Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺

Berita

Rabu, 09 September 2015, 12:37 WIB

MASKER DIPAKAI TERBALIK? HOAX!

Di media sosial beredar cara penggunaan masker yang berbeda apabila digunakan secara terbalik. Benarkah demikian?

Akibat kurangnya curah hujan dan terbakarnya lahan-lahan di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya membuat daerah Riau diselimuti asap sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Masyarakat dihimbau menjaga kesehatan dengan memakai masker pada waktu beraktivitas di luar ruangan. Berkaitan dengan hal itu, di media sosial sempat muncul tentang penggunaan masker dengan cara terbalik. Berikut bunyi pesan yang muncul:



"Tahukah kamu bagaimana menggunakan masker yang benar? Masker itu sendiri terdiri atas 2 warna, warna hijau dan putih. Masing-masing warna memiliki fungsi tersendiri. Warna hijau yang di luar berfungsi mencegah keluarnya bakteri dan virus. Sehingga digunakan ketika kita sakit. Warna putih yang diluar berfungsi untuk mencegah masuknya udara kotor. Dan digunakan saat udara kotor seperti saat ini. Jadi, untuk udara berasap saat ini kita menggunakan masker dengan warna putih di luarnya."

Lalu bagaiamana cara menggunakan masker yang baik dan benar?

Udara   yang  tercemar  sangat  berbahaya  bagi  kesehatan manusia, terutama bagi pengendara sepeda motor di jalan raya. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan preventif untuk mencegah terjadinya akumulasi gas-gas berbahaya di dalam paru-paru yang bisa mencegah  infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Salah satunya dengan menggunakan masker yang dapat menyaring partikel-partikel dan molekul-molekul beracun yang terdapat di udara. Pemakaian masker merupakan salah satu upaya yang sangat efektif untuk melindungi system pernapasan dari bahayanya kabut asap.


Ada beberapa macam-macam masker yang sering dipakai dan umum kita jumpai di kehidupan sehari-hari.

Masker Bedah/ Masker Biasa


Masker jenis ini lebih dikenal oleh masyarakat karena masker ini lebih gampang untuk di dapat. Masker ini selalu digunakan oleh tenaga medis yang berada di ruang operasi untuk menutup mulut dan hidungnya.

Tujuannya supaya mereka tidak menularkan bakteri dan virus kepada pasien yang sedang dioperasi.

Di dalam masker ini terdiri dari  tiga lapisan:

  • Lapisan paling dalam yang berwarna putih. Ini adalah lapisan yang paling nyaman karena bersentuhan dengan kulit wajah kita.
  • Lapisan tengah adalah filter statis.  lapisan ini terbuat dari bahan yang disebut spunbond non woven. Fungsinya adalah untuk menghalangi apabila air liur yang mengandung penyakit menyebar seperti batuk atau bersin.
  • Lapisan luar yang merupakan material khusus mencegah masuknya mikropartikel.
Dengan demikian, maka menggunakan masker sebaiknya bagian hijau masker berada diluar dan bagian putihnya berada di dalam. Jika posisi masker terbalik (bagian putih di luar) dan bagian kawat berada di atas, maka arah lipatannya juga ikut terbalik. Bagian kantong akan mengarah ke atas. Hal itu justru akan menampung debu. Supaya tidak membentuk kantong, maka gunakanlah masker dengan posisi kawat di atas, dan bagian yang berwarna putih berda di bagian dalam. Dikarenakan, air, udara dan debu masih bisa masuk melalui pori-pori. Masker jenis ini harus diganti setiap 4 jam sekali, karena uap air dari pernapasan bisa membuat masker basah dan dapat merusak pori-pori. Meski demikian, penggunaan masker ini masih lebih baik daripada tidak sama sama sekali asalkan dipasang dengan rapat.

Kawat pada bagian hidung dibengkokkan agar tidak ada celah pada pinggir-pinggir masker sehingga udara yang dihirup disaring oleh masker.

Pada situasi seperti kabut asap, Masker yang cocok untuk mencegah masuknya partikel beracun pada saat bernafas adalah  Masker N-95.

Masker N95



Masker jenis ini merupakan masker yang bagus untuk menyaring debu dan partikel beracun sehingga 95% dari seluruh partikel yang berada di udara. Masker yang berbentuk bulat dan memiliki struktur solid ini merupakan masker yang tepat untuk dipakai pada saat kondisi kabut asap. Pemakaiannya juga harus benar-benar rapat, sehingga tidak ada celah bagi udara luar masuk .
Hanya saja masker N95 ini memiliki kekurangan antara lain bagi yang tidak terbiasa menggunakan, mungkin akan merasa gerah dan sesak sehingga hanya bertahan beberapa jam saja memakainya. Dan untuk mendapatkan masker ini agak sulit dan relatif mahal harganya.

Masker ini menggunakan bahan mirip stereofoam, tebal, memiliki lapisan yang bisa menyaring udara masuk hingga 95 persen. Masker ini  juga dilengkapi kawat yang bisa ditekan di atas hidung, sehingga memperkecil celah udara. Masker jenis ini sifatnya sekali pakai, namun bisa digunakan lebih lama, sekitar 2 hingga 3 hari. Sayangnya masyarakat tidak senang mengenakannya karena terasa pengap dan harganya relatif lebih mahal daripada masker bedah.


Dari berbagai sumber

Lihat Selengkapnya
Jumat, 28 Agustus 2015, 1:33 WIB

Saat di Mana Dakwah Dengan Sikap Lebih Dibutuhkan Daripada Dakwah Dengan Lisan

Terkadang ada saatnya dakwah dengan sikap lebih mengena dan lebih baik daripada dakwah dengan lisan. Bahkan dakwah dengan sikap bisa jadi merupakan dakwah yang paling tepat dan mengena. Sebagaimana nasehat dari ulama:

Satu contoh akhlak dan adab yang baik bisa mengalahkan 1000 majelis ilmu tentang akhlak

Sebagaimana contoh seorang anak yang baru mengenal dakwah ahlus sunnah dan berusaha menerapkan sunnah seperti memelihara jenggot dan celana cingkrang. Di keluarganya ia berusaha berdakwah atau minimal menjelaskan mengapa ia memelihara jenggot yang lebat atau celana yang cingkrang yang kurang lazim di masyarakat.

Adalah dakwah yang bijak dan penuh hikmah jika ia menunjukkan perunahan sikap, akhlak, semangat yang lebih baik setelah mengenal dakwah ahlus sunnah. Ia menjadi lebih baik:

-Lebih berbakti kepada orang tua dan segera memenuhi panggilan orang tua

-lebih semangat dan rajin dalam belajar karena ajaran Islam agar berilmu

-Lebih baik adab dan akhlaknya kepada kepada orang tua dan keluarga

-Semakin rajin beribadah, shalat tepat waktu, rajin mengaji dan menghapal Al-Quran serta rajin mendoakan kedua orang tua dan sering mengingatkan mereka kepada akhirat

Sambil menunjukkan perubahan tersebut ia berusaha menasehati dan berdakwah kepada keluarga, orang tua, kakek, paman dan adik. Berdakwah dengan cara yang baik.

Begitu juga dengan seseorang di kantor dan tempat kerjanya. Berusaha menunjukkan adab dan akhlak Islam yang mulia, profesional dan amanah serta memudahkan urusan sesama. Bersamaan dengan perubahan ke arah yang baik, ia berusaha berdakwah dengan lisan kepada teman-temannya. Sehingga menunjukkan bahwa orang Islam dengan pemahaman ahlus sunnah itu mengajak kepada arah yang lebih baik.

Tentu berbeda hasilnya jika ia berdakwah kepada orang tua atau temannya di kantor dengan menukil banyak hadits dan dalil dengan gaya “menceramahi” diselingi dengan debat kecil dan di mana-mana selalu berdakwah dengan lisannya tanpa melihat kondisi dan keadaan. Sedangkan pada dirinya tidak ada perubahan ke arah yang lebih positif, baik itu ahklak, profesional dan semangat akan kebaikan.
Domisasi dakwah dengan Lisan bisa dilakukan oleh mereka yang ucapanya didengar dan memiliki kedudukan. Tentunya juga dengan tidak meninggalkan dakwah dengan sikap dan perbuatan.

Demikianlah ulama di zaman dahulu lebih diterima dan lebih berkah dakwahnya karena dakwah sikap dan perbuatan mereka lebih mengena kepada objek dakwah. Baik dengan adab dan akhlaknya yang mulia serta amanah yang mereka tunjukkan. Sehingga dakwah dengan lisan mereka lebih diterima.

Sering kali yang datang ke majelis ilmu para ulama adalah mereka yang hanya ingin sekedar melihat akhlak, adab dan semangat beragama mereka. Bahkan mereka tidak menulis ilmu sama sekali hanya ingin mencontoh akhlak dan adab para ulama.

Abu bakar bin Al-muthawwi’i rahimahullahu berkata,

اختلفت إلى أبي عبد الله ثنتي عشرة سنة، وهو يقرأ (المسند) على أولاده، فما كتبت عنه حديثا واحدا، إنما كنت أنظر إلى هديه وأخلاقه

“Aku berkali-kali mendatangi Abu Abdillah –yaitu imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu- selama 12 tahun, beliau sedang membacakan kitab Al-musnad kepada anak-anaknya. Saya tidaklah menulis satu hadits pun darinya tetapi HANYA ingin melihat kepada metode dan akhlaknya.” [Siyaru A’lamin Nubala’ 21/373, Mu’assasah Risalah, Asy-syamilah]

Berkata Ibnul jauzi rahimahullahu tentang gurunya syaikh Al-Anmaathirahimahullahu,

كنت أقرأ عليه وهو يبكي، فاستفدت ببكائه أكثر من استفادتي بروايته، وانتفعت به ما لم أنتفع بغيره

“saya biasa membacakan kitab kepada beliau dan beliau dalam keadaan menangis [karena takut Allah], maka saya mengambil faidah dari tangisannya lebih banyak daripada  mengambil faidah dari riwayatnya (ilmunya)  dan saya mendapatkan manfaat dengannya yang saya tidak dapatkan dari selainnya. “[Siyaru A’lamin Nubala’ 39/128, Mu’assasah Risalah, Asy-syamilah]

Demikian semoga bermanfaat

 

@Gemawang, Yogyakarta tercinta

Penyusun:  Raehanul Bahraen
Lihat Selengkapnya
Rabu, 12 Juni 2013, 9:11 WIB

PELUANG KERJA PERAWAT TAK HANYA DI KLINIK!!

Peluang Kerja Perawat Tak Hanya di Klinik!!

Sebagian besar calon perawat, dalam hal ini mahasiswa keperawatan banyak berpikir bahwa satu-satunya lahan kerja perawat di Indonesia adalah di Rumah Sakit atau Puskesmas. Sebagian lain berpikir, jika tidak jadi perawat di Rumah Sakit atau Puskesmas, bisa mencoba dunia pendidikan sebagai pengajar di insitusi keperawatan.

Mungkin tidak pernah terbayangkan bahwa sebenarnya peluang kerja perawat sangatlah banyak. Tinggal kita sebagai perawat bisa memilih jalur yang sesuai dengan kompetensi, minat dan bakat kita.

Sebagai gambaran saja bagi para calon perawat maupun yang sudah menjadi perawat, namun masih belum menemukan lahan kerja yang cocok dengan kompetensinya. Beberapa peluang kerja yang dapat diambil oleh perawat misalnya sebagai berikut.

1. Perawat Home Care

Yang ini sudah tidak asing lagi mungkin bagi teman-teman. Ya, pelayanan Home Care belakangan ini sedang menjamur di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia.

2. Perawat Kesehatan Kerja (Occupational Health Nurse)

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak terlepas dari munculnya berbagai perusahaan-perusahaan besar yang mampu meningkatkan pendapatan negara. Perusahaan-perusahaan tersebut tentunya memerlukan karyawan yang bahkan tidak sedikit jumlahnya. Nah, untuk menjamin kesehatan dan keselamatan para pekerjanya, banyak perusahaan menggunakan jasa OHN.

3. Perawat spesialis Enterpreneur

Apa hubungannya? mungkin teman-teman bakal bertanya. Namun tidak menutup kemungkinan perawat juga punya jiwa berwirausaha.

4. Perawat Pendidik

Semakin banyak kebutuhan akan perawat, maka semakin banyak pula bermunculan institusi keperawatan yang nantinya akan menelurkan perawat-perawat muda. Jadi, siap-siap saja bagi yang ingin menjadi pengajar/ pendidik.

5. Perawat Advokat
Dewasa ini, banyak oknum-oknum yang memanfaatkan beban tugas dan tanggungjawab seorang perawat terhadap pasien untuk dijadikan kasus. untuk itu, sekiranya sangatlah perlu seorang perawat advokat melindungi profesi keperawatan dan kliennya dengan memahami hak dan tanggung jawab pemberi dan penerima jasa layanan keperawatan tersebut.

6. Perawat Peneliti
Perawat peneliti sangat dihargai di berbagai negara. jadi, jika teman-teman ingin berkeliling dunia, lakukanlah dengan penelitian.

7. Perawat Politikus
Mungkin agak ganjil kedengarannya. namun tidak menutup kemungkinan seorang perawat cakap dalam berpolitik. Beberapa kader partai besar, anggota DPR, dan lain-lain mempunyai latar belakang sebagai perawat. jadi, kenapa tidak dengan Anda?

8. Perawat Konsultan Kesehatan
Nah, ini mungkin yang paling gampang dilakukan. namun perlu pengetahuan mendalam dalam memahami kasus dan asuhan keperawatannya, agar benar-benar bisa disebut sebagai konsultan perawat profesional.

9. Perawat Teregistrasi (RN)
Kelebihannya, teman-teman bisa bekerja di negara manapun dengan status Registered Nurse.

10. Perawat Komunitas
11. Perawat Maternitas
12. Perawat Manajer
13. Dll.


Nah, itu saja gambaran peluang kerja perawat lainnya selain "hanya" bisa bekerja di RS maupun Puskesmas. Namun, untuk menjadi salah satu perawat diatas, diperlukan pengetahuan, keterampilan dan profesionalitas yang baik. Jadi, sebagai calon perawat, yuk mulai sekarang kita tingkatkan kompetensi kita agar bisa bersaing di dunia global nantinya.

MARI MERAWAT INDONESIA, MARI MENUJU SEHAT


Rakhmat Noviyar
Direktur Jenderal Komunikasi dan Informasi
Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Lihat Selengkapnya
Senin, 06 Mei 2013, 12:38 WIB

Prospek Kerja Jurusan Ilmu Keperawatan



Prospek Kerja Jurusan Ilmu Keperawatan umumnya memang terfokus pada dunia kesehatan. Memiliki ilmu keperawatan yang anda dapatkan ketika duduk di bangku kuliah Program Studi Ilmu Keperawatan tentu saja akan sangat bermanfaat. Selain anda dapat mengerti bagaimana cara merawat pasien yang benar, anda juga dapat memperoleh pekerjaan yang boleh dikatakan sangat menjanjikan.


Kesehatan
Para penyandang gelar sarjana ataupun diploma sudah pasti sangat senang diterima di dunia kesehatan. Dalam hal ini, lulusan ilmu keperawatan dapat bekerja di instansi kesehatan seperti rumah sakit sebagai perawat pasien mendampingi dokter. Perlu di ingat, setiap kota di Indonesia banyak yang memiliki lebih dari satu rumah sakit perkecamatannya, jadi peluang lulusan ilmu keperawatan untuk bekerja sangat terbuka lebar.

Industri
Selain dalam bidang kesehatan, para lulusan ilmu keperawatan juga dapat bekerja dalam bidang perindustrian. Ilmu kesehatan yang juga dimiliki, tentu saja dapat menjadi bagian penting untuk dapat bekerja di industri-industri sebagai perawat yang siap sedia di ruang kesehatan perusahaan tersebut.

Pendidikan
Karir sebagai seorang pengajar tidak tertutup bagi seorang alumni jurusan ilmu keperawatan. Ketrampilan anda dalam berbagi ilmu dan menyampaikan ilmu-ilmu keperawatan sudah jelas dapat dijadikan patokan dasar jika anda ingin menjadi seorang pendidik. Sehingga anda dapat berkarier sebagai seorang dosen di sebuah perguruan tinggi.

Prospek Kerja Jurusan Ilmu Keperawatan yang telah disebutkan diatas merupakan beberapa lapangan pekerjaan yang dimiliki oleh para lulusan jurusan ilmu keperawatan. Dengan bekal ilmu dan ketekunan yang anda miliki, tentu akan membuat anda tidak akan sulit memperoleh pekerjaan di atas. Jenjang karir yang lebih tinggi tentu saja akan terbuka lebar bagi lulusan ilmu keperawatan yang tekun dan berkompeten.

Lihat Selengkapnya
Selasa, 05 Maret 2013, 2:35 WIB

Ketika Pendidikan Melupakan Iman, Takwa dan Akhlak

Guru MAN Tanjung Redeb Ikuti Seminar Pendidikan

UNTUK Meningkatkan keahlian para pendidiknya dalam mengajar, MAdrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjung Redeb menggelar seminar pendidikan dia aula sekloah Jum'at (1/3) kemarin. dalam seminar yang digelar sejak pukul 13.00 Wita itu mengangkat tema, "Implementasi Konsep Pendidikan Berkharakter Religius," dengan mendatangkan Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Seolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Surya Global Yogyakarta, M. Sholeh Pranowo sebagai nara sumber.

"Sekolah itu bertujuan membangun anak bermanfaat, kitalah sebagai pendidik yang ditugaskan mewujudkan tujuan itu," ujar M. Sholeh di hadapan puluhan guru MAN. Dikatakan M Sholeh dalam Pasal 3 Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20/2003 disebutkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepda Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

"Jadi sudah jelas, dalam undang-undang ini yang pertama harus dibentuk adalah watak dan martabat, tujuannya agar beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, " tegasnya. M. Sholeh mengumpamakan, guru sama halnya dengan koki. Saat memasak ada bumu yang harus dimasukkan agar menghasilkan masakan yang enak. Begitu pula dalam mendidik, bumbu tidak boleh dilupakan adalah keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan akhlak yang baik barulah intelektual.

Namun realita yang terjadi di lapangan, selama ini pendidikan hanya mencerdaskan intelektual siswa. "Coba kita lihat pendidikan, jika ada siswa yang nilainya 9 tapi akhlaknya jelek dan tidak sholat pasti naik kelas, itulah pendidikan kita saat ini, bumbu utamanya tidak dimasukkan," bebernya.

Menurut M. Sholeh siswa hanya dididik watak dan akalnya saja, sehingga ketika dia menjadi seorang pejabat hanya ditunggangi nafsu, dan yang akhirnya terjadi adalah kerusakan. Lebih lanjut M Sholeh mengatakan, persoalan iman, takwa dan akhlak ini tidak menjadi persoalan di sekolah selama nilai siswa bagus, bisa diterima di perguruan tinggi yang hebat. Namun saat mereka berhasil menjadi seorang pejabat, kepintaran yang ada malah digunakan untuk memuaskan nafsu belaka.

"Apakah selama ini guru-guru lupa membuka undang-undang ini (pasal 3 UU Sisdiknas Nomor 20/2003, Red)," ujarnya.

Selain itu, M Sholeh juga mengingatkan para guru dengan ayat Al Qur'an surat Al A'raaf ayat 96, "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa pasti akan kami limpahkan pada mereka berkah dari langit dan bumi. tpi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat kami, maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan," sebutnya.

Maka jika hujan yang turun dari langit, selain dapat memberikan manfaat juga dapat menjadi musibah. "Semua itu akibat rusaknya akhlak dan tidak memiliki iman dan takwa, karena selam ini sekolah hanya mencerdaskan intelektualnya saja, bahkan musibah hanya diselesaikan dengan akal padahal yang salah adalah akhlaknya, "jelasnya.

Lebih lanjut M. Sholeh menjelaskan, untuk membangun dan membimbing murid menjadi manusia dengan nilai-nilai yang sempurna, yaitu berpadunya antara intelektual pengetahuan dan kesalehan agama. (*/eff)


sumber: Berau Pos (1/3)
Lihat Selengkapnya Link : http://epaper.beraupost.co.id/index.php/arsip/show/2013-03-02