Gantilah

sebagian biaya kuliahmu

dengan menghafal & menjaga Al-Qur’an

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu agama

adalah kewajiban atas setiap Muslim.”

(Shahih: HR. Ibnu Majah no. 224)

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu,

“Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,”

maka lapangkanlah,

niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.

Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah,

niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman

di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.

Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.

(QS. al-Mujadalah: 11)

thin

Rekam sejarah “ Imperium Seljuk” telah mengajarkan pada kita bagaimana membangun sebuah “Peradaban”. Latar belakang berdirinya “ Madrasah Nazhamiyah” tidak bisa dipisahkan dari dua nama besar yaitu, Menteri Hasan bin Ali bin Ishaq At-Thusy yang bergelar “ Nazhamul Mulk” dan ulama besar saat itu Al-Ghazali. Keduanya begitu risau dengan kondisi umat yang lemah karena “kejahilan” yang mencengkeram umat saat itu, bahwa menyadari persoalan inilah yang menjadi akar masalah dari redupnya peradaban umat. Memperbaiki keadaan tersebut harus dimulai dengan adanya gerakan perubahan (Tajdid) dan perbaikan di tubuh umat itu sendiri. Salah satu program utama yang menjadi wasilah perjuangan beliau adalah dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan (Madrasah Nazhamiyah) yang bertugas mendidik dan mencetak kader-kader pejuang peradaban yang aqidahnya benar, imannya mendalam dan ilmu pengetahuannya mapan.

Menteri Agama RI dalam sambutannya pada acara 13 th ANNUAL INTERNATIONAL CONFERENCE ON ISLAMIC STUDIES ( AICIS XIII) di Mataram NTB menyatakan “Ke depan Islam di Indonesia yang Rahmatan lil Alamin, yang ramah, yang toleran, bersahabat dengan kultur dan kearifan lokal, nyaman, teduh, damai dan solutif, akan menjadi salah satu rujukan PERADABAN ISLAM DI DUNIA ( INDONESIA MEMENUHI SYARAT MENJADI PUSAT PERADABAN BARU ISLAM)”. Selanjutnya beliau juga menyampaikan, “SUDAH SAATNYA, KITA MENGINTEGERASIKAN ILMU AGAMA DAN ILMU UMUM. HILANGKAN DIKOTOMI DIANTARA KEDUANYA”.

Tradisi pendidikan yang dibangun Islam tidak sama dengan tradisi pendidikan barat pada umumnya. Jika menilik tradisi pendidikan Islam sejak masa Rasulullah, ada satu tradisi Pondasi dasar yang wajib dibangun dalam sistem pendidikan sebelum memasukkan ilmu-ilmu umum. Pondasi dasar itu adalah Ilmu Agama, selebihnya akan menjadi beban tanggungjawab dan bisa jadi menjadi penyesalan kalau hanya berhenti pada jidal (debat), kebanggaan, dan alat penarik keuntungan dunia semata.

Puluhan tahun Pondok Modern STIKes SURGA berkarya untuk dakwah dan Indonesia

Mendidik dan Membentuk Mahasiswa Santri Kesehatan yang Berkepribadian Islami

Mendidik dan Membentuk Mahasiswa Santri Kesehatan yang Berkepribadian Da’i

Mendidik dan Membentuk Mahasiswa Santri Kesehatan yang Berkepribadian Ilmiah, Berwawaskan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air.

Pesan Ibu untuk mahasiswa santri kesehatan

Jangan tinggalkan agama, jadilah anak yang berakhlak mulia dan mandiri

Mitra Pesantren Mahasiswa Stikes Surga

BOOKLET SURGA

Ta’aruf dengan kami

Pesantren Mahasiswa Stikes Surga menyelenggarakan program pendidikan kader santri profesi kesehatan melalui pembinaan dengan metode dual program, KULIAH dan NYANTRI

Ingin kenal lebih jauh?

Pesantren Mahasiswa STIKes Surga © 2021.