Pendaftaran Santri Mahasiswa Baru STIKes Surya Global TA 2019 2020 masih dibuka sampai akhir September 2019 -- Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺

SEJARAH

Rumah Sehat Alami “Natural Medicine” bermula dari suatu kebun koleksi tanaman berkhasiat obat milik STIKes Surya Global yang lokasinya terletak didekat serambi masjid kampus. Ide kebun ini berasal dari Bpk. H. Anung Soleh Pranowo, SE, MM yang kemudian dirintis oleh Sdri Agustini, SP dengan perantara Bpk. Sugiono, S.Ip, MM dan Ibu Kurnia Chandra Dewi, SP, pada bulan Agustus 2008.

RSA pada awal berdirinya bertugas menanam dan mempelajari tanaman obat saja. Antara bulan Agustus-September 2008 telah ditanam lebih dari 300 jenis tanaman obat yang berasal dari mahasiswa dan hasil budidaya kebun sendiri.

13 Oktober 2008 RSA dibawah pengelolaan P3SP KM STIKes Surya Global mengadakan training kepada 11 alumni STIKes Surya Global untuk diperbantukan dalam pengelolaan tanaman obat di RSA dan proses belajar mengajar selama kurang lebih satu bulan dan akhirnya ditetapkan delapan orang yang lolos training. Dua orang sebagai instruktur, dua orang sebagai tim budidaya, dua orang sebagai tim pengolahan dan dua orang sebagai tim aplikasi. Guna mendalami ilmu pengetahuan tentang herbal, pada bulan November 2008, tiga staf RSA yang yang juga dosen tetap Prodi Kesehatan Masyarakat STIKes Surya Global, yaitu sdri Adi Astusi, S.KM, sdri Dian Purwitasari, S.KM dan sdri Istika Dwi Kusumaningrum, S.KM dikirim ke Balai Besar Penelitian Tanaman Obat Dan Obat Tradisional Tawangmangu untuk melaksanakan kegiatan magang selama kurang lebih satu bulan.

RSA semakin berkembang. Memasuki semester baru, kegiatan belajar mengajar dikelas mulai dilaksanakan. Yang menjadi sasaran adalah mahasiswa semester satu. Selain itu RSA mulai memproduksi obat-obat herbal yang dijual pada mahasiswa. Tim aplikasi mengadakan event keberbagai kota di pulau Jawa dan luar Jawa untuk mengenalkan produk herbal pada masyarakat. Kebun koleksipun bertambah luas dan tanaman obat yang ditanam juga semakin banyak jenisnya.

Pada bulan April 2009, RSA mulai membuat surat izin bebas unsur babi dan sertifikat halal untuk produk kapsul yang sekarang mulai rutin diproduksi selain bentuk simplisia (tanaman obat yang dikeringkan).

Bulan Mei  2009 mulai dirintis pendirian beberapa laboratorium untuk penelitian tanaman obat dan proses ekstraksi dari tanaman obat. Dengan adanya laboratorium ini, mahasiswa dapat mengadakan uji kandungan kimia yang terkandung pada suatu tanaman obat.

Selain proses belajar mengajar dan produksi obat herbal, RSA melayani permintaan mahasiswa untuk mengisi acara seminar dan workshop. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan produk RSA agar semakin dikenal oleh masyarakat.

 

Ed.edit - november 2010 - 'cxo