak sulit dan relatif mahal harganya.

Masker ini menggunakan bahan mirip stereofoam, tebal, memiliki lapisan yang bisa menyaring udara masuk hingga 95 persen. Masker ini  juga dilengkapi kawat yang bisa ditekan di atas hidung, sehingga memperkecil celah udara. Masker jenis ini sifatnya sekali pakai, namun bisa digunakan lebih lama, sekitar 2 hingga 3 hari. Sayangnya masyarakat tidak senang mengenakannya karena terasa pengap dan harganya relatif lebih mahal daripada masker bedah.


Dari berbagai sumber

Lihat Selengkapnya
Jumat, 28 Agustus 2015, 1:33 WIB

Saat di Mana Dakwah Dengan Sikap Lebih Dibutuhkan Daripada Dakwah Dengan Lisan

Terkadang ada saatnya dakwah dengan sikap lebih mengena dan lebih baik daripada dakwah dengan lisan. Bahkan dakwah dengan sikap bisa jadi merupakan dakwah yang paling tepat dan mengena. Sebagaimana nasehat dari ulama:

Satu contoh akhlak dan adab yang baik bisa mengalahkan 1000 majelis ilmu tentang akhlak

Sebagaimana contoh seorang anak yang baru mengenal dakwah ahlus sunnah dan berusaha menerapkan sunnah seperti memelihara jenggot dan celana cingkrang. Di keluarganya ia berusaha berdakwah atau minimal menjelaskan mengapa ia memelihara jenggot yang lebat atau celana yang cingkrang yang kurang lazim di masyarakat.

Adalah dakwah yang bijak dan penuh hikmah jika ia menunjukkan perunahan sikap, akhlak, semangat yang lebih baik setelah mengenal dakwah ahlus sunnah. Ia menjadi lebih baik:

-Lebih berbakti kepada orang tua dan segera memenuhi panggilan orang tua

-lebih semangat dan rajin dalam belajar karena ajaran Islam agar berilmu

-Lebih baik adab dan akhlaknya kepada kepada orang tua dan keluarga

-Semakin rajin beribadah, shalat tepat waktu, rajin mengaji dan menghapal Al-Quran serta rajin mendoakan kedua orang tua dan sering mengingatkan mereka kepada akhirat

Sambil menunjukkan perubahan tersebut ia berusaha menasehati dan berdakwah kepada keluarga, orang tua, kakek, paman dan adik. Berdakwah dengan cara yang baik.

Begitu juga dengan seseorang di kantor dan tempat kerjanya. Berusaha menunjukkan adab dan akhlak Islam yang mulia, profesional dan amanah serta memudahkan urusan sesama. Bersamaan dengan perubahan ke arah yang baik, ia berusaha berdakwah dengan lisan kepada teman-temannya. Sehingga menunjukkan bahwa orang Islam dengan pemahaman ahlus sunnah itu mengajak kepada arah yang lebih baik.

Tentu berbeda hasilnya jika ia berdakwah kepada orang tua atau temannya di kantor dengan menukil banyak hadits dan dalil dengan gaya “menceramahi” diselingi dengan debat kecil dan di mana-mana selalu berdakwah dengan lisannya tanpa melihat kondisi dan keadaan. Sedangkan pada dirinya tidak ada perubahan ke arah yang lebih positif, baik itu ahklak, profesional dan semangat akan kebaikan.
Domisasi dakwah dengan Lisan bisa dilakukan oleh mereka yang ucapanya didengar dan memiliki kedudukan. Tentunya juga dengan tidak meninggalkan dakwah dengan sikap dan perbuatan.

Demikianlah ulama di zaman dahulu lebih diterima dan lebih berkah dakwahnya karena dakwah sikap dan perbuatan mereka lebih mengena kepada objek dakwah. Baik dengan adab dan akhlaknya yang mulia serta amanah yang mereka tunjukkan. Sehingga dakwah dengan lisan mereka lebih diterima.

Sering kali yang datang ke majelis ilmu para ulama adalah mereka yang hanya ingin sekedar melihat akhlak, adab dan semangat beragama mereka. Bahkan mereka tidak menulis ilmu sama sekali hanya ingin mencontoh akhlak dan adab para ulama.

Abu bakar bin Al-muthawwi’i rahimahullahu berkata,

اختلفت إلى أبي عبد الله ثنتي عشرة سنة، وهو يقرأ (المسند) على أولاده، فما كتبت عنه حديثا واحدا، إنما كنت أنظر إلى هديه وأخلاقه

“Aku berkali-kali mendatangi Abu Abdillah –yaitu imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu- selama 12 tahun, beliau sedang membacakan kitab Al-musnad kepada anak-anaknya. Saya tidaklah menulis satu hadits pun darinya tetapi HANYA ingin melihat kepada metode dan akhlaknya.” [Siyaru A’lamin Nubala’ 21/373, Mu’assasah Risalah, Asy-syamilah]

Berkata Ibnul jauzi rahimahullahu tentang gurunya syaikh Al-Anmaathirahimahullahu,

كنت أقرأ عليه وهو يبكي، فاستفدت ببكائه أكثر من استفادتي بروايته، وانتفعت به ما لم أنتفع بغيره

“saya biasa membacakan kitab kepada beliau dan beliau dalam keadaan menangis [karena takut Allah], maka saya mengambil faidah dari tangisannya lebih banyak daripada  mengambil faidah dari riwayatnya (ilmunya)  dan saya mendapatkan manfaat dengannya yang saya tidak dapatkan dari selainnya. “[Siyaru A’lamin Nubala’ 39/128, Mu’assasah Risalah, Asy-syamilah]

Demikian semoga bermanfaat

 

@Gemawang, Yogyakarta tercinta

Penyusun:  Raehanul Bahraen
Lihat Selengkapnya
Rabu, 12 Juni 2013, 9:11 WIB

PELUANG KERJA PERAWAT TAK HANYA DI KLINIK!!

Peluang Kerja Perawat Tak Hanya di Klinik!!

Sebagian besar calon perawat, dalam hal ini mahasiswa keperawatan banyak berpikir bahwa satu-satunya lahan kerja perawat di Indonesia adalah di Rumah Sakit atau Puskesmas. Sebagian lain berpikir, jika tidak jadi perawat di Rumah Sakit atau Puskesmas, bisa mencoba dunia pendidikan sebagai pengajar di insitusi keperawatan.

Mungkin tidak pernah terbayangkan bahwa sebenarnya peluang kerja perawat sangatlah banyak. Tinggal kita sebagai perawat bisa memilih jalur yang sesuai dengan kompetensi, minat dan bakat kita.

Sebagai gambaran saja bagi para calon perawat maupun yang sudah menjadi perawat, namun masih belum menemukan lahan kerja yang cocok dengan kompetensinya. Beberapa peluang kerja yang dapat diambil oleh perawat misalnya sebagai berikut.

1. Perawat Home Care

Yang ini sudah tidak asing lagi mungkin bagi teman-teman. Ya, pelayanan Home Care belakangan ini sedang menjamur di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia.

2. Perawat Kesehatan Kerja (Occupational Health Nurse)

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak terlepas dari munculnya berbagai perusahaan-perusahaan besar yang mampu meningkatkan pendapatan negara. Perusahaan-perusahaan tersebut tentunya memerlukan karyawan yang bahkan tidak sedikit jumlahnya. Nah, untuk menjamin kesehatan dan keselamatan para pekerjanya, banyak perusahaan menggunakan jasa OHN.

3. Perawat spesialis Enterpreneur

Apa hubungannya? mungkin teman-teman bakal bertanya. Namun tidak menutup kemungkinan perawat juga punya jiwa berwirausaha.

4. Perawat Pendidik

Semakin banyak kebutuhan akan perawat, maka semakin banyak pula bermunculan institusi keperawatan yang nantinya akan menelurkan perawat-perawat muda. Jadi, siap-siap saja bagi yang ingin menjadi pengajar/ pendidik.

5. Perawat Advokat
Dewasa ini, banyak oknum-oknum yang memanfaatkan beban tugas dan tanggungjawab seorang perawat terhadap pasien untuk dijadikan kasus. untuk itu, sekiranya sangatlah perlu seorang perawat advokat melindungi profesi keperawatan dan kliennya dengan memahami hak dan tanggung jawab pemberi dan penerima jasa layanan keperawatan tersebut.

6. Perawat Peneliti
Perawat peneliti sangat dihargai di berbagai negara. jadi, jika teman-teman ingin berkeliling dunia, lakukanlah dengan penelitian.

7. Perawat Politikus
Mungkin agak ganjil kedengarannya. namun tidak menutup kemungkinan seorang perawat cakap dalam berpolitik. Beberapa kader partai besar, anggota DPR, dan lain-lain mempunyai latar belakang sebagai perawat. jadi, kenapa tidak dengan Anda?

8. Perawat Konsultan Kesehatan
Nah, ini mungkin yang paling gampang dilakukan. namun perlu pengetahuan mendalam dalam memahami kasus dan asuhan keperawatannya, agar benar-benar bisa disebut sebagai konsultan perawat profesional.

9. Perawat Teregistrasi (RN)
Kelebihannya, teman-teman bisa bekerja di negara manapun dengan status Registered Nurse.

10. Perawat Komunitas
11. Perawat Maternitas
12. Perawat Manajer
13. Dll.


Nah, itu saja gambaran peluang kerja perawat lainnya selain "hanya" bisa bekerja di RS maupun Puskesmas. Namun, untuk menjadi salah satu perawat diatas, diperlukan pengetahuan, keterampilan dan profesionalitas yang baik. Jadi, sebagai calon perawat, yuk mulai sekarang kita tingkatkan kompetensi kita agar bisa bersaing di dunia global nantinya.

MARI MERAWAT INDONESIA, MARI MENUJU SEHAT


Rakhmat Noviyar
Direktur Jenderal Komunikasi dan Informasi
Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Lihat Selengkapnya
Senin, 06 Mei 2013, 12:38 WIB

Prospek Kerja Jurusan Ilmu Keperawatan



Prospek Kerja Jurusan Ilmu Keperawatan umumnya memang terfokus pada dunia kesehatan. Memiliki ilmu keperawatan yang anda dapatkan ketika duduk di bangku kuliah Program Studi Ilmu Keperawatan tentu saja akan sangat bermanfaat. Selain anda dapat mengerti bagaimana cara merawat pasien yang benar, anda juga dapat memperoleh pekerjaan yang boleh dikatakan sangat menjanjikan.


Kesehatan
Para penyandang gelar sarjana ataupun diploma sudah pasti sangat senang diterima di dunia kesehatan. Dalam hal ini, lulusan ilmu keperawatan dapat bekerja di instansi kesehatan seperti rumah sakit sebagai perawat pasien mendampingi dokter. Perlu di ingat, setiap kota di Indonesia banyak yang memiliki lebih dari satu rumah sakit perkecamatannya, jadi peluang lulusan ilmu keperawatan untuk bekerja sangat terbuka lebar.

Industri
Selain dalam bidang kesehatan, para lulusan ilmu keperawatan juga dapat bekerja dalam bidang perindustrian. Ilmu kesehatan yang juga dimiliki, tentu saja dapat menjadi bagian penting untuk dapat bekerja di industri-industri sebagai perawat yang siap sedia di ruang kesehatan perusahaan tersebut.

Pendidikan
Karir sebagai seorang pengajar tidak tertutup bagi seorang alumni jurusan ilmu keperawatan. Ketrampilan anda dalam berbagi ilmu dan menyampaikan ilmu-ilmu keperawatan sudah jelas dapat dijadikan patokan dasar jika anda ingin menjadi seorang pendidik. Sehingga anda dapat berkarier sebagai seorang dosen di sebuah perguruan tinggi.

Prospek Kerja Jurusan Ilmu Keperawatan yang telah disebutkan diatas merupakan beberapa lapangan pekerjaan yang dimiliki oleh para lulusan jurusan ilmu keperawatan. Dengan bekal ilmu dan ketekunan yang anda miliki, tentu akan membuat anda tidak akan sulit memperoleh pekerjaan di atas. Jenjang karir yang lebih tinggi tentu saja akan terbuka lebar bagi lulusan ilmu keperawatan yang tekun dan berkompeten.

Lihat Selengkapnya